Jabar Hari Ini: Bengkel di Cirebon Jadi Sarang Pil Setan

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 26 Mei 2026 22:01 WIB
Konferensi pers pengungkapan kasus peredaran obat keras di Cirebon. (Foto: Devteo Mahardika/detikJabar)
Bandung -

Sejumlah peristiwa mewarnai pemberitaan di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Selasa (26/5/2026). Mulai dari bengkel di Cirebon yang menjadi sarang peredaran pil setan, hingga Bojan Hodak yang memutuskan mundur dari kursi pelatih setelah mengantar Persib Bandung juara.

Berikut rangkuman Jabar Hari Ini:

Bengkel di Cirebon Jadi Sarang Peredaran Pil Setan

Di balik deru suara kompresor dan aroma oli yang menyengat, sebuah bengkel motor di Desa Jatiseeng, Kecamatan Ciledug, Kabupaten Cirebon, ternyata menyimpan aktivitas lain yang jauh dari dugaan warga. Tempat yang sehari-hari didatangi pelanggan untuk memperbaiki kendaraan itu diduga menjadi lokasi peredaran obat keras terbatas (OKT) di wilayah Cirebon Timur.

Pria berinisial MAB (31), pemilik sekaligus montir bengkel tersebut, ditangkap aparat Satres Narkoba Polresta Cirebon setelah kedapatan menyimpan ribuan pil 'setan' yang siap edar. Ironisnya, barang haram itu disembunyikan di bawah sofa yang berada di dalam bengkel, seolah menjadi bagian biasa dari perabot tempat usaha.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol Imara Utama mengungkapkan tersangka menjalankan aksinya dengan sistem cash on delivery (COD). Para pembeli datang langsung ke bengkel untuk mengambil barang pesanan sehingga aktivitas transaksi tampak seperti pelanggan biasa yang sedang memperbaiki motor.

"Modusnya cukup rapi. Pelaku menyamarkan transaksi dengan aktivitas bengkel sehingga tidak mudah dicurigai," ujarnya saat konferensi pers pengungkapan kasus narkotika dan obat keras, Selasa (26/5/2026).

Dari tangan tersangka, polisi menyita sekitar 6.000 butir obat keras jenis tramadol dan trihexyphenidyl yang disimpan untuk diedarkan. Petugas juga menemukan bahwa MAB bukan kali pertama terlibat kasus serupa. Ia diketahui merupakan residivis dalam perkara peredaran obat keras.

Pengungkapan tersebut menjadi bagian dari operasi pemberantasan narkotika dan OKT yang dilakukan Polresta Cirebon selama April hingga Mei 2026. Dalam periode itu, aparat berhasil mengungkap 33 kasus dengan total 34 tersangka.

Barang bukti yang diamankan tidak sedikit. Polisi menyita sebanyak 17.931 butir obat keras berbagai jenis, di antaranya tramadol, trihexyphenidyl, dan heximer. Selain itu, diamankan pula narkotika jenis sabu seberat 14,31 gram dan tembakau sintetis sebanyak 21,12 gram.

Imara menegaskan, pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika dan obat keras terbatas di wilayah hukum Polresta Cirebon.

"Kami tidak akan memberikan ruang bagi peredaran narkotika maupun obat keras ilegal. Masyarakat harus dilindungi dari dampak penyalahgunaan obat-obatan ini," tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 435 juncto Pasal 436 ayat (1) dan (2) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Dalam aturan tersebut, setiap orang yang memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi tanpa memenuhi standar keamanan dan mutu dapat dipidana penjara hingga 12 tahun atau denda maksimal Rp5 miliar. Sementara pelaku yang tidak memiliki keahlian dan kewenangan tetapi melakukan praktik kefarmasian berupa peredaran obat keras terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda hingga Rp500 juta.

Tiga Bangunan Ludes Terbakar di Cianjur

Tiga bangunan di kawasan Terminal Pasirhayam, Kampung Pasirhampa, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cilaku, Kabupaten Cianjur, ludes terbakar, Senin (25/5/2026) malam. Kebakaran diduga dipicu kompor yang lupa dimatikan saat memasak.

Informasi yang dihimpun detikJabar, kebakaran terjadi sekitar pukul 22.00 WIB. Awalnya api terlihat dari warung kopi, namun dalam sekejap api merembet ke bangunan lainnya.

"Total ada tiga bangunan yang terbakar, yakni warung kopi, toko material, dan bangunan penginapan karyawan," ujar Kasi Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Kabupaten Cianjur, Budianto, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, api dengan cepat membesar lantaran bangunan yang terbakar sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar, seperti kayu dan bilik bambu.

"Bangunan-bangunan ini rata-rata terbuat dari bilik bambu, sehingga api cepat membesar dan merembet," kata dia.

Menurut dia, dua unit mobil dengan sembilan petugas pemadam diturunkan untuk memadamkan kobaran api. Kebakaran pun berhasil ditangani dalam 30 menit.

"Penanganan berlangsung kurang lebih setengah jam. Tidak ada kendala berarti karena akses menuju lokasi mudah dilalui armada pemadam," katanya.

Budianto memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. "Sampai saat ini tidak ada laporan korban dalam kejadian kebakaran ini," katanya.

Dia menjelaskan, dari hasil penyelidikan awal kebakaran diduga dipicu pemilik warung kopi yang lupa mematikan kompor usai memasak.

"Kebakaran ini berawal dari kompor gas yang diduga lupa dimatikan. Sehingga menimbulkan kobaran api yang membakar tiga bangunan," kata dia.

Bojan Hodak Mundur, Igor Tolic Jadi Pelatih Persib

Kabar mengejutkan datang dari Persib Bandung usai menjuarai Super League 2025/2026. Sehari setelah konvoi perayaan gelar juara, Persib mengumumkan pergantian pelatih kepala.

Senin (25/5/2026) tengah malam, lewat media sosialnya, secara resmi Persib mengumumkan Bojan Hodak tak melanjutkan kariernya sebagai pelatih kepala.

Meski begitu, Bojan Hodak tak akan benar-benar meninggalkan Persib. Sebab, ia kini akan tetap jadi bagian Persib, tapi dengan peran baru.

"Setelah sukses membawa #PERSIB mendominasi sepak bola Indonesia dalam tiga musim terakhir, Bojan Hodak akan mengosongkan kursi Head Coach dan kini akan menjalani peran baru sebagai Shareholder Group Technical Advisor dan turut membantu melanjutkan warisan kesuksesan untuk masa yang akan datang," tulis Persib.

Sebagai gantinya, perjalanan Persib di musim depan akan berada di bawah kendali penuh Igor Tolic. Ia sebelumnya berstatus asisten pelatih Bojan Hodak.

"Setelah menjadi bagian dari perjalanan penuh prestasi #PERSIB, kini Igor Tolic akan naik memimpin sebagai pelatih kepala untuk melanjutkan warisan kesuksesan yang telah dibangun bersama. Dengan semangat baru saatnya melangkah menuju tantangan berikutnya. The legacy continues 🏆," jelas Persib.

Igor Tolic sendiri sudah jadi bagian Persib sejak mengarungi kompetisi musim 2024/2025. Ia menggantikan peran asisten pelatih sebelumnya, Goran Paulic.

Kolaborasi Bojan Hodak bersama Igor Tolic pun berbuah manis. Keduanya bahu-membahu membawa Persib menjuarai Liga 1 2024/2025 dan Super League 2025/2026. Sedangkan saat bersama Goran Paulic, Bojan Hodak membawa Persib juara Liga 1 2023/2024.

Kini, era baru Persib yang baru saja meraih gelar juara liga tiga kali beruntun akan dimulai. Era Bojan Hodak sudah berakhir, era Igor Tolic dimulai!




(iqk/iqk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork