Lelah dan lesu jelas tergambar di wajah Safitri (26). Perempuan asal Garut ini tengah menjalani pengalaman mudik yang tak biasa, untuk pertama kalinya, ia membawa anak balitanya pulang kampung dengan sepeda motor.
Fitri, begitu ia biasa disapa, berangkat bersama sang suami Sansan (28) dan anak mereka, Maula, dari Purwakarta, Rabu (18/3/2026). Mereka memulai perjalanan selepas sahur, menempuh jarak ratusan kilometer dengan sepeda motor matic.
Namun perjalanan itu tidak mudah. Setibanya di kawasan Cileunyi sekitar pukul 09.30 WIB, Fitri sudah dua kali meminta berhenti karena kelelahan.
"Pertama di Padalarang, terus di sini. Duh ternyata mudik sambil gendong anak, menguras tenaga sekali," kata Fitri.
"Udah dua kali berhenti, anak rewel, gak nyaman kali ya," tambahnya.
Ia mengaku, ini adalah pengalaman pertamanya mudik menggunakan sepeda motor sambil membawa anak kecil. Sebelumnya, ia tinggal di Garut, sementara sang suami bekerja di Purwakarta.
"Pas lahir kan ini di Garut, terus pindah ke Purwakarta ikut ayahnya, nah sekarang kita mudik pakai motor, kalau sebelumnya saya di Garut, suami kerja di Purwakarta di pabrik," ungkapnya.
Perjalanan ini menjadi pengalaman yang tak terlupakan baginya, bukan hanya soal jarak, tetapi juga soal fisik dan kesabaran yang benar-benar diuji.
"Luar biasa sekali, selain menguras tenaga, menguras kesabaran juga," ujarnya.
Tak hanya Fitri, banyak pemudik lain yang memilih menepi di kawasan ini untuk beristirahat. Salah satunya Deden (32), pemudik asal Majalengka yang berangkat dari Bogor.
"Saya dari Bogor. Tadi sahur di jalan pokonya, mudik ke Majalengka," ujar Deden.
Ia mengaku sudah terbiasa menempuh perjalanan jauh dengan sepeda motor saat mudik. Meski demikian, ia tetap memilih sering berhenti demi menjaga kondisi tubuh.
"Sudah biasa. Memang gini banyak berhentinya, daripada capek, mending istirahat dulu, biar aman," katanya.
Simak Video " Video: Pelabuhan Tanjung Priok Masih Ramai Dipadati Pemudik"
(wip/dir)