Tidak semua orang mengukur hidup dari angka. Sebagian memilih mengukurnya dari batas seberapa jauh tubuh bisa bertahan, seberapa lama pikiran tidak runtuh, dan seberapa dekat seseorang berani berdiri di ambang risiko.
Di dunia itu, pemilik akun @hendra.w ini bukan sekadar peserta. Ia adalah orang yang sengaja berjalan ke arah yang dihindari banyak orang. Ia nekat menjajal medan ekstrem, suhu ekstrem, dan situasi yang kerap tak memberi ruang untuk kesalahan.
"Bukan soal medali. Saya ingin tahu dunia," katanya dalam satu percakapan, di Mitosh Sentul City, Senin malam (30/3/2026).
Perjalanan Hendra tidak dimulai dari podium. Ia justru berangkat dari titik paling biasa, yaitu ketika jatuh dari sepeda, lalu memaksa diri bangkit dan berlari.
Kebiasaan itu berkembang. Dari lari kecil menjadi puluhan kilometer per hari. Dari sekadar latihan menjadi keputusan yang tak lazim, angsung ikut lomba 100 kilometer tanpa melewati jarak 'aman' seperti 10 atau 20 kilometer.
Menurutnya, dari rutinitas tersebut di situ pola pikirnya terbentuk: jika tubuh mampu, maka batas hanya soal keberanian mengambil risiko.
Pilihan itu yang kemudian mengantarnya ke dunia ultra-endurance, sebuah arena yang bukan lagi tentang cepat, melainkan tentang bertahan.
Ketika Fisik Hanya 20 Persen
Di banyak lomba ekstrimum kata Hendra, logika umum sering runtuh. Kecepatan bukan lagi penentu. Otot bukan lagi faktor dominan.
Hendra menyebut, kontribusi fisik hanya sekitar 20 persen. Sisanya, 80 persen adalah kekuatan pikiran, gabungan pengalaman, wawasan, sikap, dan kecerdasan mengambil keputusan.
Dalam lomba tertentu, peserta bisa bergerak 18 hingga 20 jam sehari. Tidur menjadi kemewahan. Kesalahan kecil bisa berujung fatal. Tersesat, hipotermia, dehidrasi, atau sekadar kehilangan fokus di jalur yang salah.
"Tubuh hanya mengikuti. Pikiran yang memimpin," ujarnya.
Hendra pernah berada di ketinggian lebih dari 5.000 meter, dalam suhu yang menggigit, dengan napas yang mulai terasa berat. Di tempat lain, ia menembus lintasan panjang tanpa henti, bahkan hingga lebih dari satu hari tanpa tidur.
Dalam satu lomba sepeda ekstrem di Kirgistan, ia memilih menggunakan fat bike, sepeda dengan ban besar yang justru lebih berat dibanding sepeda biasa. Pilihan yang tidak efisien, bagi banyak orang.
Namun di situlah Hendra menempatkan dirinya, bukan di jalur paling mudah, melainkan di jalur yang menantang batas.
Keraguan sempat muncul dari peserta lain. Usia yang sudah 60 tahun dan postur tubuh yang tidak besar membuatnya dipandang sebelah mata dalam mengendalikan sepeda berban gemuk.
Hasilnya justru sebaliknya. Ia menyelesaikan lomba dan menjadi orang pertama yang finis dengan fat bike.
Di balik pengalaman itu, ada biaya yang jarang dibicarakan secara terbuka.
Hendra mengaku, selama bertahun-tahun mengikuti berbagai lomba ekstrem di berbagai negara, ia telah mengeluarkan dana hingga mendekati Rp9 miliar. Angka itu mencakup biaya perjalanan, logistik, peralatan, hingga persiapan fisik.
Bagi sebagian orang, itu angka yang sulit dibayangkan. Untuk sebuah kegiatan yang bahkan tidak menjanjikan hadiah finansial. Namun bagi Hendra, nilai itu tidak diukur dari imbal balik materi.
Ia mengejar sesuatu yang lain, pengalaman yang tidak bisa dibeli ulang. Keinginan untuk melihat langsung tempat-tempat yang sebelumnya hanya ia baca. Dari pegunungan ekstrem hingga wilayah seperti Greenland yang selama ini hanya hadir dalam buku pelajaran.
Dari Petualangan ke Dampak Sosial
Apa yang dilakukan Hendra tidak berhenti pada dirinya sendiri. Ia juga menjadi salah satu pelopor event lari trail di Indonesia, termasuk di kawasan Gunung Rinjani. Jalur-jalur yang dulu tidak dikenal kini menjadi destinasi internasional, mendatangkan peserta dari puluhan negara.
Dampaknya terasa nyata. Jalur pendakian yang dulu sepi kini menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat lokal. Dari tiket masuk, pemandu, hingga pelaku usaha kecil.
"Bukan soal berapa banyak event, tapi sesuatu yang tadinya tidak ada, menjadi ada dan bermanfaat," ujarnya.
Daftar lomba yang diikuti Hendra dan event yang dilahirkan:
Majestic Ice Road 15,234 km (Bike), MITOSH Sentul City to Mecca for Hajj, 16 Feb - 27 Mei 2025
Iditarod Trail Invitational 1000 miles (Bike), Alaska - USA, 25 Feb - Maret 2024
Silk Road Mountain Race 1859 km (Bike pair), Kyrgyzstan, Agustus 2023
Iditarod Trail Invitational 350 miles (Bike), Alaska - USA, 26 Feb - 06 Maret 2022
Silk Road Mountain Race 1859 km (Bike solo), Kyrgyzstan, 14 - 19 Agustus 2021
Iditarod Trail Invitational 350 miles (Bike), Alaska - USA, 28 Februari 2021
Iditarod Trail Invitational 320 km (Foot), Alaska - USA, 01 Maret 2020
Pendakian Gunung Aconcagua 6962 m, Argentina, 30 Desember 2019
Pendakian Mont Blanc 4810 m, France, 24 Agustus 2019
Yukon Arctic Ultra 100 miles, Canada, 04 Februari 2019
Run to Rebuilt (Bogor - Lombok - Palu) 2176 km, 17 November 2018
Bandung 100 Ultra 100 km, 15 September 2018
Swisspeaks 360 km 26000 m D+, Switzerland, 02 - 09 September 2018
Transpyrenea 900 km - 74000 m D+, France, 01 - 16 Agustus 2018
TITI Ultra 200 km, Malaysia, 16 - 18 Maret 2018
Montane Spine Race 431 km - Winter, United Kingdom, 14 - 21 Januari 2018
Gede Pangrango 200 km - 20000 m D+, Indonesia, 26 - 30 November 2017
Tor Des Geants 330 km - 24000 m D+, Italia, 10 - 15 September 2017
Petite Trotte à Leon 300 km - 26000 m D+, France, Swiss, Italia, 28 Agustus - 02 September 2017
Great Himalaya Race 1600 km - 83000 m D+, Nepal, April - Mei 2017
Gede Pangrango 100 km - 10000 m D+, Indonesia, 09 - 11 Desember 2016
Alpine Challenge 160 km, Australia, 26 - 28 November 2016
Bromo Tengger Semeru 170 km - 10000 m D+, Indonesia, 04 - 06 November 2016
MesaStila Peaks Challenge 100 km, Indonesia, 06 - 07 Oktober 2016
Ultra Trail Gobi 400 km - Desert Challenge, China, 04 September - 02 Oktober 2016
Transpyrenea 700 km - 46000 m D+, France, Juli - Agustus 2016
Trans Sumatra Duathlon (Bike 2087 km - Run 462 km), 10 - 24 April 2016
5 Ironman (Swim 19 km - Bike 900 km - Run 210 km), Meksiko, 19 - 28 Oktober 2015
6633 Arctic Ultra 566 km - Northpole, Canada, 20 - 28 Maret 2015
Singapore Ultra Marathon 320 km, Singapore, 01 - 03 Januari 2015
Tor Des Geants 332 km - 24000 m D+, Italia, 07 - 14 September 2014
Pendakian Kilimanjaro 5895 m (7 Summits Africa), Tanzania, 10 Juni 2014
Redfox Elbrus Vertical Race 5642 m (7 Summits Eropa), Russia, 07 - 11 Mei 2014
Pendakian Carstensz Pyramid 4884 m (7 Summits Oceania), Indonesia, April 2014
Hyperman (Swim 10 km - Bike 300 km - Trail Run 100 km), Hongkong, 13 - 16 Maret 2014
Trans Omania 300 km - Desert Challenge, Oman, 26 - 30 Januari 2014
Coast to Kosci Ultra Marathon 240 km, Australia, 06 Desember 2013
Bromo Tengger Semeru 170 km - 12000 m D+, Indonesia, 22 - 24 November 2013
Ultra Trail Du Mont Blanc (UTMB) 168 km - 10000 m D+, Chamonix, 30 - 31 Agustus 2013
Trans Singapore Run 230 km, Singapore, 07 - 09 Juni 2013
Ultra Trail Mount Fuji (UTMF) 161 km - 10000 m D+, Japan, 26 - 28 April 2013
Hardcore 1 King of The Mountain 170 km - 13000 m D+, Philippines, 22 - 23 Februari 2013
Great North Walk 174 km - 6600 m D+, Australia, 10 - 11 November 2012
Craze Ultra 160 km, Singapore, 22 - 23 September 2012
Metaman (Swim 3.8 km - Bike 180 km - Run 42 km), Bintan, Indonesia, 15 September 2012
Vibram Hongkong 100, Hongkong, 18 Februari 2012
Sundown Ultramarathon 100 km, Singapore, 25 Juni 2011
Simak Video "Video: Polisi Tangkap 6 Tersangka Baru Kasus Penjualan Bayi ke Singapura"
(dir/dir)