Perjuangan Hari Kelima Operasi SAR Korban Longsor Cisarua Bandung

Round-up

Perjuangan Hari Kelima Operasi SAR Korban Longsor Cisarua Bandung

Bima Bagaskara - detikJabar
Kamis, 29 Jan 2026 09:00 WIB
Area pencarian korban tertimbun longsor Cisarua
Area pencarian korban longsor di Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung -

Kabut tebal yang menyelimuti kaki Gunung Burangrang dan hujan yang tak kunjung reda menjadi saksi beratnya operasi pencarian korban longsor di Kampung Pasir Kuning dan Pasir Kuda, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Hingga hari kelima operasi, Rabu (28/1/2026), tim SAR gabungan dan Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat masih berjibaku menemukan korban yang tertimbun dan memastikan identitas para jenazah yang telah dievakuasi.

Berikut rangkuman perkembangan pencarian dan identifikasi korban longsor Cisarua, disusun secara berurutan:

Update DVI: 50 Kantong Jenazah, 34 Korban Teridentifikasi

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat merilis perkembangan terbaru proses identifikasi jenazah korban longsor. Hingga hari keempat pencarian, Posko DVI Polda Jabar telah menerima total 50 kantong jenazah, menyusul tambahan 10 kantong pada Selasa (27/1).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Hendra Rochmawan mengatakan, dari jumlah tersebut, empat jenazah kembali berhasil diidentifikasi melalui proses post-mortem dan ante-mortem.

"Total 34 korban berhasil diidentifikasi, bertambah dari sebelumnya 30 korban," ujar Hendra.

ADVERTISEMENT

Ia memastikan proses identifikasi akan terus berlanjut hingga seluruh korban teridentifikasi. Karena masih ada kantong jenazah yang belum diproses, tim DVI bekerja hingga malam hari sesuai prosedur.

"Polda Jabar mengimbau masyarakat bersabar menunggu informasi resmi. Kami berkomitmen melakukan identifikasi secara profesional, teliti, dan mengedepankan aspek kemanusiaan," pungkasnya.

Dimulai Lebih Lambat

Pada pencarian hari kelima ini, operasi SAR dimulai lebih lambat dari biasanya. Hujan yang turun sejak dini hari membuat kondisi medan longsor terlalu berbahaya untuk diakses.

Sekitar pukul 08.30 WIB, tim SAR gabungan akhirnya bisa menginjakkan kaki di worksite untuk melanjutkan pencarian korban longsor yang terjadi pada Sabtu (24/1).

Direktur Operasi Basarnas, Laksamana Pertama TNI Y. Bramantyo, memaparkan capaian evakuasi hingga hari sebelumnya.

"Sampai pukul 18.10 WIB kemarin, kita total sudah mendapatkan 48 body pack. Target kita sampai pagi ini, ada 32 body pack," kata Bramantyo.

Fokus Tiga Sektor dan Tambahan Alat Berat

Dalam rencana operasi hari kelima, pencarian difokuskan pada tiga sektor dari lima sektor yang ada, yakni sektor A1, A2, dan B3, dengan tambahan sektor A3 yang berada di ketinggian atau lebih dekat ke kaki Gunung Burangrang.

"Kita sudah bagi untuk tim kegiatan pada sektor-sektor ini. Jadi fokusnya tetap di worksite yang sudah kita tentukan," kata Bramantyo.

Untuk mempercepat evakuasi, tim SAR juga mendapat tambahan alat berat. "Kemarin sudah ada 13 alat berat, lalu kita dapat tambahan lagi 4 alat berat dini hari tadi. Kita optimalkan peralatan yang ada," ucap Bramantyo.

Operasi pencarian direncanakan berlangsung 7 hari dikali 2 atau selama 14 hari, dengan evaluasi setelah sepekan berjalan.

Petugas Divaksinasi, Kesehatan Jadi Perhatian

Seiring lamanya proses pencarian dan kondisi jenazah yang mulai mengalami dekomposisi, aspek kesehatan petugas menjadi perhatian. Tim SAR dan relawan mulai diberikan vaksinasi tetanus.

"Sesuai SOP, setelah hari ketiga petugas harus mendapatkan vaksinasi tetanus. Seluruh relawan yang terlibat evakuasi silakan ke posko kesehatan pukul 16.00-17.00 WIB," kata Kepala Dinas Kesehatan KBB, Lia N. Sukandar.

Selain itu, setiap jasad yang dievakuasi wajib disterilisasi sebelum dimasukkan ke kantong jenazah dan peti mati. "Prosesnya disterilisasi dulu, baru dimasukkan ke peti jenazah. Kami sudah menyiapkan petinya," ujar Lia.

Dinas Kesehatan KBB telah menyiapkan 50 peti jenazah lengkap dengan kain kafan dan kantong mayat dari RSUD Cikalongwetan, dengan opsi penambahan dari RSUD Cililin jika diperlukan.

Proses evakuasi jasad tertimbun longsor di CisaruaProses evakuasi jasad tertimbun longsor di Cisarua Foto: Whisnu Pradana

Cuaca Buruk, Pencarian Sempat Dihentikan

Cuaca kembali menjadi hambatan serius pada hari kelima. Hujan turun sejak subuh hingga siang hari, ditambah kabut tebal yang membatasi jarak pandang.

Incident Commander (IC) Longsor Cisarua, Ade Zakir Hasyim, menyampaikan pembaruan data korban.

"Jadi update hari ini, sudah 50 kantong jenazah diserahkan ke tim DVI Polda Jawa Barat sejak hari pertama. Sisa 30 lagi yang masih dicari," kata Ade.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar telah teridentifikasi. "Dari 50 kantong jenazah yang ditemukan, sebanyak 35 jenazah sudah diidentifikasi oleh tim DVI. Sementara 15 jenazah lagi masih terus diidentifikasi," imbuhnya.

Ratusan Warga Mengungsi

Bencana longsor ini tak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga memaksa ratusan warga mengungsi. Saat ini sekitar 650 warga terdampak mengungsi di posko Desa Pasirlangu.

"Untuk jumlah rumah rusak berat total 48 unit, namun jumlahnya bisa saja bertambah lagi karena saat ini kita fokus ke pencarian korban tersisa," kata Ade.

Karena hujan terus mengguyur dan kondisi medan yang membahayakan, pencarian terhadap korban tersisa terpaksa dihentikan sementara sejak Rabu siang.

(bba/yum)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads