Catat! Ini Titik Rawan Macet dan Jalur Alternatif Mudik di Jabar

Catat! Ini Titik Rawan Macet dan Jalur Alternatif Mudik di Jabar

Bima Bagaskara - detikJabar
Selasa, 10 Mar 2026 17:00 WIB
Ilustrasi Mudik Lebaran 2025
Ilustrasi mudik (Foto: Edi Wahyono/detikcom).
Bandung -

Arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan kembali memadati sejumlah jalur utama di Jawa Barat. Untuk mengantisipasi kepadatan tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai jalur alternatif yang bisa dimanfaatkan pemudik agar perjalanan menuju kampung halaman tetap lancar.

Dinas Perhubungan (Dishub) Jawa Barat memprediksi beberapa titik utama berpotensi mengalami kemacetan, terutama di jalur nontol yang selama ini menjadi koridor utama kendaraan dari arah Jakarta menuju wilayah timur dan selatan Jawa Barat.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Barat, Dhani Gumelar, mengatakan sejumlah rekayasa lalu lintas akan diterapkan untuk mengurai kepadatan kendaraan di titik-titik rawan macet tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu titik yang diprediksi mengalami kemacetan adalah jalur Simpang Jomin-Simpang Mutiara hingga kawasan Cikopo di wilayah Karawang dan sekitarnya. Di ruas tersebut, pemerintah bersama Balai Pelaksanaan Jalan Nasional akan menutup sebagian putaran balik (u-turn) untuk mengurangi konflik arus kendaraan.

ADVERTISEMENT

Selain itu, jalur Ciawi-Cibadak-Sukabumi juga diprediksi padat saat puncak mudik dan arus balik. Aparat kepolisian akan menindak tegas kendaraan angkutan barang dengan sumbu tiga atau lebih yang nekat melintas di jalur tersebut selama masa pembatasan.

Kemacetan juga diperkirakan terjadi di kawasan wisata Puncak, Bogor, khususnya di jalur Ciawi-Simpang Gadog-Puncak. Untuk mengendalikan arus kendaraan, kepolisian akan memberlakukan sistem ganjil-genap serta rekayasa lalu lintas satu arah (one way).

Di wilayah Bandung Raya, potensi kepadatan diperkirakan terjadi di kawasan Simpang Susun Cileunyi hingga jalur Nagreg yang menjadi pintu utama menuju Priangan Timur. Untuk mengantisipasi antrean kendaraan, Dishub Jabar menyiapkan sejumlah langkah tambahan.

"Selain itu, menyiapkan papan informasi tambahan apabila dilakukan pengalihan arus ke Tol Cisumdawu," kata Dhani, Selasa (10/3/2026).

Kemacetan juga diprediksi terjadi di jalur selatan Jawa Barat, seperti kawasan Limbangan-Malangbong hingga Gentong di wilayah Tasikmalaya. Pemerintah daerah akan menertibkan aktivitas masyarakat di sekitar badan jalan agar tidak memperparah kepadatan lalu lintas.

Selain itu, jalur Plumbon-Kedawung di wilayah Cirebon juga diperkirakan mengalami lonjakan kendaraan saat musim mudik.

"Pemda akan menertibkan parkir di pinggir jalan dan pedagang kaki lima di badan jalan untuk menurunkan tingkat kemacetan di Pelumbon-Kadawung-Cirebon," ucap Dhani.

Daftar Jalur Alternatif di Utara hingga Selatan Jabar

Untuk menghindari kepadatan di jalur utama, pemudik juga dapat memanfaatkan sejumlah jalur alternatif yang tersebar di wilayah utara, tengah, hingga selatan Jawa Barat.

Di wilayah utara, terdapat delapan jalur alternatif yang bisa dilalui kendaraan, di antaranya Sukamandi-Kalijati sepanjang 22 kilometer, Pamanukan-Subang sepanjang 31 kilometer, serta Kadipaten-Jatitujuh-Jatibarang sepanjang 40,7 kilometer.

Selain itu terdapat jalur Haurgeulis-Patrol sepanjang 19 kilometer, Cikamurang-Jangga sepanjang 35 kilometer, serta Budur-Tegalgubug-Jagapura-Mundu sepanjang 32 kilometer.

Pemudik juga bisa memanfaatkan jalur Losari-Ciledug-Cidahu-Kuningan sepanjang 95 kilometer serta jalur Cirebon-Sumber-Rajagaluh-Majalengka sepanjang 32 kilometer.

Di wilayah tengah Jawa Barat, tersedia empat jalur alternatif yang bisa menjadi pilihan, yakni Subang-Lembang-Bandung sepanjang 41 kilometer, Sumedang-Jalan Cagak-Wanayasa-Purwakarta sepanjang 85 kilometer, serta Talaga-Bantarujeg-Wado-Sumedang sepanjang 79 kilometer.

Alternatif lainnya adalah jalur Kuningan-Cikijing-Majalengka-Kadipaten sepanjang 45 kilometer.

Sementara di wilayah selatan Jawa Barat, pemudik dapat memanfaatkan lima jalur alternatif lainnya, seperti Garut-Banyuresmi-Leuwigoong-Kadungora-Cijapati-Majalaya-Bandung sepanjang 78 kilometer serta jalur Sasak Beusi-Cibatu-Leles sepanjang 19 kilometer.

Selain itu terdapat jalur Banjar-Manonjaya-Tasikmalaya sepanjang 44 kilometer, Malangbong-Wado sepanjang 15 kilometer, serta Parakan Muncang-Warung Simpang sepanjang 9 kilometer.

Dengan berbagai jalur alternatif tersebut, pemerintah berharap para pemudik dapat memilih rute perjalanan yang lebih fleksibel sehingga kepadatan kendaraan di jalur utama selama musim mudik Lebaran 2026 dapat ditekan.

Halaman 2 dari 2


Simak Video " Video: Pelabuhan Tanjung Priok Masih Ramai Dipadati Pemudik"
[Gambas:Video 20detik]
(bba/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads