Nuzulul Qur'an di Masjid Istiqlal Angkat Tema "Jembatan Harmoni Peradaban"

Nuzulul Qur'an di Masjid Istiqlal Angkat Tema "Jembatan Harmoni Peradaban"

Devi Setya - detikHikmah
Sabtu, 07 Mar 2026 20:00 WIB
Istiqlal Mosque, or Masjid Istiqlal, (Independence Mosque) in Jakarta, Indonesia is the largest mosque in Southeast Asia.
Masjid Istiqlal Foto: Getty Images/iStockphoto/hanafichi
Jakarta -

Masjid Istiqlal kembali menggelar peringatan Nuzulul Qur'an dengan menghadirkan nuansa kebudayaan serta semangat persaudaraan lintas peradaban. Pada Ramadan 1447 H, peringatan turunnya Al-Qur'an ini mengangkat tema "Jembatan Harmoni Peradaban", yang merefleksikan nilai-nilai universal dalam Al-Qur'an seperti kasih sayang, keadilan, persaudaraan, dan harmoni sosial di tengah masyarakat yang beragam.

Kegiatan tersebut akan berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, dengan puncak acara pada 9 Maret 2026. Sejumlah agenda telah disiapkan, mulai dari dialog inspiratif, pertunjukan seni budaya, hingga peluncuran program wakaf Al-Qur'an. Rangkaian acara ini diharapkan dapat memperkuat semangat persatuan sekaligus mempertemukan beragam unsur budaya dalam bingkai nilai-nilai Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua panitia kegiatan, Mas'ud Halimin, menjelaskan bahwa tema yang diangkat bukan sekadar slogan seremonial. Tema tersebut merupakan refleksi dari realitas kehidupan masyarakat Indonesia yang dikenal majemuk dan kaya akan keberagaman budaya. Menurutnya, Al-Qur'an mengandung nilai-nilai universal yang dapat menjadi penghubung antarperadaban.

"Momentum Nuzulul Qur'an tahun ini ingin menunjukkan bahwa Islam hadir sebagai rahmat bagi seluruh alam dan mampu merangkul berbagai latar belakang budaya. Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa keberagaman bukanlah penghalang, tetapi justru kekuatan untuk membangun harmoni peradaban," ujar Mas'ud Halimin dalam keterangan tertulis yang diterima detikHikmah, Sabtu (7/3/2026).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan bahwa peringatan Nuzulul Qur'an tahun ini terasa semakin istimewa karena waktunya berdekatan dengan momentum perayaan Imlek 2577 Kongzili. Kedekatan momentum tersebut menjadi simbol bahwa Islam dapat tumbuh secara harmonis di tengah keragaman budaya yang ada di Nusantara.

"Kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan antara masyarakat Muslim Indonesia dengan masyarakat Muslim Tionghoa. Ini adalah bentuk nyata bahwa nilai-nilai Al-Qur'an mampu menjadi jembatan yang menyatukan peradaban Nusantara dan Tionghoa dalam semangat persaudaraan," tambahnya.

Sejumlah agenda menarik akan meramaikan peringatan tersebut. Salah satu yang menjadi perhatian adalah peluncuran program Wakaf 100.000 Al-Qur'an Iluminasi Tionghoa. Program ini merupakan hasil kolaborasi antara Masjid Istiqlal, Kementerian Agama melalui Unit Percetakan Al-Qur'an (UPQ), serta Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI). Inisiatif ini diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap Al-Qur'an sekaligus memperkaya khazanah seni mushaf dengan sentuhan budaya.

Selain itu, para pengunjung juga akan mengikuti dialog inspiratif bersama Koko Liem yang membahas hubungan Islam dengan harmoni budaya Tionghoa. Acara tersebut juga akan menampilkan pertunjukan lukisan pasir oleh seniman Vina Chandrawati yang menggambarkan perjalanan sejarah Islam Tionghoa di Indonesia.

Suasana spiritual pada malam Nuzulul Qur'an juga akan semakin khidmat melalui lantunan tilawah Al-Qur'an yang dibawakan oleh qori internasional Darwin Hasibuan.

Sementara itu, Imam Besar Masjid Istiqlal yang juga Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur'an merupakan momentum penting untuk meneguhkan kembali pesan kemanusiaan yang terkandung dalam kitab suci Al-Qur'an.

"Al-Qur'an diturunkan sebagai petunjuk dan rahmat bagi seluruh alam. Nilai-nilai yang dikandungnya-seperti kasih sayang, keadilan, dan persaudaraan-menjadi fondasi bagi lahirnya peradaban yang damai dan berkemajuan," ujar Nasaruddin Umar.

Ia juga menilai bahwa Indonesia, dengan kekayaan budayanya, memiliki peluang besar untuk menjadikan nilai-nilai Al-Qur'an sebagai inspirasi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis.

"Keragaman budaya Nusantara adalah anugerah. Ketika nilai-nilai Al-Qur'an bertemu dengan kearifan budaya lokal, maka akan lahir peradaban yang inklusif, toleran, dan saling menghargai," lanjutnya.

Melalui peringatan Nuzulul Qur'an bertema "Jembatan Harmoni Peradaban", Masjid Istiqlal berharap masyarakat semakin menyadari bahwa ajaran Islam tidak hanya menekankan ibadah spiritual, tetapi juga membawa pesan kebersamaan, persaudaraan, serta dialog antarbudaya yang dapat memperkaya kehidupan bangsa.




(dvs/lus)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads