Banyak orang beranggapan bahwa semakin banyak amal ibadah yang dilakukan, semakin tenang dan percaya diri seseorang akan jaminan surga baginya. Namun sebenarnya, pada diri hamba yang saleh justru menunjukkan sikap sebaliknya.
Orang-orang saleh yang memiliki ketaatan tinggi dan kedalaman ilmu justru tidak pernah berbangga diri atas amal ibadahnya. Sebaliknya, mereka justru merasa khawatir dan cemas jika amal ibadahnya tidak diterima oleh Allah SWT. Mengapa demikian? Berikut penjelasannya.
Baca juga: Tanda-tanda Ibadah Tidak Diterima Allah |
Kekhawatiran Orang Saleh akan Tidak Diterima Amal Ibadahnya
Rasa khawatir akan ditolaknya amal ibadah bukanlah tanda keputusasaan, melainkan wujud keimanan yang sangat mendalam. Allah SWT menyebut karakter mulia ini dalam Al-Qur'an surah Al-Mu'minun ayat 60 sebagai berikut,
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
وَالَّذِينَ يُؤْتُونَ مَا أَتَوْا وَقُلُوبُهُمْ وَجِلَةٌ أَنَّهُمْ إِلَى رَبِّهِمْ رَاجِعُونَ
Artinya: "Dan orang-orang melakukan kebaikan, namun hati mereka takut (tidak diterima) dan (mereka meyakini) bahwa mereka akan dikembalikan kepada Rabb mereka."
Untuk memahami hakikat ayat di atas, Sayyidah Aisyah RA pernah bertanya secara langsung kepada Rasulullah SAW, sebagaimana disebutkan dalam buku Beribadahlah Maka Engkau Pasti Kaya susunan Brilly El-Rasheed.
Diriwayatkan bahwa Sayyidah Aisyah RA berkata, "Saya berkata, 'Wahai Rasulullah, 'Dan orang-orang yang memberikan apa yang mereka berikan (dan juga melakukan amal baik lainnya) dengan hati yang penuh rasa takut.' (23:60) Apakah ini orang yang berzina, mencuri, dan meminum alkohol?' Dia berkata, 'Tidak, wahai putri Abu Bakr' - wahai putri Siddiq - tetapi dia adalah seorang yang berpuasa, bersedekah, dan salat, tetapi dia takut bahwa amalnya tidak diterima darinya." (HR Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)
Kisah Kerendahan Hati Umar bin Khattab
Sikap rendah hati dan rasa takut akan tertolaknya amal ibadah tergambar secara nyata dalam kisah kehidupan para sahabat Rasulullah SAW. Dikisahkan dalam Buku Biografi Khulafaur Rasyidin karya Abu Utsman Kharisman, sahabat Rasulullah SAW, Umar bin Khattab RA pernah mendapat pujian yang mulia.
Seseorang mendatangi Umar bin Khattab RA dan menyampaikan kabar gembira:
"Bergembiralah wahai Amirul Mu'minin dengan kabar gembira dari Allah untuk anda. Anda sebagai sahabat Rasulullah SAW dan menjadi (salah satu yang) terdepan dalam Islam sebagaimana Anda ketahui. Kemudian Anda menjadi pemimpin yang adil. Kemudian (di hadapan anda akan terjadi) mati syahid." (HR Bukhari)
Pujian tersebut tidak lantas membuat Umar bin Khattab RA merasa besar kepala atau lupa diri, justru ia masih mengingat dosa-dosanya.
"Aku sudah sangat senang jika (kebaikan-kebaikan itu) impas (dengan dosa-dosaku)." (HR Bukhari)
Sikap Umar bin Khattab RA ini menunjukkan bahwa seorang mukmin yang memiliki kedudukan tinggi sekali pun tetap sungguh-sungguh beribadah kepada Allah SWT dengan senantiasa mengkhawatirkan dosa-dosa yang mungkin belum mendapat ampunan.
Janji Ampunan dan Penerimaan Amal bagi Hamba yang Saleh
Kekhawatiran yang dirasakan oleh orang-orang saleh bukan tidak berujung. Allah SWT memberikan jaminan kepada hamba-hamba-Nya yang senantiasa menjaga keikhlasan yang dibayangi rasa takut tersebut.
Dalam surah Al-Ahqaf ayat 16, Allah SWT berfirman:
اُولٰۤىِٕكَ الَّذِيْنَ نَتَقَبَّلُ عَنْهُمْ اَحْسَنَ مَا عَمِلُوْا وَنَتَجَاوَزُ عَنْ سَيِّاٰتِهِمْ فِيْٓ اَصْحٰبِ الْجَنَّةِۗ وَعْدَ الصِّدْقِ الَّذِيْ كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ
Artinya: "Mereka itulah orang-orang yang Kami terima amal-perbuatan mereka yang ihsan, dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka. Mereka berada di surga sebagai janji yang benar yang dijanjikan kepada mereka."
Menurut Tafsir Al-Qur'an Kementerian Agama RI, ayat ini menegaskan balasan yang akan diterima oleh orang saleh yang memiliki amalan paling baik selama ia hidup di dunia menurut pandangan Allah SWT karena keikhlasan, kepatuhan, dan ketaatan dalam menjalankan perintah agama.
Orang-orang saleh ini akan diampuni segala kesalahannya karena selalu bertobat kepada Allah SWT dengan tobat yang sebenar-benarnya. Orang-orang saleh tersebut juga akan memperoleh surga yang penuh kenikmatan di akhirat.
Wallahu a'lam.
