Bocah Tasikmalaya Digigit Ular Weling, Opname 10 Hari-Biaya Rp 200 Juta

Regional

Bocah Tasikmalaya Digigit Ular Weling, Opname 10 Hari-Biaya Rp 200 Juta

Deden Rahadian - detikJateng
Selasa, 07 Apr 2026 20:26 WIB
Penanganan anak yang dipatuk ular di Tasikmalaya
Penanganan anak yang dipatuk ular di Tasikmalaya. Foto: Istimewa
Solo -

Anak berinisial DK (12) asal Kampung Borolong, Desa Cilampung hilir, Kecamatan Padakembang, Kabupaten Tasikmalaya, dipatuk ular weling saat tidur bersama ibunya. Anak itu sudah menjalani opname selama 10 hari dan pembiayaannya mencapai Rp 200 jutaan.

Dilansir detikJabar, peristiwa itu terjadi pada Minggu (29/3) lalu. Saat itu korban tidur di lantai hanya beralaskan tikar. Lalu korban menyadari kemunculan ular yang sempat dia kira mainan.

"Tidurnya di rumah bersama saya, tidur di ruangan tengah, tidak di ranjang. Kemudian dia bilang, mah ada ular. Dipegang, karena dikiranya mainan," kata ibu korban, Siti Hindun, saat ditemui detikJabar di ruang ICU RSUD KHZ Musthafa, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Korban dipatuk ular weling di tangan kanan. Awalnya korban tidak mengeluh sakit. Korban semula dibawa ke tabib kampung.

"Dibawa dulu ke orang yang bisa, katanya dibawa ke rumah sakit saja. Langsung ke sini RSUD KHZ Musthafa," ujar Hindun.

ADVERTISEMENT

Dalam perjalanan, korban mengeluh sakit di perutnya. Perlahan, kondisi korban kian mengkhawatirkan karena sulit menelan makanan dan sesak napas.

"Anak saya pingsan, sampai akhirnya dibawa ke ruangan ICU," ucap Hindun.

Korban tercatat sudah 10 hari di ruang ICU RSUD KHZ Musthafa hingga Selasa (7/4/2026). Tim dokter spesialis langsung menangani, termasuk dokter spesialis toksinologi dari Jawa Barat. Pasien mengalami gagal nafas hingga terpaksa dipasang ventilator.

"Benar ada pasien anak dipatuk ular kami tangani dengan maksimal untuk membantu masyarakat," kata Direktur RUSD KHZ Musthafa, dr Eli Hendalia.

Eli menjelaskan, kasus yang menimpa pasien DK terbilang jarang. Biasanya, bisa ular jika ditangani tepat akan sembuh cepat. Namun, kondisi pasien ini justru cukup lama.

Dia bilang, anti venom atau anti bisa hanya menghabiskan tiga sampai empat vial saja. Tetapi kasus yang menimpa DK sudah habiskan 50 vial anti venom. Disinyalir racun ular sudah melemahkan otot paru paru.

"Kami rumah sakit terus berupaya selamatkan pasien. Kami bolak balik juga ke Bandung untuk anti venomnya. Malahan karena ini kasusnya terbilang jarang dari ahli toksin juga datang. Ini pasien sudah habiskan 50 vial anti venom," jelas Eli.

Pengobatan pasien ditanggung BPJS Kesehatan, tetapi sudah melebihi ketentuan. Meski demikian Pihak RSUD KHZ Musthafa tetap berupaya melayani dengan maksimal.

"Kami berupaya selamatkan pasien bantu masyarakat. Kami sekuat tenaga dengan dinas provinsi adakan anti venom, anti venom saja sudah habis 50 vial. Pembiayaannya Rp 200 jutaan. Walau ke-cover BPJS tapi sudah lewat dari ketentuan, Kami tetap berusaha menyelamatkan jiwa apalagi anak ini insya Allah RS komitmen. Kita bisa cari dana untuk bantu pasien," ucap Eli.

"Anak dipatuk ular lagi posisi tidur harus mendapat perhatian khusus. Biasakan tidur di atas jangan di lantai. Pakai juga keselamatan lain kaya kelambu kalau ada. Kemudian juga yang rumahnya di areal sawah atau ada kolam hati-hati," sambungnya.



(dil/apl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads