Menjelang puncak ibadah haji 1447 H / 2026 M, kesiapan infrastruktur pendukung bagi jemaah terus diperkuat. Fokus utama pemerintah tahun ini tetap tertuju pada kenyamanan jemaah lanjut usia dan disabilitas. Sebagai langkah nyata, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Daerah Kerja (Daker) Bandara secara resmi menerima dukungan berupa 300 unit kursi roda baru dari Bank Syariah Indonesia (BSI) pada Selasa (12/5).
Bantuan tahap pertama ini tiba di momen yang tepat, bertepatan dengan mendaratnya jemaah haji kelompok terbang (kloter) JKB-14 di Bandara King Abdulaziz, Jeddah. Kehadiran sarana mobilisasi ini menjadi angin segar bagi petugas di lapangan guna memastikan tidak ada jemaah yang terkendala fisik saat menghadapi padatnya rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Kepala Daker Bandara, Abdul Basir, menegaskan bahwa ratusan kursi roda tersebut akan langsung didistribusikan ke berbagai titik krusial, terutama di wilayah Makkah. Hal ini dilakukan demi menjamin kelancaran prosesi Wukuf hingga lempar jumrah yang menguras energi fisik cukup besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hari ini kami menerima bantuan kursi roda dari BSI sebanyak 300 unit. Kursi roda ini nanti akan kami distribusikan ke Daker Makkah, utamanya untuk menunjang persiapan puncak haji di Wukuf Arafah, Muzdalifah, dan Mina," ujar Abdul Basir usai mengawal kedatangan bantuan tersebut di Bandara King Abdulaziz Jeddah.
Strategi distribusi tidak hanya berfokus pada satu wilayah. Sebagian unit juga direncanakan akan dialokasikan ke Madinah guna mendukung mobilitas jemaah saat fase kepulangan nanti. Menurut Abdul Basir, kerja sama dengan sektor perbankan syariah ini merupakan wujud nyata sinergi untuk menyukseskan visi "Haji Ramah Lansia dan Disabilitas".
Rencananya, pihak Daker Makkah akan meneruskan bantuan ini ke setiap sektor agar dapat diakses langsung oleh jemaah di hotel-hotel tempat mereka menginap. Distribusi yang merata diharapkan mampu meminimalisir hambatan gerak bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik di tengah cuaca ekstrem Arab Saudi.
"Beberapa di antaranya juga akan kami distribusikan ke Daker Madinah untuk menunjang proses layanan kepulangan jemaah haji nantinya. Ini merupakan pengiriman tahap pertama. Direncanakan akan ada pengiriman tahap kedua dengan jumlah yang akan kami konfirmasi ulang dengan PPIH Pusat di Jakarta," jelas Basir menambahkan.
Penguatan fasilitas ini menjadi bukti bahwa aspek kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji. Dengan adanya dukungan sarana yang memadai, diharapkan seluruh jemaah, tanpa memandang kondisi fisik, dapat menjalankan rukun dan wajib haji dengan khusyuk dan aman.
"Mudah-mudahan bermanfaat untuk jemaah haji kita dan dapat menunjang suksesnya penyelenggaraan haji tahun 2026," pungkas Abdul Basir optimis.

Komentar Terbanyak
MUI Desak Masyarakat Konsisten Boikot Produk Pendukung Israel
Mufti Besar Saudi Serukan Pasukan Siap Korbankan Nyawa Hadapi Houthi
Darah Disebut Najis dalam Islam, Mengapa Donor Darah Tetap Diperbolehkan?