Petaka Setelah Lebaran di Sentul Bogor gegara Trail Run

Round-Up

Petaka Setelah Lebaran di Sentul Bogor gegara Trail Run

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 31 Mar 2026 07:30 WIB
Healthy young couple running on mountain trail in morning. Trail running marathon fitness feet on rock fitness and healthy lifestyle
Ilustrasi trail run (Foto: Getty Images/Pavel1964).
Bogor -

Seorang peserta lari lintas alam bertajuk Lebarun di kawasan Sentul City, Babakan Madang, Kabupaten Bogor, meninggal dunia. Korban diketahui bernama Rosi Adiputra Firdaus (34), yang mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (28/3/2026).

Warga Bekasi tersebut dilaporkan mengalami kelelahan hebat saat menempuh rute sepanjang 28,7 kilometer. Kondisi fisiknya menurun drastis hingga nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Kondisi korban pertama kali diketahui rekannya saat ia terjatuh di KM 5, Kampung Gunung Pipisan, Desa Bojong Koneng, Kecamatan Babakan Madang. Meski sempat mendapatkan pertolongan pertama, nyawa korban tidak tertolong.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Korban tiba-tiba berhenti lalu terjatuh. Dari mulutnya keluar busa dan napasnya terdengar seperti mendengkur. Saat itu langsung ditangani oleh rekan dan panitia sebelum dievakuasi ke rumah sakit," ujar Kapolsek Babakan Madang Kompol Trias Karso Yuliantoro saat dikonfirmasi detikJabar, Senin (30/3/2026).

Kondisi korban terus melemah saat dalam perjalanan menuju Rumah Sakit EMC Sentul City. Tim medis sempat memberikan penanganan darurat, namun takdir berkata lain.

"Denyut nadinya terus menurun. Setelah mendapatkan penanganan medis, korban dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 10.30 WIB," kata dia.

ADVERTISEMENT

Hasil pemeriksaan dokter mengonfirmasi korban meninggal akibat kelelahan saat mengikuti lomba. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini sebagai musibah dan memilih tidak menempuh jalur hukum lebih lanjut.

"Dari hasil pengecekan sementara, penyebabnya karena kelelahan. Keluarga juga sudah menerima ini sebagai takdir," ujarnya.

Lebarun merupakan ajang lari lintas alam (trail run) dengan jarak tempuh sekitar 28,7 kilometer. Perlombaan dimulai pukul 03.00 WIB dengan rute Sentul Nirwana - Desa Karang Tengah - Desa Bojong Koneng, dan berakhir di titik finis Sentul Nirwana sekitar pukul 16.30 WIB.

Kepolisian pun mengingatkan pentingnya kesiapan fisik sebelum mengikuti olahraga ekstrem. Kompol Trias menekankan bahwa aspek kesehatan harus menjadi prioritas utama bagi peserta maupun penyelenggara.

"Kami selalu mengimbau kepada peserta dan panitia, kesiapan kesehatan itu harus benar-benar diperhatikan. Jangan dipaksakan jika kondisi tidak memungkinkan," tegasnya.

Sementara itu, melalui akun resmi @sentulultra, pihak penyelenggara menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya salah satu peserta. Panitia menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan guna meningkatkan standar keselamatan di masa mendatang.

Kormi Bogor Harap Ada Evaluasi Total

Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Kabupaten Bogor, Rike Iskandar atau yang akrab disapa Akew, menegaskan bahwa trail run bukan sekadar olahraga rekreasi, melainkan kategori ekstrem yang memiliki risiko tinggi.

"Trail run itu termasuk extreme sport, jadi risikonya memang lebih tinggi dibanding olahraga lain," kata Akew dalam keterangan tertulis yang diterima detikJabar.

Ia menekankan bahwa setiap peserta wajib memiliki persiapan matang, baik secara fisik, mental, maupun pemahaman mendalam terhadap risiko yang mungkin dihadapi selama berlari di medan alam terbuka.

"Peserta harus benar-benar mempersiapkan diri, baik fisik maupun mental. Semua faktor risiko harus dipahami sejak awal, jangan hanya ikut-ikutan," ujarnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Berlari Menantang Diri Sendiri di ZINC TRAIL RUN 2025"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads