Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung membeberkan kondisi 270 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Ratusan SPPG tersebut memproduksi sekitar 50-60 ton timbulan sampah per hari.
Kepala DLH Kota Bandung Darto mengatakan, satu SPPG mayoritas menghasilkan sampah jenis organik sebanyak 20-30 kilogram per hari. Sementara itu, jumlah SPPG di Kota Bandung berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) mencapai 270 unit.
"Jadi (sampah) SPPG Itu setidaknya 50 sampai 60 ton sehari. Setiap SPPG itu menghasilkan antara 20 hingga 30 kilo per hari per SPPG, kali 200 kan sama dengan 50 sampai 60 ton," kata Darto, Rabu (6/5/2026).
Hingga sekarang, kata Darto, timbulan sampah dari SPPG itu masih dibuang ke TPA Sarimukti. Kondisi tersebut membuat Kota Bandung memerlukan tambahan kuota, lantaran ada beberapa penanganan sampah yang seharusnya tidak masuk dalam skema kuota pembuangan di wilayah tersebut.
"Jelas dong. Kan kemarin ada perintah dari pemerintah provinsi ya. Itu rencananya enggak masuk kota dan kita akan klaim beberapa truk kemarin yang kita kirim akibat dari penanganan situasi. Misal di Monju, itu itu enggak boleh masuk kota," ujarnya.
Simak Video "Video Prabowo: Anak-anak Harus Dapat Pendidikan yang Baik, MBG Saja Tak Cukup"
(ral/mso)