Sejarah Zakat di Periode Pra-Kenabian Rasulullah SAW

Sejarah Zakat di Periode Pra-Kenabian Rasulullah SAW

Berliana Intan Maharani - detikHikmah
Kamis, 13 Apr 2023 06:00 WIB
Sejarah Zakat di Periode Pra-Kenabian Rasulullah SAW
Sejarah zakat. Foto: Getty Images/iStockphoto/selimaksan
Yogyakarta -

Zakat merupakan salah satu kewajiban yang telah disyariatkan dari beberapa nabi sebelum lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Di luar syariat yang diturunkan kepada Rasulullah SAW beserta umatnya, zakat sebenarnya telah disyariatkan kepada umat terdahulu yang hidup jauh sebelum Rasulullah SAW diutus ke muka bumi.

Dilansir dari buku Zakat dalam Islam: Menelisik Aspek Historis, Sosiologis, dan Yuridis karya Khairuddin, kewajiban zakat telah disyariatkan kepada para nabi dan rasul terdahulu, di antaranya Nabi Ibrahim as. dan Nabi Ismail as.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, di masa Bani Israil atau umat Nabi Musa as., perintah menunaikan zakat telah disyariatkan. Demikian pula kepada umat Nabi Isa as., Ahli kitab diperintahkan untuk menunaikan zakat sebagai salah satu instrumen agama yang lurus.

Dalam Al-Qur'an disebutkan bahwa Allah SWT dulunya mensyariatkan zakat kepada Nabi Ibrahim, kemudian diteruskan kepada anaknya. Selanjutnya diteruskan lagi kepada Nabi Musa atas Bani Israil, Nabi Isa, serta Ahli Kitab dan masing-masing umat mereka.

ADVERTISEMENT

Sejarah Zakat di Periode Pra-Kenabian

1. Nabi Ibrahim dan Keturunannya

Sejarah zakat di periode pra-kenabian disyariatkan kepada Nabi Ibrahim, lalu diteruskan kepada anaknya. Hal ini dijelaskan melalui Al-Qur'an surat Al-Anbiya' ayat 73, Allah SWT berfirman:

ŲˆŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„Ų’Ų†ŲŽŲ°Ų‡ŲŲ…Ų’ ØŖŲŽØĻŲŲ…Ų‘ŲŽØŠŲ‹ ŲŠŲŽŲ‡Ų’Ø¯ŲŲˆŲ†ŲŽ Ø¨ŲØŖŲŽŲ…Ų’ØąŲŲ†ŲŽØ§ ŲˆŲŽØŖŲŽŲˆŲ’Ø­ŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽØ§Ų“ ØĨŲŲ„ŲŽŲŠŲ’Ų‡ŲŲ…Ų’ ŲŲØšŲ’Ų„ŲŽ ŲąŲ„Ų’ØŽŲŽŲŠŲ’ØąŲŽŲ°ØĒؐ ŲˆŲŽØĨŲŲ‚ŲŽØ§Ų…ŲŽ ŲąŲ„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ°ØŠŲ ŲˆŲŽØĨؐ؊ØĒŲŽØ§Ų“ØĄŲŽ ŲąŲ„Ø˛Ų‘ŲŽŲƒŲŽŲˆŲ°ØŠŲ ۖ ŲˆŲŽŲƒŲŽØ§Ų†ŲŲˆØ§ÛŸ Ų„ŲŽŲ†ŲŽØ§ ØšŲŽŲ°Ø¨ŲØ¯ŲŲŠŲ†ŲŽ

Artinya: "Kami wahyukan kepada mereka untuk mengerjakan kebajikan, mendirikan sholat, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kamilah mereka selalu menyembah." (QS Al-Anbiya': 73).

2. Nabi Ismail

Selanjutnya, perintah menunaikan zakat disyariatkan kepada Nabi Ismail, putra Nabi Ibrahim as. Sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an surat Maryam ayat 54-55, Allah SWT berfirman:

ŲˆŲŽŲąØ°Ų’ŲƒŲØąŲ’ ؁ؐ؉ ŲąŲ„Ų’ŲƒŲØĒŲŽŲ°Ø¨Ų ØĨŲØŗŲ’Ų…ŲŽŲ°ØšŲŲŠŲ„ŲŽ ۚ ØĨŲŲ†Ų‘ŲŽŲ‡ŲÛĨ ŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØĩŲŽØ§Ø¯ŲŲ‚ŲŽ ŲąŲ„Ų’ŲˆŲŽØšŲ’Ø¯Ų ŲˆŲŽŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØąŲŽØŗŲŲˆŲ„Ų‹Ø§ Ų†Ų‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ‘Ų‹Ø§. ŲˆŲŽŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ŲŠŲŽØŖŲ’Ų…ŲØąŲ ØŖŲŽŲ‡Ų’Ų„ŲŽŲ‡ŲÛĨ Ø¨ŲŲąŲ„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ°ØŠŲ ŲˆŲŽŲąŲ„Ø˛Ų‘ŲŽŲƒŲŽŲˆŲ°ØŠŲ ŲˆŲŽŲƒŲŽØ§Ų†ŲŽ ØšŲŲ†Ø¯ŲŽ ØąŲŽØ¨Ų‘ŲŲ‡ŲÛĻ Ų…ŲŽØąŲ’ØļŲŲŠŲ‘Ų‹Ø§

Artinya: "Dan ceritakanlah (hai Muhammad kepada mereka) kisah Ismail (yang tersebut) di dalam Al-Qur'an. Sesungguhnya ia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul dan nabi. Dan ia menyuruh keluarganya untuk sholat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seseorang yang diridhai di sisi Tuhannya." (QS Maryam: 54-55).

3. Nabi Musa, Kaum Yahudi, dan Bani Israil

Kepada Nabi Musa as. dan kaum yahudi atau Bani Israil, Allah SWT telah mensyariatkan perintah zakat. Bahkan, zakat dijadikan sebagai isi perjanjian yang mengikat mereka dengan Allah SWT. Hal tersebut termaktub dalam surat Al Baqarah ayat 83 dan surat Al Maidah ayat 12. Dalam surat Al-Baqarah, Allah SWT berfirman:

ŲˆŲŽØĨŲØ°Ų’ ØŖŲŽØŽŲŽØ°Ų’Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲŲŠØĢŲŽŲ°Ų‚ŲŽ Ø¨ŲŽŲ†ŲŲ‰Ų“ ØĨŲØŗŲ’ØąŲŽŲ°Ų“ØĄŲŲŠŲ„ŲŽ Ų„ŲŽØ§ ØĒŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯ŲŲˆŲ†ŲŽ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ ŲˆŲŽØ¨ŲŲąŲ„Ų’ŲˆŲŽŲ°Ų„ŲØ¯ŲŽŲŠŲ’Ų†Ų ØĨŲØ­Ų’ØŗŲŽØ§Ų†Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØ°ŲŲ‰ ŲąŲ„Ų’Ų‚ŲØąŲ’Ø¨ŲŽŲ‰Ų° ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’ŲŠŲŽØĒŲŽŲ°Ų…ŲŽŲ‰Ų° ŲˆŲŽŲąŲ„Ų’Ų…ŲŽØŗŲŽŲ°ŲƒŲŲŠŲ†Ų ŲˆŲŽŲ‚ŲŲˆŲ„ŲŲˆØ§ÛŸ Ų„ŲŲ„Ų†Ų‘ŲŽØ§ØŗŲ Ø­ŲØŗŲ’Ų†Ų‹Ø§ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ‚ŲŲŠŲ…ŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ°ØŠŲŽ ŲˆŲŽØĄŲŽØ§ØĒŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„Ø˛Ų‘ŲŽŲƒŲŽŲˆŲ°ØŠŲŽ ØĢŲŲ…Ų‘ŲŽ ØĒŲŽŲˆŲŽŲ„Ų‘ŲŽŲŠŲ’ØĒŲŲ…Ų’ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų‚ŲŽŲ„ŲŲŠŲ„Ų‹Ø§ Ų…Ų‘ŲŲ†ŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ†ØĒŲŲ… Ų…Ų‘ŲØšŲ’ØąŲØļŲŲˆŲ†ŲŽ

Artinya: "Dan (ingatlah) ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu) janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat baiklah kepada ibu bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah sholat dan tunaikanlah zakat, kemudian kami tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling." (QS Al-Baqarah: 83).

Selanjutnya, dalam surat al-Maidah ayat 12 Allah SWT berfirman:

ŲˆŲŽŲ„ŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ØŖŲŽØŽŲŽØ°ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų Ų…ŲŲŠØĢŲŽŲ°Ų‚ŲŽ Ø¨ŲŽŲ†ŲŲ‰Ų“ ØĨŲØŗŲ’ØąŲŽŲ°Ų“ØĄŲŲŠŲ„ŲŽ ŲˆŲŽØ¨ŲŽØšŲŽØĢŲ’Ų†ŲŽØ§ Ų…ŲŲ†Ų’Ų‡ŲŲ…Ų ŲąØĢŲ’Ų†ŲŽŲ‰Ų’ ØšŲŽØ´ŲŽØąŲŽ Ų†ŲŽŲ‚ŲŲŠØ¨Ų‹Ø§ ۖ ŲˆŲŽŲ‚ŲŽØ§Ų„ŲŽ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡Ų ØĨؐ؆ؑؐ؉ Ų…ŲŽØšŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ۖ Ų„ŲŽØĻؐ؆ؒ ØŖŲŽŲ‚ŲŽŲ…Ų’ØĒŲŲ…Ų ŲąŲ„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ°ØŠŲŽ ŲˆŲŽØĄŲŽØ§ØĒŲŽŲŠŲ’ØĒŲŲ…Ų ŲąŲ„Ø˛Ų‘ŲŽŲƒŲŽŲˆŲ°ØŠŲŽ ŲˆŲŽØĄŲŽØ§Ų…ŲŽŲ†ØĒŲŲ… Ø¨ŲØąŲØŗŲŲ„ŲŲ‰ ŲˆŲŽØšŲŽØ˛Ų‘ŲŽØąŲ’ØĒŲŲ…ŲŲˆŲ‡ŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽØŖŲŽŲ‚Ų’ØąŲŽØļŲ’ØĒŲŲ…Ų ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ų‚ŲŽØąŲ’ØļŲ‹Ø§ Ø­ŲŽØŗŲŽŲ†Ų‹Ø§ Ų„Ų‘ŲŽØŖŲŲƒŲŽŲŲ‘ŲØąŲŽŲ†Ų‘ŲŽ ØšŲŽŲ†ŲƒŲŲ…Ų’ ØŗŲŽŲŠŲ‘ŲŲ€Ų”ŲŽØ§ØĒŲŲƒŲŲ…Ų’ ŲˆŲŽŲ„ŲŽØŖŲØ¯Ų’ØŽŲŲ„ŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲƒŲŲ…Ų’ ØŦŲŽŲ†Ų‘ŲŽŲ°ØĒŲ ØĒŲŽØŦŲ’ØąŲŲ‰ ؅ؐ؆ ØĒŲŽØ­Ų’ØĒŲŲ‡ŲŽØ§ ŲąŲ„Ų’ØŖŲŽŲ†Ų’Ų‡ŲŽŲ°ØąŲ ۚ ŲŲŽŲ…ŲŽŲ† ŲƒŲŽŲŲŽØąŲŽ Ø¨ŲŽØšŲ’Ø¯ŲŽ Ø°ŲŽŲ°Ų„ŲŲƒŲŽ Ų…ŲŲ†ŲƒŲŲ…Ų’ ŲŲŽŲ‚ŲŽØ¯Ų’ ØļŲŽŲ„Ų‘ŲŽ ØŗŲŽŲˆŲŽØ§Ų“ØĄŲŽ ŲąŲ„ØŗŲ‘ŲŽØ¨ŲŲŠŲ„Ų

Artinya: "Dan sesungguhnya Allah telah mengambil perjanjian (dari) Bani Israil dan telah Kami angkat diantara mereka 12 orang pemimpin dan Allah berfirman: "Sesungguhnya Aku beserta kamu, sesungguhnya jika kamu mendirikan shalat dan menunaikan zakat serta beriman kepada rasul-rasul-Ku dan kamu bantu mereka dan kamu pinjamkan kepada Allah pinjaman yang baik sesungguhnya Aku akan menutupi dosa-dosamu. Dan sesungguhnya kamu akan Kumasukkan ke dalam surga yang mengalir air di dalamnya sungai-sungai. Maka barangsiapa yang kafir di antaramu sesudah itu, sesungguhnya ia telah tersesat dari jalan yang lurus." (QS Al-Maidah: 5).

4. Umat Nabi Isa

Dahulu, umat Nabi Isa as. pun memiliki kewajiban untuk menunaikan zakat, sebagaimana perkataan beliau yang termaktub dalam Al-Qur'an surat Maryam ayat 31:

ŲˆŲŽØŦŲŽØšŲŽŲ„ŲŽŲ†ŲŲ‰ Ų…ŲØ¨ŲŽØ§ØąŲŽŲƒŲ‹Ø§ ØŖŲŽŲŠŲ’Ų†ŲŽ Ų…ŲŽØ§ ŲƒŲŲ†ØĒŲ ŲˆŲŽØŖŲŽŲˆŲ’ØĩŲŽŲ°Ų†ŲŲ‰ Ø¨ŲŲąŲ„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ°ØŠŲ ŲˆŲŽŲąŲ„Ø˛Ų‘ŲŽŲƒŲŽŲˆŲ°ØŠŲ Ų…ŲŽØ§ Ø¯ŲŲ…Ų’ØĒŲ Ø­ŲŽŲŠŲ‘Ų‹Ø§

Artinya: "Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) sholat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup." (QS Maryam: 31).

5. Perintah kepada Ahli Kitab

Dalam Al-Qur'an surat Al-Bayyinah ayat 5, dijelaskan bahwa Ahli Kitab juga dikenai kewajiban zakat, Allah SWT berfirman:

ŲˆŲŽŲ…ŲŽØ§Ų“ ØŖŲŲ…ŲØąŲŲˆŲ“Ø§ÛŸ ØĨŲŲ„Ų‘ŲŽØ§ Ų„ŲŲŠŲŽØšŲ’Ø¨ŲØ¯ŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„Ų„Ų‘ŲŽŲ‡ŲŽ Ų…ŲØŽŲ’Ų„ŲØĩŲŲŠŲ†ŲŽ Ų„ŲŽŲ‡Ų ŲąŲ„Ø¯Ų‘ŲŲŠŲ†ŲŽ Ø­ŲŲ†ŲŽŲŲŽØ§Ų“ØĄŲŽ ŲˆŲŽŲŠŲŲ‚ŲŲŠŲ…ŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„ØĩŲ‘ŲŽŲ„ŲŽŲˆŲ°ØŠŲŽ ŲˆŲŽŲŠŲØ¤Ų’ØĒŲŲˆØ§ÛŸ ŲąŲ„Ø˛Ų‘ŲŽŲƒŲŽŲˆŲ°ØŠŲŽ ۚ ŲˆŲŽØ°ŲŽŲ°Ų„ŲŲƒŲŽ Ø¯ŲŲŠŲ†Ų ŲąŲ„Ų’Ų‚ŲŽŲŠŲ‘ŲŲ…ŲŽØŠŲ

Artinya: "Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat, dan yang demikian itulah agama yang lurus."

Dengan demikian, itulah sejarah zakat di periode pra-kenabian Muhammad SAW. Saat memasuki periode kenabian, zakat sudah disyariatkan sejak Rasulullah SAW tinggal di Makkah, tetapi sifatnya masih sangat umum. Setelah hijrahnya Nabi SAW ke Madinah, syariat zakat semakin lengkap dan menjadi kewajiban umat Islam hingga masa kini.

Nah, bagi detikers yang ingin membayar zakat juga bisa cek hitungannya di Kalkulator Zakat DI SINI.




(lus/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads