SPPG di Bandung Sumbang 60 Ton Sampah Per Hari

SPPG di Bandung Sumbang 60 Ton Sampah Per Hari

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 06 Mei 2026 10:16 WIB
Ilustrasi sampah Jakarta
Ilustrasi sampah (Foto: Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung membeberkan kondisi 270 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayahnya. Ratusan SPPG tersebut memproduksi sekitar 50-60 ton timbulan sampah per hari.

Kepala DLH Kota Bandung Darto mengatakan, satu SPPG mayoritas menghasilkan sampah jenis organik sebanyak 20-30 kilogram per hari. Sementara itu, jumlah SPPG di Kota Bandung berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN) mencapai 270 unit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi (sampah) SPPG Itu setidaknya 50 sampai 60 ton sehari. Setiap SPPG itu menghasilkan antara 20 hingga 30 kilo per hari per SPPG, kali 200 kan sama dengan 50 sampai 60 ton," kata Darto, Rabu (6/5/2026).

Hingga sekarang, kata Darto, timbulan sampah dari SPPG itu masih dibuang ke TPA Sarimukti. Kondisi tersebut membuat Kota Bandung memerlukan tambahan kuota, lantaran ada beberapa penanganan sampah yang seharusnya tidak masuk dalam skema kuota pembuangan di wilayah tersebut.

ADVERTISEMENT

"Jelas dong. Kan kemarin ada perintah dari pemerintah provinsi ya. Itu rencananya enggak masuk kota dan kita akan klaim beberapa truk kemarin yang kita kirim akibat dari penanganan situasi. Misal di Monju, itu itu enggak boleh masuk kota," ujarnya.

Secara regulasi, SPPG memang diwajibkan mampu mengolah sampah produksinya secara mandiri. Namun menurut Darto, kondisi di lapangan mengakibatkan kewajiban tersebut belum berjalan optimal.

Sebagai solusi, DLH Kota Bandung telah menyiapkan konsep berupa compost pit di setiap SPPG agar bisa mengolah sendiri sampah organiknya. DLH, kata dia, tengah menyusun regulasi agar konsep tersebut segera dijalankan.

"Kita sudah punya rumusnya. Sebentar lagi kita akan terapkan supaya setiap SPPG itu punya kompos fit dengan jumlah lubang atau volume yang cukup. Konsepnya sudah ada dan akan kita dorong pakai regulasi. Artinya rumusnya sudah ketemu, tinggal mengimplementasikan rumus ke arah sana," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 107 Warga Tanjungsari Bogor Diduga Keracunan Mie Ayam MBG "
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads