Malam di Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kabupaten Tasikmalaya, mendadak berubah mencekam bagi keluarga Siti Hindun. Pada Minggu (29/3), DK, bocah laki-laki berusia 12 tahun, sedang terlelap di lantai beralaskan tikar saat seekor ular Weling menyelinap masuk ke dalam rumah.
Dalam remang malam, DK terbangun dan melihat seekor ular. Tanpa rasa curiga, ia mengira makhluk melata itu hanyalah sebuah mainan yang tertinggal di lantai.
DK lantas memegang ular itu yang dalam pikirannya merupakan mainan. Namun, petaka justru datang dari gigitan kecil yang fatal di tangan kanannya.
"Tidurnya di rumah bersama saya, tidur di ruangan tengah, tidak di ranjang. Kemudian dia bilang, 'mah ada ular'. Dipegang, karena dikiranya mainan," ujar ibu kandung korban, Siti Hindun kepada detikJabar di ruang ICU RSUD KHZ Musthafa, Selasa (7/4/2026).
Tak Mengeluh Sakit
Awalnya, DK tak mengeluhkan rasa sakit yang berarti. Akan tetapi, orang tua DK sadar betul apa yang mesti dilakukan. Pengobatan mesti segera diberikan meski saat itu tak tahu ular apa yang menggigit sang anak.
Sebagai langkah awal, orang tuanya sempat membawa DK ke tabib kampung. Namun, kondisi DK justru perlahan memburuk. Atas saran warga, mereka segera membawa DK ke rumah sakit.
"Dibawa dulu ke orang yang 'bisa', katanya dibawa ke rumah sakit saja. Langsung ke sini RSUD KHZ Musthafa," ujar Hindun mengenang kepanikan hari itu.
Perjalanan Mendebarkan
Perjalanan menuju rumah sakit menjadi perlombaan melawan waktu. Di tengah jalan, DK mulai mengeluhkan nyeri hebat di bagian perut. Gejala khas neurotoksin ular weling mulai bekerja. DK kesulitan menelan, napasnya memburu, hingga akhirnya kesadarannya hilang sepenuhnya.
"Anak saya pingsan, sampai akhirnya dibawa ke ruangan ICU," ujar Hindun dengan nada lirih.
(orb/orb)