Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperkirakan timbulan sampah di Kota Bandung mengalami kenaikan signifikan. Selama Bulan Ramadan 2026, timbulan sampah per harinya bisa mencapai 2.100 ton alias bertambah sekitar 600 ton.
Diketahui, timbulan sampah di Kota Bandung mencapai 1.500 per hari. Namun karena Ramadan, timbulan itu diperkirakan bertambah 600 ton sehingga menjadi 2.100 ton per hari.
"Sekarang teh penambahan volumenya di puasa hingga nanti lebaran hari ketiga itu diperkirakan rata-rata ada kenaikan hingga 40 persen. Ini rata-rata setiap harinya, tidak konstan tapi fluktuatif," kata Darto, Kamis (12/3/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai antisipasi, DLH Kota Bandung sudah menyiapkan sejumlah strategi untuk penanganan tambahan tumpukan sampah. Program petugas pengolah dan pemilah sampah (Gaslah) masih diandalkan, lalu magotisasi hingga membuka pengiriman ke TPA Sarimukti saat malam Lebaran 2026.
"Kita sudah mempersiapkan 17 skenario untuk memastikan hari pertama lebaran hingga hari ketiga itu bisa kita amankan sampah di Kota Bandung. Gaslah sekitar 42 ton per hari, magotisasi, sama pengangkutan ke Sarimukti," ucapnya.
Darto pun membeberkan, penambahan sampah tersebut mayoritas disumbang sampah organik. Sebab biasanya, warga kerap menambah masakan untuk kebutuhan buka puasa yang justru masakannya jarang dihabiskan.
"Jadi sampah organik dan food waste itu mendominasi di bulan-bulan Ramadan. Kita harus pastikan semuanya aman kan, karena kalau enggak aman masa lebaran kita bakal penuh sampah," pungkasnya.
(ral/yum)










































