Hujan dan angin kencang masih melanda kawasan kaki Gunung Burangrang. Di tengah proses pencarian yang terus berjalan, duka mendalam menyelimuti prosesi pemakaman salah seorang korban longsor, Senin (2/2/2026).
Korban tersebut adalah Widia Dwi Aryanti. Gadis berusia 15 tahun ini tak sempat menyelamatkan diri saat longsor menerjang permukimannya di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).
Widia dimakamkan berdampingan dengan pusara ibu dan kakeknya. Hal yang memilukan, Widia mengembuskan napas terakhir tepat sehari setelah merayakan ulang tahunnya.
Tak ayal, saat pemakaman berlangsung siang tadi, rekan-rekan sekolahnya dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) tak kuasa menahan tangis. Mereka saling menguatkan agar tetap tegar seraya mendoakan mendiang di pusara.
"Sedih banget, tidak menyangka dapat kabar ini. Dia orang baik," kata Sabrina, teman sekolah mendiang Widia saat ditemui di lokasi.
Di nisan kayu itu tertulis almarhumah lahir pada 23 Januari 2011. Siswi kelas VIII MTs Al Amin ini terakhir kali bertemu teman sekelasnya pada Jumat lalu. Peringatan ulang tahunnya yang ke-15 pun menjadi yang terakhir bagi keluarga dan sahabat.
"Kami sudah punya banyak rencana, nanti saat puasa mau buka bersama dan main bareng. Tapi ternyata ada longsor, sampai sekarang saya masih tidak menyangka," ucap Sabrina lirih.
Simak Video "Video: Soroti Longsor Cisarua Bandung, BRIN Minta Pemprov Jabar Pasang Pemantau Hujan"
(ral/mso)