Bandung Barat Siaga Kekeringan dan Karhutla di Musim Kemarau

Bandung Barat Siaga Kekeringan dan Karhutla di Musim Kemarau

Whisnu Pradana - detikJabar
Jumat, 03 Jul 2026 22:30 WIB
Helikopter water bombing saat atasi kebakaran lahan di Bandung Barat
Helikopter water bombing saat atasi kebakaran lahan di Bandung Barat (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Bupati Bandung Barat, Jeje Ritchie Ismail menetapkan status Siaga Darurat Bencana Kekeringan serta Kebakaran Hutan dan Lahan pada musim kemarau panjang tahun 2026 ini sesuai arahan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyebut jika Kabupaten Bandung Barat menjadi salah satu wilayah kabupaten/kota yang rawan mengalami kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di musim kemarau.

"Adapun periode masa siaga darurat bencana terhitung mulai tanggal 1 Juli 2026 sampai dengan 30 September 2026 melalui SK Bupati Bandung Barat," kata Jeje saat dikonfirmasi, Jumat (3/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jeje mengatakan berdasarkan data Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) Tahun 2024, potensi bencana kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan di Bandung Barat berada di kelas risiko tinggi.

ADVERTISEMENT

"Pada tahun 2023, jumlah desa yang risiko tinggi kekeringan ada 8, kemudian di tahun 2024 jumlahnya turun menjadi 7 desa. Mengantisipasi krisis air bersih, kita siagakan 3 truk tangki yang akan mendistribusikan air bersih ke titik kekeringan," kata Jeje.

Pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk penanganan bencana kekeringan. Mulai dari penanganan kebakaran hingga distribusi air bersih yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.

"Anggarannya ada, dari Belanja Tidak Terduga (BTT). Terkait nominal kan disesuaikan kebutuhannya, intinya kita siapkan sebagai langkah penanganan," kata Jeje.

Sementara untuk antisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan, pihaknya berkoordinasi dengan Perhutani guna memetakan titik yang memiliki tingkat kerawanan tinggi kebakaran hutan dan lahan.

"Kebanyakan lahan di kita juga kan bersinggungan dengan Perhutani, sehingga kita koordinasi untuk pemetaan. Lalu kita siagakan desa tangguh bencana, agar ketika karhutla terjadi bisa segera ditangani," kata Jeje.



(dir/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads