Waspada El Nino, BPBD Jabar Siaga Kekeringan dan Karhutla

Wisma Putra - detikJabar
Sabtu, 06 Jun 2026 20:30 WIB
Ilustrasi kekeringan (Foto: Ilustrasi kekeringan sebagai dampak El Nino. (Freepik)
Bandung -

Berdasarkan pengamatan BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung, musim kemarau mulai mencengkeram wilayah Jawa Barat. Puncaknya diprediksi bakal terjadi pada Agustus 2026 mendatang.

Mengantisipasi potensi kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla), BPBD Jabar pun mulai pasang kuda-kuda meningkatkan kesiapsiagaan. Hal ini ditegaskan oleh Pranata Humas Ahli Muda BPBD Jabar, Hadi Rahmat.

Hadi menuturkan, merujuk informasi BMKG, kemarau yang sudah menyapa sejak Mei ini punya kecenderungan lebih kering dibanding kondisi normal. Biang keroknya tak lain adalah pengaruh fenomena El-Nino.

"Kalau kita mengacu ke 2023, itu cukup ekstrem. Dan pola yang sama masih berpotensi terjadi jika El-Nino kembali menguat," kata Hadi, Sabtu (6/6/2026).

Menilik catatan tahun 2023, sejumlah daerah di Jabar sempat krisis air bersih. Wilayah yang terdampak cukup parah di antaranya Kabupaten Bogor, Kabupaten Bandung, Ciamis, Bekasi, hingga Garut.

Tak cuma soal dahaga lahan, ancaman karhutla juga jadi sorotan serius. Pada 2023 lalu, BPBD mencatat setidaknya ada 710 kejadian kebakaran hutan dan lahan yang melalap wilayah Jawa Barat.

Simak Video "Video: Krisis Air Bersih di Kadujajar, 2 Km Ditempuh Demi Setetes Air Bersih"


(wip/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork