Wali Kota Bandung Muhammad Farhan berencana menggelar razia pemberantasan minuman keras (miras). Wacana ini ia lontarkan setelah pawai pesta juara Persib tercoreng oleh kondisi tersebut.
Bahkan, kata Farhan, miras telah memicu korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas dalam momen pawai juara Persib. Untuk itu, razia miras bakal kembali digencarkan.
"Semalam itu ditemukan lagi korban wafat yang kedua, kecelakaan lalu lintas karena minuman keras. Kami bahkan menemukan sampah botol minuman keras itu dua malam ini sampai satu mobil pick up," kata Farhan, Senin (25/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi memang kayaknya akan melakukan razia minuman keras habis-habisan, karena dampaknya segitu dahsyatnya ternyata," ungkapnya menambahkan.
Farhan menegaskan bahwa euforia perayaan pesta juara Persib telah selesai pada Minggu (24/5) malam. Setelah itu, tak boleh ada selebrasi konvoi kembali karena faktor keamanan.
"Terakhir semalam enggak boleh ada acara Persib lagi yang sifatnya ramai, karena hari ini Pak Presiden akan datang. Jadi pengamanan sudah steril seluruh Kota Bandung," tegasnya.
Saat ini, Farhan masih menunggu laporan mengenai volume sampah yang terkumpul selama pesta juara Persib. Selain itu, ia juga menerima laporan adanya kerusakan di 35 titik taman di Kota Bandung.
"Kelihatannya sampah naik dalam 2 hari ini, paling tidak 10 persen naik. Karena malam Minggu yang kami temukan tidak hanya sampah, tapi juga orang-orang mabuk bertiduran," ucapnya.
"Dari semalam keliling-keliling selain membubarkan mereka yang masih pesta-pesta ya, membersihkan jalan juga lumayan. Dan taman sudah pasti rusak ya. Kita sedang perbaikan taman lagi sekarang," pungkasnya.
(ral/orb)
