Kalender Idul Adha 2026 Lengkap dengan Cuti Bersama

Kalender Idul Adha 2026 Lengkap dengan Cuti Bersama

Daffa Ichyaul Majid Sarja - detikHikmah
Rabu, 13 Mei 2026 15:30 WIB
Kalender Idul Adha 2026 Lengkap dengan Cuti Bersama
Ilustrasi kalender. Foto: iStock
Jakarta -

Idul Adha 2026 sudah semakin dekat. Sebagai salah satu momen paling dinanti umat Islam untuk beribadah kurban dan berkumpul bersama keluarga, kepastian mengenai hari libur dan cuti bersama menjadi informasi yang sangat penting untuk perencanaan agenda.

Lantas, bagaimana rincian jadwal libur nasional dan cuti bersama Idul Adha 2026? Simak ulasan lengkap yang dirangkum detikHikmah berikut ini.

Libur dan Cuti Bersama Idul Adha 2026

Hari Raya Idul Adha termasuk dalam daftar libur nasional dan cuti bersama 2026. Merujuk pada Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 1497/2025, 2/2025, dan 5/2025, tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Idul Adha 1447 H jatuh pada 27 Mei 2026. Sementara itu, cuti bersama Idul Adha akan jatuh sehari setelahnya, yakni 28 Mei 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut kalender Idul Adha 2026 selengkapnya:

  • Rabu, 27 Mei 2026: Libur Nasional Idul Adha 1447 H
  • Kamis, 28 Mei 2026: Cuti bersama Idul Adha 1447 H

Long Weekend Idul Adha 2026

Menariknya, akan ada potensi long weekend Idul Adha 2026. Masyarakat bisa mengambil cuti satu hari pada 29 Mei. Dengan begitu, umat Islam dapat memanfaatkan momen ini untuk berlibur dan berkumpul bersama keluarga.

ADVERTISEMENT

Berikut jadwal potensi long weekend Idul Adha 2026 selengkapnya:

  • Rabu, 27 Mei 2026: Idul Adha 1447 H
  • Kamis, 28 Mei 2026: Cuti bersama Idul Adha 1447 H
  • Jumat, 29 Mei 2026: Rekomendasi ambil cuti
  • Sabtu, 30 Mei 2026: Libur akhir pekan
  • Minggu, 31 Mei 2026: Hari Raya Waisak 2570 BE/libur akhir pekan
  • Senin, 1 Juni 2026: Hari Lahir Pancasila

Prediksi Idul Adha Pemerintah

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) RI akan menetapkan awal Zulhijah dan Idul Adha 2026 dengan menggabungkan dua metode, yakni hisab dan rukyatul hilal.

Dalam proses pemantauannya, Kemenag berpedoman pada kriteria MABIMS yang merupakan standar kesepakatan Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Hilal dapat dinyatakan terlihat jika mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan elongasi 6,4 derajat.

Hasil pemantauan tersebut nantinya akan disampaikan melalui sidang isbat yang digelar pada penghujung bulan Zulkaidah nanti. Meski begitu, merujuk pada Kalender Hijriah Indonesia terbitan Ditjen Bimas Islam Kemenag RI, Idul Adha tahun ini diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Prediksi Idul Adha Nahdlatul Ulama

Sama halnya dengan pemerintah, NU menggunakan metode hisab dan rukyatul hilal dalam menentukan bulan Zulhijah dan Idul Adha 2026. Ketetapan resmi baru akan disampaikan di penghujung Zulkaidah nanti.

Meski begitu, mengacu pada Kalender Almanak NU terbitan Lembaga Falakiyah PCNU Bojonegoro, Idul Adha diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Penetapan Idul Adha Muhammadiyah

Berbeda dengan pemerintah dan NU, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan awal Zulhijah dan Idul Adha 2026 dari jauh hari.

Merujuk pada Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, telah ditetapkan bahwa 1 Zulhijah jatuh pada Senin, 18 Mei 2026. Sehingga, Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.

Ketetapan ini mengacu pada parameter Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT) yang dikelola oleh Majelis Tarjih dan Tajdid.




(inf/inf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads