Bacaan Niat dan Tata Cara Zakat Fitrah yang Benar Lengkap Arab dan Penjelasannya

Bacaan Niat dan Tata Cara Zakat Fitrah yang Benar Lengkap Arab dan Penjelasannya

Salsa Dila Fitria Oktavianti - detikHikmah
Minggu, 08 Mar 2026 20:00 WIB
Bacaan Niat dan Tata Cara Zakat Fitrah yang Benar Lengkap Arab dan Penjelasannya
Ilustrasi zakat. Foto: Shutterstock/
Jakarta -

Bacaan niat dan tata cara zakat fitrah yang benar menjadi hal penting untuk dipahami setiap Muslim menjelang Hari Raya Idulfitri. Zakat fitrah merupakan kewajiban yang harus ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Id.

Kewajiban zakat fitrah telah dijelaskan dalam hadits Rasulullah SAW,

عَنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ زَكَاةَ الْفِطْرِ صَاعًا مِنْ تَمْرِ أَوْ صَاعًا مِنْ شَعِيْرٍ عَلَى الْعَبْدِ وَالْحُرِ وَالذَّكَرِ وَالْأُنْثَى وَالصَّغِيْرِ وَالْكَبِيرِ مِنَ الْمُسْلِمِينَ وَأَمَرَ بِهَا أَنْ تُؤَدَّى قَبْلَ خُرُوجِ النَّاسِ إِلَى الصَّلَاةِ رواه البخاري ومسلم

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Latin: 'Anibni 'Umara radiyallahu 'anhuma qala: farada rasūlullahi şallallahu 'alaihi wa sallama zakātal fitri, şä'ān min tamrin, au şā'ān min sya'ïrin: 'alal 'abdi wal hurri, waż-żakari, wal unsa, was-sagiri, wal kabiri, minal muslimin, wa amara bihā antu'adda qabla khurūjin nāsi iläş şalāti. (rawāhul Bukhari wa Muslim)

Artinya: Dari Ibnu Umar Ra. berkata: "Rasulullah Saw. telah mewajibkan zakat fitrah, satu gantang kurma atau satu gantang sya'ir atas budak dan orang merdeka, laki-laki dan perempuan, anak-anak dan dewasa. Rasulullah Saw. memerintahkan agar zakat fitrah itu ditunaikan sebelum orang akan pergi melakukan shalat Idul Fitri." (HR. Bukhari dan Muslim)

ADVERTISEMENT

Niat Zakat Fitrah

Dikutip dari buku Menggapai Surga dengan Doa karya Achmad Munib, terdapat beberapa bacaan niat zakat fitrah yang dapat dibaca oleh umat Muslim ketika hendak menunaikan zakat fitrah.

1. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu an ukhrija zakātal-fiṭri 'an nafsī fardhan lillāhi ta'ālā


Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah Ta'ala."

2. Niat Zakat Fitrah untuk Istri

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِي فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu an ukhrija zakātal-fiṭri 'an zaujatii fardhan lillāhi ta'ālā

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah Ta'ala."

3. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِي (....) فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu an ukhrija zakātal-fiṭri 'an waladī (sebutkan nama) farḍhan lillāhi ta'ālā


Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta'ala."

4. Niat Zakat Fitrah untuk Anak Perempuan

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ بِنْتِي (....) فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu an ukhrija zakātal-fiṭri 'an bintī (sebutkan nama) fardhan lillāhi ta'ālā

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta'ala."

5. Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri dan Keluarga

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنِّي وَعَنْ جَمِيعِ مَنْ يَلْزَمُنِي نَفَقَتُهُمْ شَرْعًا فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu an ukhrija zakātal-fiṭri 'annī wa 'an jamī'i man yalzamunī nafaqatuhum syar'an fardhan lillāhi ta'ālā

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku secara syariat, fardu karena Allah Ta'ala."

6. Niat Zakat Fitrah untuk Orang yang Diwakilkan

نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (.....) فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin: Nawaitu an ukhrija zakātal-fiṭri 'an (sebutkan nama) fardhan lillāhi ta'ālā

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk (sebutkan nama), fardu karena Allah Ta'ala."

Tata Cara Zakat Fitrah

Dijelaskan dalam buku Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas V oleh Yusak Burhanudin dan Muhammad Najib, berikut tata cara zakat fitrah yang benar.

1. Menentukan terlebih dahulu jenis barang yang akan digunakan untuk menunaikan zakat fitrah. Umumnya zakat fitrah dibayarkan menggunakan makanan pokok yang biasa dikonsumsi sehari-hari, seperti beras.

Selain itu, zakat fitrah juga dapat diberikan dalam bentuk uang dengan nilai yang setara dengan 2,5 kilogram atau 3,5 liter bahan makanan pokok. Namun, akan lebih utama apabila uang tersebut terlebih dahulu dibelikan makanan pokok.

2. Jika zakat fitrah dikeluarkan dalam bentuk makanan pokok, maka jumlahnya harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Misalnya dengan menimbang menggunakan timbangan agar beratnya benar-benar mencapai 2,5 kilogram.

3. Setelah itu, tentukan cara penyalurannya. Zakat fitrah dapat diserahkan melalui panitia atau amil zakat, maupun diberikan secara langsung kepada mustahik yang berhak menerimanya.

4. Saat menyerahkan zakat fitrah, muzakki (orang yang wajib mengeluarkan zakat) dianjurkan membaca niat sesuai dengan kondisi, seperti niat untuk diri sendiri atau untuk keluarga sebagaimana telah disebutkan di atas.

5. Panitia atau penerima zakat dapat membaca doa ketika menerima zakat fitrah sebagai berikut.

أَجَرَكَ اللهُ فِيمَا أَعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيمَا أَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا

Latin: Ajarakallahu fīmā a'ṭaita, wa bāraka fīmā abqaita, wa ja'alahu laka ṭahūrā.

Artinya: Semoga Allah memberikan pahala kepadamu atas apa yang telah engkau berikan, memberkahi apa yang masih engkau miliki, dan menjadikannya sebagai penyuci bagi kami dan juga bagimu.




(inf/inf)
Panduan Zakat Fitrah

Panduan Zakat Fitrah

46 konten
Zakat fitrah wajib ditunaikan pada akhir Ramadan hingga sebelum salat Idul Fitri. Zakat yang dikeluarkan umat Islam akan dibagikan kepada 8 golongan penerimanya. Informasi seputar zakat fitrah terangkum di sini.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads