Arus Kendaraan di Jabar Masih Tinggi, Jalur Wisata dan Tol Alami Lonjakan

Bima Bagaskara - detikJabar
Senin, 23 Mar 2026 10:15 WIB
Kepadatan lalu lintas kendaraan di Jalan Raya Lembang (Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi).
Bandung -

Pergerakan arus kendaraan di Jawa Barat masih terpantau tinggi setelah Hari Raya Idul Fitri 1447 H, terutama menuju kawasan wisata dan jalur arteri penghubung antardaerah. Meski secara umum lalu lintas masih terkendali, kepadatan terjadi di sejumlah titik krusial.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, menyebut tren pergerakan masyarakat mulai bergeser dari arus mudik ke aktivitas wisata dan perjalanan lokal.

"Secara umum kondisi lalu lintas di Jawa Barat masih terkendali, meskipun terdapat kepadatan di sejumlah titik menuju kawasan wisata dan jalur utama. Pergerakan kendaraan masih cukup tinggi, terutama roda dua yang mendominasi," ujar Dhani, Senin (23/3/2026).

Penumpang Terminal Turun, Kereta Api dan Tol Meningkat

Data Dinas Perhubungan mencatat, jumlah kendaraan di terminal mengalami penurunan. Pada 21 Maret 2026, total kendaraan di Terminal Tipe A mencapai 24.008 kendaraan. Sementara Terminal Tipe B mencatat 12.386 kendaraan.

Namun, tren berbeda terlihat pada moda transportasi kereta api. Jumlah penumpang kereta jarak jauh di wilayah Daop 2 Bandung mencapai 33.701 orang atau meningkat 16,94 persen.

Lonjakan juga terjadi pada layanan kereta modern. Penumpang LRT tercatat 31.827 orang atau naik 20,32 persen, sementara Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencapai 18.674 penumpang atau meningkat 24,16 persen.

"Terjadi pergeseran pola perjalanan. Masyarakat lebih banyak menggunakan kereta api dan kendaraan pribadi untuk mobilitas, termasuk untuk berwisata," kata Dhani.

Di sisi lain, sektor bandara juga mengalami penurunan. Bandara Nusawiru hanya melayani 18 penumpang atau turun 25 persen, sementara Bandara Husein Sastranegara tidak melayani penerbangan.

"Sedangkan jumlah penumpang Bandara Kertajati tanggal 21 Maret 2026 sejumlah 177 penumpang. Penerbangan hanya terdapat di hari Selasa dan Sabtu," ucap Dhani.

Jalur Wisata Padat, One Way Diberlakukan

Kepadatan paling terasa terjadi di jalur wisata, khususnya kawasan Puncak, Bogor. Berdasarkan data pos pantau di Ciawi, sebanyak 28.462 kendaraan mengarah ke Puncak, sementara 22.796 kendaraan menuju Jakarta.

Volume kendaraan yang melampaui kapasitas jalan memicu kepadatan panjang. Petugas pun memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) secara situasional.

"Rekayasa lalu lintas dilakukan secara dinamis, melihat kondisi di lapangan. One way diberlakukan untuk mengurai kepadatan agar tidak semakin parah," jelas Dhani.

Kondisi serupa juga terjadi di jalur selatan Jawa Barat. Di Kadungora, Garut, arus kendaraan dari Bandung mengalami kepadatan akibat kombinasi pemudik dan wisatawan. Rekayasa one way telah dilakukan beberapa kali.

Sementara di Limbangan hingga Malangbong, kepadatan menuju Tasikmalaya dan Pangandaran masih terjadi, dengan penerapan one way hingga lima kali.

Simak Video "Video Terminal Mengwi Dipadati Penumpang Jelang Idul Adha"


(bba/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork