Tips Mudik Aman Bersama Anak dari IDAI, Orangtua Wajib Siapkan Ini

Tips Mudik Aman Bersama Anak dari IDAI, Orangtua Wajib Siapkan Ini

Nur Khansa Ranawati - detikJabar
Rabu, 18 Mar 2026 13:30 WIB
Ilustrasi Mudik Lebaran
Ilustrasi mudik Lebaran (Foto: Istimewa).
Bandung -

Mudik bersama anak menjadi momen yang dinanti banyak keluarga saat libur panjang. Selain menjadi kesempatan berkumpul dengan keluarga, perjalanan mudik juga sering dimanfaatkan untuk berlibur bersama anak.

Namun, perjalanan jauh dengan membawa anak bisa menantang. Perlu persiapan khusus agar kesehatan dan keselamatan anak tetap terjaga.

Untuk membantu orang tua mempersiapkan perjalanan mudik yang aman, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merilis panduan lengkap mudik sehat bersama anak. Simak ulasan selengkapnya berikut ini!

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Waspada Risiko Penyakit Menular

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, menekankan bahwa salah satu langkah penting sebelum melakukan perjalanan mudik adalah memastikan status imunisasi anak sudah lengkap.

Ia mengatakan, vaksinasi menjadi perlindungan utama bagi anak dari berbagai penyakit menular yang berpotensi menyebar saat musim mudik ketika mobilitas masyarakat meningkat. Terlebih, saat ini virus campak tengah kembali mewabah di berbagai daerah.

ADVERTISEMENT

"Vaksinasi adalah benteng pertahanan terkuat yang bisa kita berikan kepada anak. Langkah paling krusial sebelum mudik adalah memastikan imunisasi anak Anda lengkap, terutama vaksin MR/MMR," ungkap Piprim dalam keterangan resminya.

IDAI mengingatkan bahwa penyakit seperti campak sangat mudah menular, terutama saat banyak orang berkumpul di tempat umum. Penularannya bahkan dapat berlangsung lebih cepat dibandingkan influenza.

Oleh karenanya, vaksinasi dua dosis MR atau MMR menjadi cara paling efektif untuk mencegah penularan campak selama mudik. Jika imunisasi anak sudah lengkap sebelum mudik, perlindungan terhadap penyakit tersebut akan lebih optimal.

Protokol Kesehatan Anak Selama Mudik

Selain memastikan vaksinasi lengkap, orang tua juga perlu menjaga kesehatan anak selama perjalanan mudik. IDAI menyarankan beberapa langkah sederhana agar anak tetap sehat selama mudik. Beberapa di antaranya adalah:

Hindari Keramaian

Orang tua sebaiknya mengurangi aktivitas anak di tempat yang terlalu padat selama perjalanan mudik. Anak juga perlu diajarkan menjaga jarak dari orang yang sedang mengalami gejala batuk atau pilek.

Jaga Kebersihan Tangan

Kebiasaan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir perlu tetap dilakukan selama mudik. Jika fasilitas cuci tangan tidak tersedia, orang tua dapat menyiapkan hand sanitizer sebagai alternatif.

Patuhi Etika Batuk dan Bersin

Anak perlu diajarkan menutup mulut menggunakan tisu atau siku saat batuk dan bersin selama perjalanan mudik. Penggunaan masker juga dapat menjadi perlindungan tambahan saat berada di transportasi umum atau tempat ramai.

Tidak Berbagi Barang Pribadi

Untuk mencegah penularan penyakit selama mudik, anak sebaiknya tidak berbagi alat makan, botol minum, atau handuk dengan orang lain.

Pilih Wisata yang Aman

Selain menjaga kesehatan, orang tua juga perlu memperhatikan pemilihan tempat wisata selama mudik agar tetap aman bagi anak. Menurut Piprim, destinasi wisata dalam ruangan dapat menjadi pilihan yang lebih aman selama musim mudik, terutama ketika cuaca tidak menentu.

"Pilihlah destinasi di dalam ruangan seperti museum, pusat sains atau edukasi interaktif, perpustakaan anak, atau taman bermain dalam ruangan. Tempat-tempat ini menawarkan pengalaman seru sekaligus melindungi anak dari hujan dan keramaian berlebihan," jelasnya.

Orang tua juga disarankan memantau prakiraan cuaca sebelum melakukan perjalanan mudik serta memastikan kondisi anak dalam keadaan sehat.

Perlengkapan Mudik Bersama Anak yang Wajib Dibawa

Persiapan perlengkapan juga menjadi bagian penting dalam perjalanan mudik bersama anak. IDAI menyarankan beberapa barang berikut untuk dibawa agar perjalanan mudik lebih aman dan nyaman.

1. Kotak P3K

Kotak pertolongan pertama perlu disiapkan selama mudik. Beberapa obat dasar yang disarankan antara lain parasetamol, obat antimabuk perjalanan, oralit, plester, perban, termometer, dan vitamin C.

2. Dokumen Penting

Orang tua perlu membawa dokumen identitas anak seperti Akta Kelahiran atau Kartu Keluarga saat mudik. Selain itu, siapkan juga tiket perjalanan, bukti pemesanan hotel, serta daftar nomor darurat termasuk rumah sakit terdekat di jalur mudik.

3. Jaket hingga Payung

Perubahan cuaca dapat terjadi selama perjalanan mudik. Karena itu, jaket, jas hujan atau payung, alas kaki antiselip, serta pakaian ganti menjadi perlengkapan penting untuk dibawa.

4. Bekal dan Hiburan Anak

Bekal makanan sehat seperti buah potong, telur rebus, omelet, atau biskuit dapat membantu menjaga energi anak selama perjalanan mudik. Orang tua juga dapat membawa botol minum sendiri, buku cerita, atau mainan kecil untuk menghibur anak selama mudik.

Tips Aman Berkendara Saat Mudik Membawa Anak

Selain kesehatan, IDAI juga menyoroti pentingnya keselamatan anak selama perjalanan mudik. Pasalnya, cedera akibat kecelakaan lalu lintas masih menjadi salah satu penyebab utama kematian dan disabilitas pada anak dan remaja secara global.

"Keselamatan anak di jalan adalah tanggung jawab mutlak orangtua. Jangan pernah menganggap remeh penggunaan car seat atau sabuk pengaman," ungkap Sekretaris Umum Pengurus Pusat IDAI Hikari Ambara Sjakti.

Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan ketika membawa anak untuk mengikuti perjalanan mudik agar tetap aman:

Aturan Penggunaan Car Seat untuk Anak

Untuk perjalanan mudik menggunakan mobil, bayi baru lahir hingga usia dua tahun wajib menggunakan rear facing car seat* alias *car seat* yang dipasang menghadap belakang atau membelakangi kaca depan. *Car seat ini pun wajib dipasang di kursi belakang.

Sementara itu, anak usia dua hingga lima tahun dapat menggunakan forward facing car seat* alias menghadap depan. Adapun anak di atas lima tahun dapat menggunakan *booster seat hingga sabuk pengaman dapat terpasang dengan benar. Anak di bawah usia 12 tahun juga disarankan tetap duduk di kursi belakang selama perjalanan mudik untuk perlindungan yang lebih optimal.

Aturan Naik Motor Membawa Anak Saat Mudik

Untuk kendaraan roda dua, IDAI menegaskan bahwa anak di bawah usia enam tahun tidak diperkenankan naik sepeda motor saat mudik. Jika anak sudah cukup usia untuk ikut berkendara saat mudik, ia harus menggunakan helm berstandar SNI yang sesuai ukuran kepala dan duduk di belakang pengendara.

Selain itu, remaja di bawah usia 17 tahun tidak diperbolehkan mengemudi karena belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Pengemudi juga harus dalam kondisi sehat dan tidak berada di bawah pengaruh alkohol atau obat yang menyebabkan kantuk.

Selama perjalanan mudik jarak jauh, pengemudi disarankan beristirahat di rest area setiap dua hingga tiga jam untuk mencegah kelelahan serta menjaga konsentrasi saat berkendara.

Demikian ulasan mengenai tips aman membawa anak ikut serta dalam perjalanan mudik sesuai dengan rekomendasi IDAI. Semoga membantu!

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Ketagihan Bermain Drift Trike yang Seru di Kota Bandung"
[Gambas:Video 20detik]
(mso/mso)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads