Kabar Internasional

Awas! Anak Kebanyakan Main HP Bisa Sulit Bicara

Callan Rahmadyvi Triyunanto - detikJabar
Rabu, 08 Apr 2026 06:30 WIB
Ilustrasi anak main game di ponsel (Foto: Getty Images/AzmanJaka)
Jakarta -

Perkembangan bahasa anak di era digital kini menjadi sorotan. Pakar bahasa asal Inggris, Susie Dent, menilai kebiasaan anak yang terlalu lama berada di depan layar berpotensi menghambat perkembangan kosakata mereka.

Di tengah maraknya penggunaan gawai, banyak anak disebut mengalami ketertinggalan dalam penguasaan bahasa. Melansir detikEdu, kondisi ini bahkan berdampak pada keterlambatan berbicara atau speech delay.

"Banyak sekali anak yang kini tertinggal. Kesenjangan kosakata semakin besar dan ada persepsi nyata bahwa perkembangan kosakata terganggu dan itu berdampak pada pembelajaran," ujar Dent, seperti dikutip dari The Guardian.

Temuan serupa juga tercermin dalam laporan Oxford University Press pada 2023. Disebutkan bahwa dua dari lima siswa mengalami ketertinggalan dalam pengembangan kosakata. Salah satu penyebabnya adalah berkurangnya waktu membaca akibat dominasi aktivitas digital dalam keseharian anak.

Situasi ini mendorong pemerintah Inggris untuk bersiap mengeluarkan panduan bagi orang tua, khususnya dalam mengatur penggunaan gawai pada anak di bawah usia lima tahun.

Peran Orang Tua Jadi Penentu

Meski demikian, Dent tidak serta-merta menolak kehadiran teknologi. Ia menilai gawai tetap bisa memberikan manfaat, selama digunakan secara bijak dan terarah.

"Saya tidak mengatakan menolak HP sepenuhnya. Teknologi punya peran besar dalam memperkaya kosakata anak jika digunakan dengan cara yang benar. Tapi saya pikir membaca benar-benar sedang terdampak," ujarnya.

Menurutnya, persoalan tidak hanya terletak pada anak, tetapi juga kebiasaan orang tua. Anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya, termasuk saat orang tua lebih sering menatap layar ketimbang berinteraksi.

"Kita semua pernah melihat orang tua di kafe sibuk menatap ponsel sementara anaknya hanya duduk diam. Itu menyedihkan karena percakapan adalah segalanya," tambahnya.

Padahal, percakapan sehari-hari memiliki peran penting dalam membangun kemampuan bahasa anak. Aktivitas sederhana seperti berbicara, bermain kata, hingga memanfaatkan gim edukatif dapat membantu memperkaya kosakata, tentu dengan pendampingan orang tua.

Pentingnya Membaca

Dent juga menyoroti kesenjangan yang semakin lebar antara anak yang gemar membaca dan yang tidak. Anak yang rutin membaca cenderung memiliki kosakata lebih luas dan kemampuan memahami bahasa yang lebih baik.

Selain membaca, ia menilai pembelajaran bahasa asing juga memiliki manfaat besar bagi perkembangan bahasa anak.

"Jika ada satu hal yang bisa saya ubah, itu adalah benar-benar mempromosikan pembelajaran bahasa asing di sekolah, karena itu sangat penting. Keuntungan yang bisa diberikannya tidak terukur," katanya.

Ia bahkan berpendapat bahwa pembelajaran bahasa asing seharusnya menjadi bagian wajib dalam kurikulum sekolah, mengingat dampaknya yang luas bagi perkembangan kognitif dan kemampuan komunikasi anak.

Di tengah arus digital yang kian deras, Dent mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan. Teknologi memang tak terelakkan, namun interaksi langsung, kebiasaan membaca, dan pembelajaran bahasa tetap menjadi fondasi utama dalam tumbuh kembang anak.


Artikel ini sudah tayang di detikEdu



Simak Video "Video: Kenali Faktor Penyebab Anak Terlambat Bicara"

(crt/dir)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork