Spesial Ramadan
Moderasi Beragama di Tengah Polarisasi Online
Rabu, 25 Feb 2026 18:20 WIB
Prof. Nasaruddin Umar mengajak detikers memahami moderasi beragama sebagai sikap menempatkan agama di posisi tengah, tanpa terjebak pada sikap liberal maupun radikal di tengah polarisasi online. Ia mendorong detikers menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat keteguhan, tanggung jawab, serta konsistensi dalam bersikap di ruang digital yang semakin terbuka dan tanpa batas.












































Komentar Terbanyak
MUI Desak RI Keluar dari Board of Peace Buntut Serangan AS-Israel ke Iran
Pernyataan Soal Zakat Picu Polemik, Menag Sampaikan Klarifikasi
PBNU Kutuk Serangan AS-Israel ke Iran: Brutal dan Merusak Tatanan