Lokasi penemuan mayat pria tanpa identitas (Mr X) yang terbungkus karung dan plastik di bawah jembatan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) KM 69 berada di dasar jurang terjal yang nyaris tak terjamah.
Dari kejauhan, lintasan jembatan beton jalan tol tampak menjulang tinggi di atas rimbunnya hutan semak belukar yang menyembunyikan titik dasar TKP.
Jasad pria malang itu tergeletak di ceruk tanah lembap, tersembunyi di balik ilalang lebat dan pepohonan liar yang tumbuh meranggas. Petugas kini telah membentangkan pita kuning garis polisi (police line) yang terikat menyilang di antara dahan-dahan semak untuk mengisolasi area temuan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di balik garis polisi tersebut, sisa-sisa material pembungkus jasad masih berserakan di atas tanah. Tampak terpal plastik hitam melingkar lebar, kantong plastik pembungkus yang koyak, serta bekas karung waring abu-abu yang sempat menutupi tubuh korban teronggok di sela-sela rerumputan kering.
Ketinggian jembatan tol dari dasar semak-semak tersebut diperkirakan mencapai puluhan meter. Salah seorang warga setempat, Hendi, menyebut jurang tempat ditemukannya jasad memang sangat dalam dan berjarak cukup jauh dari permukiman maupun area makam keramat.
"Memang tinggi, kurang lebih pas di bawah jembatan itu antara 20 meteran ketinggiannya. Kalau dari Makam Keramat (Raden Boros Ngora) sampai ke TKP itu sekitar 600 meteran, memang lumayan jauh," kata Hendi saat menceritakan kondisi lokasi kejadian, Rabu (30/9/2026).
Hendi juga membenarkan bahwa warga pertama yang melihat jasad tersebut langsung lari ketakutan begitu mencium bau menyengat dan melihat bungkusan mencurigakan di semak-semak.
"Yang menemukan itu tukang ngambil rumput, dia kaget langsung kabur," imbuhnya.
Ketua Satgas Linmas Desa Cibunarjaya, Taufik Hidayat alias Opik (60), yang ikut turun langsung ke dasar jurang, menduga kuat jasad sengaja dilempar oleh pelaku dari atas jembatan tol.
"Karena itu lempar dari atas jalan tol. Kalau tidak dibungkus, semua hancur," ujar Taufik saat ditemui di lokasi kejadian sambil mengenakan caping dan penutup wajah.
Taufik menggambarkan posisi korban saat pertama kali ditemukan tergeletak membujur di dasar jurang. "Kepalanya ceritanya ke arah Sukabumi, kakinya ke arah Bogor. Posisinya telungkup," bebernya.
Menurut Taufik, tubuh korban dibungkus berlapis-lapis. Bagian kepala hingga badan dibalut karung bekas bawang, sementara bagian bawahnya menggunakan karung berukuran jumbo serta plastik hitam.
Tak hanya dibungkus, tubuh jasad pria yang diperkirakan memiliki postur tinggi sekitar 170 sentimeter itu juga diikat kencang di beberapa titik.
"Itu terikat tiga ikatan. Kaki, tangan, sama kepala," ungkap Taufik.
Kondisi jenazah yang sudah membusuk dan mengeluarkan aroma menyengat membuat ikatan tali pada tubuh korban sebagian tersamarkan cairan serta belatung.
Area dasar jurang tol yang sepi dan tertutup rapat vegetasi liar tersebut kini menyisakan tanda tanya besar terkait siapa dalang di balik aksi pembuangan jasad nahas tersebut.
(sya/sud)
