Bocah Tasikmalaya berinisial DK (12) saat ini tengah kritis usai dipatuk ular weling di rumahnya. Di tengah kondisi kritis, ular yang mematuk bocah DK dikabarkan sudah mati dibunuh warga.
"Sudah ditangkap warga, dipukul sampai mati," kata Andis Kuswara orang tua DK kepada detikJabar, Rabu (8/4/2026).
Ia menyebut ular tersebut memiliki panjang sekitar 1,5 meter dengan ukuran tubuh sebesar ibu jari kaki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada sebesar jempol kaki, panjangnya semeter satengah," kata Andis.
DK diketahui dipatuk ular saat tengah tertidur di lantai rumahnya di Kampung Borolong, Desa Cilampung Hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya pada Minggu (29/3) lalu. Saat itu, DK tengah tertidur bersama ibunya.
Dengan hanya beralaskan tikar, DK saat itu menyadari ular yang sempat disangkanya mainan itu. Lantaran disangka mainan, korban kemudian memegang ular dan tangannya berakhir dipatuk.
Meski tidak langsung mengeluhkan rasa sakit, kedua orang tua DK sempat membawanya ke tabib kampung sebelum akhirnya disarankan ke rumah sakit.
"Dibawa dulu ke orang yang bisa, katanya dibawa ke rumah sakit saja. Langsung ke sini RSUD KHZ Musthafa," ujar Siti Hindun, ibu korban.
Kasus Langka, Habiskan 50 Vial Antibisa
Pihak RSUD KHZ Musthafa memastikan pasien ditangani secara cepat dan maksimal. Hingga Selasa (7/4/2026), korban tercatat telah menjalani perawatan selama 10 hari di ruang ICU.
Tim dokter spesialis langsung menangani pasien, termasuk dokter spesialis toksinologi dari Jawa Barat. DK mengalami gagal napas sehingga harus dipasangi ventilator.
"Benar ada pasien anak dipatuk ular kami tangani dengan maksimal untuk membantu masyarakat," kata Direktur RSUD KHZ Musthafa, dr Eli Hendalia.
Eli menjelaskan, kasus yang dialami DK tergolong tidak biasa. Umumnya, pasien gigitan ular dapat pulih dengan penanganan cepat dan penggunaan antibisa dalam jumlah terbatas.
Biasanya, anti venom atau antibisa hanya membutuhkan tiga hingga empat vial. Namun dalam kasus ini, jumlah yang digunakan sudah mencapai 50 vial. Kondisi tersebut diduga akibat racun ular yang telah melemahkan otot-otot pernapasan.
"Kami rumah sakit terus berupaya selamatkan pasien. Kami bolak balik juga ke Bandung untuk anti venomnya. Malahan karena ini kasusnya terbilang jarang dari ahli toksin juga datang. Ini pasien sudah habiskan 50 vial anti venom," kata Eli.
(dir/dir)











































