Cukup Jalan Cepat 15 Menit, Risiko Meninggal Bisa Turun

Averus Kautsar - detikJabar
Senin, 13 Jul 2026 05:00 WIB
Ilustrasi jalan kaki (Foto: Dok. Birkenstock)
Jakarta -

Banyak orang menganggap harus berolahraga selama 150 menit setiap pekan agar tubuh tetap sehat. Namun, bagi yang merasa sulit memenuhi target tersebut, ada kabar baik. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa berjalan cepat selama minimal 15 menit setiap hari sudah mampu memberikan manfaat kesehatan yang signifikan.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam American Journal of Preventive Medicine. Melansir detikHealth, dalam penelitian itu, para peneliti melibatkan sekitar 85 ribu responden pada periode 2002 hingga 2009. Seluruh peserta diminta mengisi kuesioner mengenai kebiasaan beraktivitas fisik, kecepatan berjalan, serta kondisi kesehatan mereka.

Sekitar 16 tahun kemudian, para peserta kembali diminta mengisi kuesioner serupa untuk melihat perkembangan kondisi kesehatan mereka sekaligus mengevaluasi dampak kebiasaan berjalan terhadap risiko kematian.

Hasilnya menunjukkan bahwa peserta yang rutin berjalan cepat setidaknya 15 menit setiap hari memiliki risiko kematian dini hampir 20 persen lebih rendah. Sebaliknya, peserta yang berjalan lambat selama lebih dari tiga jam setiap hari hanya mengalami penurunan risiko sekitar 4 persen.

"Saya ingin menekankan bahwa semua jenis aktivitas fisik, baik berjalan lambat maupun cepat, tetap memberikan manfaat. Namun, yang kami temukan adalah berjalan cepat selama sedikitnya 15 menit sehari memberikan manfaat yang terbukti signifikan," kata Zheng, Direktur Vanderbilt Epidemiology Center sekaligus Anne Potter Wilson Professor in Medicine di Vanderbilt University Medical Center.

Lalu, bagaimana cara mengetahui apakah kecepatan berjalan sudah termasuk kategori cepat?

Menurut National Health Service (NHS) Inggris, patokan sederhananya adalah saat seseorang masih mampu berbicara ketika berjalan, tetapi sudah tidak sanggup bernyanyi. Kondisi tersebut menandakan tubuh sedang beraktivitas dengan intensitas sedang yang baik untuk kesehatan.

Berjalan cepat juga bukan hanya bermanfaat untuk memperpanjang harapan hidup. Sejumlah penelitian sebelumnya menunjukkan kebiasaan ini dapat membantu menurunkan risiko gagal jantung, gangguan irama jantung atau aritmia, serta diabetes tipe 2.

Secara umum, jalan kaki merupakan salah satu bentuk aktivitas fisik yang memiliki banyak manfaat. Selain membantu mengontrol berat badan dan menjaga kadar gula darah, berjalan kaki juga dapat menurunkan risiko kanker, meredakan nyeri sendi, hingga meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Penelitian terbaru bahkan menunjukkan bahwa berjalan kaki setiap hari berpotensi menurunkan risiko demensia atau penurunan fungsi kognitif, terutama pada orang yang memiliki kecenderungan mengalami penyakit Alzheimer.

"Ketika seseorang rutin berolahraga, pembuluh darah menjadi lebih mudah rileks dan melebar. Olahraga juga membantu menurunkan kadar kolesterol. Secara keseluruhan, hal tersebut dapat mengurangi risiko kanker maupun penyakit lain yang membahayakan kesehatan," jelas Andrew Freeman, Direktur Pencegahan dan Kesehatan Kardiovaskular di National Jewish Health.

Artikel ini sudah tayang di detikHealth



Simak Video "Video: Mendobrak Mitos Lansia Harus Banyak Diam Lewat Komunitas AgeWell"

(avk/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork