Idul Adha adalah hari raya besar dalam Islam yang diperingati setiap 10 Zulhijah. Jika dikonversi ke kalender masehi, maka penanggalan Idul Adha berbeda setiap tahunnya. Lalu, kapan Idul Adha 2026 berlangsung?
Sejatinya, ketika Idul Adha muslim melaksanakan ibadah kurban. Sunnah ini dilakukan dengan menyebelih hewan ternak seperti kambing, domba, sapi, unta, dan semacamnya.
Terkait kurban disebutkan dalam surah Al Kautsar ayat 2,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ
Artinya: "Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurban lah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah)."
Penetapan tanggal Idul Adha setiap tahun biasanya mengalami perbedaan antara sejumlah ormas dengan pemerintah. Hal ini disebabkan bedanya metode perhitungan yang digunakan.
Idul Adha 2026 Versi Pemerintah
Pemerintah belum menetapkan secara resmi kapan Idul Adha 2026 berlangsung. Penetapan baru diumumkan setelah Kementerian Agama melakukan sidang isbat pada 17 Mei 2026.
"Penetapan awal Zulhijah tetap menunggu hasil rukyat dan keputusan sidang isbat sebagai otoritas resmi pemerintah. Jika ditanya kapan Idul Adha, kami mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil sidang pada 17 Mei," ujar Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag RI, Abu Rokhmad yang dikutip dari situs resminya (11/5/2026).
Lebih lanjut dia menjelaskan proses penetapan awal Zulhijah dilakukan dengan mengintegrasikan metode hisab atau perhitungan astronomi dan rukyat atau pengamatan hilal. Keduanya itu saling melengkapi dan menghasilkan keputusan yang komprehensif.
Meski belum ada penetapan secara resmi, mengacu pada Kalender Hijriah Indonesia 2026 dan Surat Keputusan Bersama (SKB) 3 Menteri tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2026, Idul Adha diprediksi jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Idul Adha 2026 Versi BRIN
Peneliti Pusat Riset Antariksa dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin juga memprediksi terkait penanggalan Idul Adha 2026. Menurutnya, Idul Adha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 secara serentak.
"Insyaallah Idul Adha 1447 H seragam," kata Thomas kepada wartawan, Rabu (13/5/2026) dilansir dari detikNews.
Berdasarkan penuturan Thomas, pada 17 Mei 2026 posisi hilal saat Magrib sudah cukup tinggi di seluruh Indonesia dan hampir seluruh dunia. Thomas mengatakan, berdasarkan perhitungan astronomi, kriteria penetapan awal Zulhijah, baik Muhammadiyah, pemerintah, maupun Arab Saudi, diperkirakan sama-sama terpenuhi.
"Maka, KHGT (Muhammadiyah) sama dengan Ummul Quro (Arab Saudi) sama dengan MABIMS (Pemerintah), awal Zulhijah 1447 sama dengan 18 Mei 2026, dan Idul Adha 27 Mei 2026," ujarnya.
Penentuan awal Zulhijah Kemenag RI menggunakan kombinasi metode hisab dan rukyat. Hisab adalah metode perhitungan astronomi untuk mengetahui posisi hilal, sedangkan rukyat dilakukan melalui pengamatan langsung bulan sabit muda di berbagai titik pemantauan Indonesia.
Idul Adha 2026 Versi Muhammadiyah
Berbeda dengan pemerintah, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah telah menetapkan secara resmi Hari Raya Idul Adha 1447 H jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026. Penetapan ini tertuang dalam Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang diteken di Yogyakarta pada 22 September 2025.
Berdasarkan Maklumat tersebut, ijtimak jelang Zulhijah 1447 H terjadi pada 29 Zulkaidah 1447 H atau Sabtu, 16 Mei 2026 pukul 20.01.02 UTC. Pada saat hari ijtimak, tidak ada wilayah yang memenuhi Parameter Kalender Global (PKG) 1 dan PKG 2, sehingga Zulkaidah disempurnakan 30 hari atau istikmal.
"Di seluruh dunia tanggal 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada hari Senin Kliwon, 18 Mei 2026 M. Hari Arafah (9 Zulhijah 1447 H) jatuh pada hari Selasa Pon, 26 Mei 2026 M. Iduladha (10 Zulhijah 1447 H) jatuh pada Rabu Wage, 27 Mei 2026 M," demikian bunyi maklumat tersebut.
Penetapan Idul Adha Muhammadiyah ini merujuk pada prinsip, syarat dan parameter Kalender Hijriah Global Tunggal yang jadi hasil keputusan Musyawarah Nasional XXXII Tarjih Muhammadiyah yang digelar di Pekalongan pada 2024 lalu.
Idul Adha 2026 Versi Nahdlatul Ulama
Nadhlatul Ulama menggunakan metode Imkanur Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU) untuk menentukan bulan Hijriah. Dengan begitu, sama seperti pemerintah maka NU baru akan menetapkan Idul Adha 2026 setelah rukyatul hilal pada akhir Zulkaidah.
Meski begitu, jika merujuk pada Almanak NU maka Idul Adha 2026 diprediksi jatuh pada 27 Mei 2026. Selama ini, NU dikenal menggunakan pendekatan rukyat atau pengamatan hilal yang sejalan dengan mekanisme sidang isbat pemerintah.
(aeb/lus)












































Komentar Terbanyak
Wamenhaj Dahnil Anzar Nilai Presiden Prabowo Layak Jadi Bapak Haji Indonesia
Mengapa Nabi Isa Disebut Belum Wafat dalam Islam?
Secara Hisab, Idul Adha 1447 H Jatuh pada 27 Mei 2026