Antara Rindu dan Tanggung Jawab yang Paksa Astrid Kembali ke Perantauan

Antara Rindu dan Tanggung Jawab yang Paksa Astrid Kembali ke Perantauan

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 22 Mar 2026 20:30 WIB
Suasana arus balik di Jalan Cileunyi-Cibiru.
Suasana arus balik di Jalan Cileunyi-Cibiru. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Masih rindu. Dua kata itu menjadi ungkapan yang paling menggambarkan perasaan Astrid usai mudik dari kampung halamannya di Kabupaten Garut.

Perempuan berusia 25 tahun asal Bayongbong itu harus segera kembali ke perantauan di Purwakarta karena tuntutan pekerjaan. Ia diketahui bekerja di salah satu cabang coffee shop ternama di pusat kota itu.

Perjalanan pulang kampung yang singkat itu dimulai pada Jumat (20/3) sore. Astrid berangkat dari Purwakarta dan baru tiba di Garut pada tengah malam. Meski waktu kebersamaan dengan keluarga terbilang singkat, momen tersebut tetap berarti baginya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, kebersamaan itu harus kembali diakhiri. Ia pun kembali melanjutkan perjalanan menuju tempat kerjanya, dengan perasaan yang masih tertinggal di kampung halaman.

ADVERTISEMENT

"Masih rindu, tapi ya gimana, besok kerja masuk. Ini juga beruntung dapat Lebaran bareng keluarga, meski hanya sekejap, kalau yang lain kerja meskipun Hari Lebaran," kata Astrid kepada detikJabar dijumpai di kawasan Cibiru, Kota Bandung, Minggu (22/3/2026).

"Liburnya gantian, kemarin saya yang dapat libur berdua," tambahnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, Astrid memilih pulang kampung menggunakan sepeda motor matik. Ia mengaku sudah terbiasa menempuh perjalanan jauh dengan kendaraan roda dua, bahkan sejak masih kuliah.

"Dua kali Lebaran, pulang di hari kedua Lebaran. Tahun ketiga kerja, alhamdulilah dapat giliran libur. Setiap mudik pakai motor, udah terbiasa pakai motor jauh sejak kuliah," sebut Astrid.

Dalam perjalanan kembali menuju Purwakarta, Astrid mengaku sempat menemui sejumlah titik kepadatan lalu lintas, terutama di jalur dari Garut menuju Cileunyi. Meski demikian, ia merasa perjalanan dengan sepeda motor masih lebih fleksibel dibandingkan kendaraan roda empat.

"Banyak dari Garut sampai Cileunyi titik kemacetannya, tapikan kalau motor bisa sat-set. Termasuk tadi di Cinunuk," ujarnya.

Selama perjalanan yang telah ditempuh sekitar tiga jam dari Garut ke Bandung, Astrid sudah dua kali berhenti untuk beristirahat. Ia menyempatkan diri berhenti sejenak di Nagreg, lalu kembali berhenti di kawasan Cibiru untuk mengisi tenaga.

"Tadi di Nagreg, ke air, gak lama berhentinya. Sekarang di sini (Cibiru), ngebaso dulu, perut laper, berhenti sekitar 30 menitan, terus lanjut lagi," ujar Astrid.

Meski harus kembali bekerja keesokan harinya, Astrid mengaku tidak terburu-buru di perjalanan. Ia menargetkan tiba di Purwakarta sebelum waktu Isya.

"Tenang saja, target nyampe sebelum isya, insyaallah sampai, asal di Padalarangnya lancar," ujarnya.

Sementara itu, pihak kepolisian terus mengingatkan para pemudik untuk mengutamakan keselamatan selama perjalanan. Dirlantas Polda Jawa Barat Kombes Pol Raydian Kokrosono mengimbau agar pengendara tidak memaksakan diri saat kondisi tubuh mulai lelah atau mengantuk.

"Kepada para pemudik yang melintas di Jawa Barat, apabila Anda mulai merasa mengantuk saat mengemudi, jangan dipaksakan," kata Raydian.

"Segera menepi dan beristirahat di rest area terdekat atau pos pelayanan, pos pengamanan dan Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2026 yang telah kami siapkan dari Polda Jabar," tambahnya.

Ia juga mengingatkan agar pengendara tidak berhenti sembarangan, terutama di bahu jalan, baik di jalan tol maupun jalur arteri, karena berpotensi membahayakan.

"Kami juga mengingatkan jangan berhenti di bahu jalan karena berbahaya dan bisa mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Bahu jalan bukan tempat istirahat," katanya.

Selain itu, Raydian menekankan pentingnya memastikan kondisi kendaraan tetap prima sebelum dan selama perjalanan.

"Utamakan keselamatan, bukan kecepatan. Istirahat sejenak agar perjalanan tetap nyaman dan aman. Mudik aman, keluarga bahagia," pungkasnya.



(wip/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads