Duka yang Tersisa di Tragedi Cisarua

Round-Up

Duka yang Tersisa di Tragedi Cisarua

Tim detikJabar - detikJabar
Selasa, 03 Feb 2026 10:00 WIB
Duka yang Tersisa di Tragedi Cisarua
Logsor Cisarua (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar).
Bandung Barat -

Hujan dan angin kencang masih melanda kawasan kaki Gunung Burangrang. Di tengah proses pencarian yang terus berjalan, duka mendalam menyelimuti prosesi pemakaman salah seorang korban longsor, Senin (2/2/2026).

Korban tersebut adalah Widia Dwi Aryanti. Gadis berusia 15 tahun ini tak sempat menyelamatkan diri saat longsor menerjang permukimannya di Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Widia dimakamkan berdampingan dengan pusara ibu dan kakeknya. Hal yang memilukan, Widia mengembuskan napas terakhir tepat sehari setelah merayakan ulang tahunnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak ayal, saat pemakaman berlangsung siang tadi, rekan-rekan sekolahnya dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) tak kuasa menahan tangis. Mereka saling menguatkan agar tetap tegar seraya mendoakan mendiang di pusara.

"Sedih banget, tidak menyangka dapat kabar ini. Dia orang baik," kata Sabrina, teman sekolah mendiang Widia saat ditemui di lokasi.

ADVERTISEMENT

Di nisan kayu itu tertulis almarhumah lahir pada 23 Januari 2011. Siswi kelas VIII MTs Al Amin ini terakhir kali bertemu teman sekelasnya pada Jumat lalu. Peringatan ulang tahunnya yang ke-15 pun menjadi yang terakhir bagi keluarga dan sahabat.

"Kami sudah punya banyak rencana, nanti saat puasa mau buka bersama dan main bareng. Tapi ternyata ada longsor, sampai sekarang saya masih tidak menyangka," ucap Sabrina lirih.

Widia merupakan korban kedahsyatan longsor Gunung Burangrang yang terjadi pada 24 Januari 2026. Ia dan beberapa anggota keluarganya tertimbun material tanah saat sedang terlelap tidur.

"Ibu dan kakeknya sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Namun, adik dan kakaknya masih dicari. Mudah-mudahan bisa segera ditemukan," ujar salah seorang kerabat Widia.

Sementara itu, operasi pencarian yang dilakukan sejak pagi mulai membuahkan hasil. Tim SAR menemukan tiga kantong jenazah baru yang langsung dibawa ke posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.

"Tim menemukan tiga kantong jenazah. Semuanya sudah diserahkan ke posko DVI," kata Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian.

Penambahan temuan pada operasi hari kesepuluh ini menjadikan total korban yang ditemukan tertimbun longsor di Cisarua sebanyak 79 orang. Petugas masih berupaya mencari satu korban lain yang dilaporkan hilang.

"Secara keseluruhan, total temuan sebanyak 79 kantong jenazah. Sehingga tersisa satu orang lagi yang masih dalam pencarian," pungkas Ade Dian.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Soroti Longsor Cisarua Bandung, BRIN Minta Pemprov Jabar Pasang Pemantau Hujan"
[Gambas:Video 20detik]
(ral/mso)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads