Menjelang laga panas antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung, jajaran Polresta Cirebon mengambil langkah tegas dengan melarang seluruh kegiatan nonton bareng (nobar) hingga konvoi suporter di wilayah Kabupaten Cirebon.
Kapolresta Cirebon, Kombes Pol Imara Utama, menegaskan bahwa kebijakan tersebut dilakukan demi menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) tetap aman dan kondusif.
Polisi tidak akan memberi ruang bagi kegiatan yang dinilai berpotensi memicu kerawanan maupun gesekan antarpendukung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Polresta Cirebon melarang nobar. Jika masih nekat, akan kami bubarkan," tegas Imara, Sabtu (9/5/2026).
Tak hanya membubarkan kegiatan nobar, pihak kepolisian juga mengantisipasi potensi arak-arakan dan konvoi suporter yang kerap terjadi setelah pertandingan usai.
Sejumlah titik rawan di wilayah Kabupaten Cirebon telah dipetakan dan akan dijaga ketat oleh personel gabungan.
"Kami siagakan personel di titik-titik jalur yang berpotensi dilalui konvoi," ujarnya.
Pertemuan Persija kontra Persib memang dikenal sebagai salah satu laga dengan rivalitas tertinggi di sepak bola Indonesia.
Basis pendukung kedua tim, yakni Jakmania dan Bobotoh/Viking, kerap terlibat gesekan di sejumlah daerah, termasuk wilayah perbatasan dan jalur lintasan antarkota seperti Cirebon.
Karena itu, Polresta Cirebon mengimbau masyarakat untuk tidak menggelar nobar di ruang publik, warung kopi, maupun kafe.
Warga diminta menyaksikan pertandingan dari rumah masing-masing guna menghindari potensi kerumunan yang dapat memicu konflik maupun gangguan keamanan.
Diketahui, pertandingan klasik antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung dalam lanjutan Super League Indonesia pekan ke-32 akan digelar di Samarinda pada Minggu (10/5/2026) pukul 15.30 WIB.
Dengan langkah preventif tersebut, Polresta Cirebon berharap seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah dan tidak terpancing euforia berlebihan yang berpotensi merugikan banyak pihak.
(dir/dir)
