Dua Siswa SMP Tewas Tenggelam di Sungai Citarum

Dua Siswa SMP Tewas Tenggelam di Sungai Citarum

Yuga Hassani - detikJabar
Jumat, 29 Mei 2026 20:18 WIB
Proses pencarian dua siswa SMP di Sungai Citarum, Kabupaten Bandung
Proses pencarian dua siswa SMP di Sungai Citarum, Kabupaten Bandung (Foto: Istimewa)
Bandung -

Dua anak SMP inisial DW (13), dan AWH (14) tenggelam di Sungai Citarum, Kabupaten Bandung, Jumat (29/5/2026). Mereka tenggelam saat berenang di sungai tersebut bersama dua teman lainnya.

Lokasi sungai tersebut berada di perbatasan antara Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, dan Desa Sumbersari, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung. Keempat anak-anak tersebut nekat berenang di aliran sungai dengan kedalaman empat sampai delapan meter.

Anggota penyelamatan (Rescue) Disdamkar Kabupaten Bandung, Wawan gunawan mengatakan, menerima laporan orang tenggelam tersebut sekitar pukul 16.12 WIB. Kemudian setelah itu petugas langsung meluncur ke lokasi kejadian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pas sampai di TKP, memang kondisinya banyak warga dan aparat setempat turut berupaya melakukan pencarian. Pencarian menggunakan manual pakai perahu," ujar Wawan, kepada detikJabar.

Setelah itu proses pencarian dilakukan petugas gabungan Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan pemerintahan setempat. Proses pencarian dilakukan pada sungai yang memiliki kedalaman sekitar empat sampai delapan meter.

ADVERTISEMENT

"Setelah itu korban pertama atas nama Wildan ditemukan sekitar 17.00 WIB. Kemudian korban kedua atas nama Daarul sekitar jam 17.20 WIB dengan kondisi meninggal dunia," katanya.

Setelah itu kedua korban langsung dibawa ke RSUD Bedas Tegalluar. Kemudian setelah itu para korban langsung dibawa ke rumah duka.

"Iya sempat dibawa ke rumah sakit dulu. Terus sudah itu dibawa ke rumah duka masing-masing," jelasnya.

Kronologi Kejadian

Wawan mengungkapkan, peristiwa tersebut bermula saat keempat anak-anak tersebut berenang di aliran sungai tersebut. Lain halnya dengan korban, dua anak lainnya bisa menepi ke pinggir sungai.

"Iya sementara Wildan dan Daarul mereka kemungkinan habis tenaga dan tidak bisa berenang ke tepi. Dari keterangan saksi seperti itu," bebernya.

Dia menyebutkan anak-anak yang berasal dari sekolah yang sama tersebut memang kerap berenang di aliran Sungai Citarum.

"Anak-anaknya memang bisa berenang dan mereka itu teman sekolah. Suka berenang di situ juga," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Ciparay AKP Sugiharto Rudi Hartono mengaku, telah menemukan dua orang anak laki-laki dalam keadaan meninggal dunia akibat tenggelam. Penemuan tersebut dilakukan setelah dilakukan pencarian oleh petugas BPBD, Damkar dan Polsek Ciparay.

"Kedua korban tenggelam ditemukan perkiraan sekitar jam 17.00 WIB," kata Sugih, kepada detikJabar.

Sugih memastikan, para anak-anak tersebut meninggal dunia karena tenggelam di sungai. Hal teraebut diungkap setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim dokter dari RSUD Bedas Tegalluar.

"Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas medis RS Bedas Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang, kedua korban dinyatakan telah meninggal dunia akibat tenggelam," pungkasnya.

(yum/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads