Cekcok PKL Berujung Ledakan di Tasikmalaya, Polisi Amankan 3 Orang

Cekcok PKL Berujung Ledakan di Tasikmalaya, Polisi Amankan 3 Orang

Faizal Amiruddin - detikJabar
Minggu, 12 Jul 2026 17:32 WIB
TKP Ledakan di Tasikmalaya
TKP Ledakan di Tasikmalaya (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar)
Tasikmalaya -

Kawasan olahraga Dadaha, Kelurahan Nagarawangi, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya mencekam setelah suara ledakan keras terdengar pada Sabtu malam (11/7/2026). Insiden yang terjadi sekitar pukul 23.00 WIB ini diduga berasal dari bom rakitan yang dipicu oleh perselisihan antar pedagang kaki lima (PKL).

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ketegangan bermula saat seorang pedagang tahu gejrot berinisial E, yang diduga di bawah pengaruh minuman keras, memarahi kakak dari pedagang jagung berinisial S tanpa alasan jelas. Seorang saksi berinisial SF (48) sempat mencoba melerai dengan membawa E menjauh dari jalan utama guna menghindari keributan yang lebih luas.

Namun, situasi kembali memanas ketika AAS (28), penjual es teh jumbo sekaligus saudara S, datang dan memaki E. AAS diketahui merupakan mantan narapidana terorisme (eks napiter). Saat SF berupaya menenangkan AAS agar tidak terjadi kontak fisik, sebuah ledakan keras tiba-tiba muncul dari arah belakang posisi saksi berdiri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ledakan tersebut memicu kepanikan di lokasi, meski kondisi saat itu relatif sepi pengunjung karena sudah larut malam. Sejauh ini, otoritas terkait belum melaporkan adanya korban jiwa maupun luka-luka akibat peristiwa tersebut.

ADVERTISEMENT

Merespons kejadian ini, personel Polres Tasikmalaya Kota bersama tim Brimob langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan penyisiran. Polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa material logam dan zat kimia berbahaya, di antaranya pupuk KCL, belerang, bubuk aluminium, baterai, instalasi kabel, hingga perangkat kendali jarak jauh (remote). Garis polisi kini terpasang di lapak PKL Jalan Dadaha yang menjadi titik ledakan.

Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, mengonfirmasi terjadinya insiden tersebut saat ditemui di lokasi.

"Jadi gini teman-teman, kami dari Polres Tasikmalaya Kota pada Sabtu malam kurang lebih jam 11 malam mendapatkan laporan pengaduan dari UPTD Dadaha ini, bahwa terjadi permasalahan yang mengakibatkan adanya ledakan," kata Andi.

Andi menjelaskan bahwa pihaknya langsung menggandeng Brimob untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TP TKP) mengingat adanya unsur ledakan dalam peristiwa ini.

"Jadi dari tadi malam kami melaksanakan TP TKP, olah TKP bersama dengan didampingi teman-teman dari Brimob karena terkait dengan adanya ledakan," kata Andi.

Hingga Minggu sore (12/7/2026), penyelidikan masih terus berjalan. Pihak kepolisian belum dapat memastikan apakah ledakan ini berkaitan dengan jaringan terorisme atau murni konflik personal.

"Dan saat ini kami masih melakukan penyelidikan-penyelidikan sampai dengan sekarang dan nanti mungkin hasilnya akan kami sampaikan lebih lanjut," kata Andi.

Sejauh ini, tiga orang telah diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. "Untuk sementara, terakhir tadi pagi kita mengamankan tiga orang untuk kita mintai keterangan yang bersangkutan terkait seputaran peristiwa yang sudah terjadi," kata Andi.

Andi menambahkan bahwa seluruh keterangan saksi akan dikolaborasikan dengan temuan di lapangan. "Ya, ini nanti hasil dari penyelidikan kami berdasarkan hasil keterangan yang bersangkutan nanti akan kami kolaborasikan dan kami gelar (perkara)," imbuhnya.

Menutup keterangannya, Andi memastikan situasi di lokasi telah kondusif dan mengimbau warga untuk tetap tenang serta menjaga ketertiban.

"Alhamdulillah sampai saat ini situasi masih kondusif dan korban tidak ada. Imbauan untuk masyarakat untuk tetap menjaga keamanan dan ketertiban sesama warga dan saya minta juga untuk saling bisa mengerti, untuk bisa saling memahami satu dengan yang lainnya sehingga kehidupan bermasyarakat bisa lebih aman," papar Andi.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads