Kisah Yahudi Bani Nadhir Mau Bunuh Rasulullah Berujung Diusir dari Madinah

Kisah Yahudi Bani Nadhir Mau Bunuh Rasulullah Berujung Diusir dari Madinah

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Selasa, 01 Sep 2026 05:00 WIB
The inscription Muhammad ,wooden , carved. Architecture in Islam.
Kaligrafi Nabi Muhammad SAW. Foto: iStock
Jakarta -

Kehidupan Rasulullah SAW di Madinah diwarnai lika-liku dan ujian berat. Salah satu peristiwa yang sarat akan pelajaran keimanan adalah rencana jahat kaum Yahudi Bani Nadhir yang hendak membunuh Rasulullah SAW.

Peristiwa itu terjadi pada Rabiul Awal tahun ke-4 Hijriah. Kisah ini meninggalkan banyak hikmah yang dapat diteladani oleh umat Islam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rencana Jahat Yahudi Bani Nadhir

Dikisahkan dalam buku 40 Kisah Akhir Hidup Kezaliman Makhluk-makhluk Allah oleh Kaserun AS Rahman, rencana ini bermula ketika Rasulullah SAW mendatangi perkampungan Yahudi Bani Nadhir untuk meminta mereka membayar diyat (tebusan) berkaitan dengan Ammar bin Umaiyah adl-Dlamri yang telah membunuh dua orang dari kabilah Bani Kilab. Ketika Rasulullah SAW menyampaikan niatnya kepada Bani Nadhir, mereka menyatakan kesanggupan untuk membayar tebusan tersebut.

Kala mereka meminta agar Rasulullah SAW menunggu di sebuah rumah, para Yahudi Bani Nadhir berencana membunuh Rasulullah SAW. Salah seorang tokoh Bani Nadhir, Hayyu bin Akhtab, mengarahkan kaumnya untuk menimpakan batu besar dari atap rumah kepada Rasulullah SAW yang sedang duduk beristirahat di bawah rumah tersebut.

ADVERTISEMENT

Atas arahan ini, seorang laki-laki bernama Amru bin Jahsy menyatakan sanggup untuk mengeksekusi rencana tersebut meski beberapa orang dari kelompoknya keberatan akan hal itu. Salah satu sahabatnya, Salam bin Misykam, sempat memberi peringatan kepada Amru bin Jahsy, "Jangan kau lakukan pekerjaan ini, karena Muhammad pasti akan mengetahui. Di samping itu, rencana ini sudah melanggar perjanjian di antara kita dan dia." Namun, peringatan ini dianggap angin lalu semata.

Allah SWT Mengutus Malaikat Jibril

Sebelum rencana jahat Bani Nadhir terlaksana, Allah SWT telah lebih dulu memerintahkan Malaikat Jibril untuk memberi tahu Rasulullah SAW. Tatkala Malaikat Jibril menyampaikan rencana Bani Nadhir, Rasulullah SAW segera bangkit meninggalkan rumah tersebut dan kembali ke Madinah.

Setibanya di Madinah, Rasulullah SAW mendapat banyak pertanyaan alasan kepulangannya, padahal urusan bersama kaum Yahudi belum tuntas. Rasulullah SAW kemudian menjelaskan rencana jahat Bani Nadhir itu yang dikabarkan Jibril.

Pengepungan dan Pengusiran Bani Nadhir

Sehari setelah kembali ke Madinah, Rasulullah SAW mengutus Muhammad bin Maslamah untuk memberi tahu Bani Nadhir bahwa mereka tidak layak tinggal di Madinah. Hal ini karena mereka telah melanggar perjanjian damai, tidak berniat membayar pajak yang disepakati, hingga merencanakan pembunuhan terhadap Rasulullah SAW dengan keji.

Muhammad bin Maslamah menyampaikan utusan Rasulullah SAW, "Keluarlah dari negara kami. Jangan lagi tinggal di sini selama kamu tidak menunaikan janji yang telah disepakati!"

Rasulullah SAW memberi tenggat waktu sepuluh hari kepada Bani Nadhir untuk meninggalkan wilayah Madinah.

Menukil dari buku Khazanah Buku Pintar Islam 1 karya Arif Munandar Riswanto, ketika Bani Nadhir telah bersiap meninggalkan Madinah, mereka dihasut oleh pemimpin orang munafik, Abdullah bin Ubay. Ia menghasut Bani Nadhir untuk tetap tinggal di Madinah dengan iming-iming akan memberikan bala bantuan berupa 2.000 pasukan yang siap mati.

Teperdaya oleh hasutan, pimpinan Bani Nadhir, Huyay ibn Akhthab, sangat antusias dan mengirimkan utusan untuk menyampaikan pesan kepada Rasulullah SAW bahwa mereka tidak akan meninggalkan Madinah.

Pasukan muslim di bawah komando Rasulullah SAW mulai melakukan pengepungan terhadap Bani Nadhir. Kala itu, semua penduduk Bani Nadhir bersembunyi di benteng-benteng mereka sambil melayangkan anak panah dan batu kepada pasukan muslim. Bani Nadhir berperang sendirian lantaran tidak mendapat bantuan dari Abdullah ibn Ubay.

Pengepungan berlangsung selama enam hari sebelum akhirnya Bani Nadhir menyerah dan menyatakan akan meninggalkan Madinah. Bani Nadhir pun pergi membawa harta benda mereka, kecuali senjata. Mereka menghancurkan rumah mereka sendiri untuk diambil pintu dan jendelanya dan diangkut dengan unta.

Hikmah Pengusiran Bani Nadhir dari Madinah

Allah SWT menurunkan Surah Al-Hasyr ayat 2 yang mengisahkan peristiwa Bani Nadhir. Allah SWT berfirman:

هُوَ الَّذِيْٓ اَخْرَجَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِاَوَّلِ الْحَشْرِۗ مَا ظَنَنْتُمْ اَنْ يَّخْرُجُوْا وَظَنُّوْٓا اَنَّهُمْ مَّانِعَتُهُمْ حُصُوْنُهُمْ مِّنَ اللّٰهِ فَاَتٰىهُمُ اللّٰهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوْا وَقَذَفَ فِيْ قُلُوْبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُوْنَ بُيُوْتَهُمْ بِاَيْدِيْهِمْ وَاَيْدِى الْمُؤْمِنِيْنَۙ فَاعْتَبِرُوْا يٰٓاُولِى الْاَبْصَارِ

Artinya: "Dialah yang mengeluarkan orang-orang yang kufur di antara Ahlulkitab (Yahudi Bani Nadhir) dari kampung halaman mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka bahwa mereka akan keluar. Mereka pun yakin bahwa benteng-benteng mereka akan dapat menjaganya dari (azab) Allah. Maka, (azab) Allah datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sangka. Dia menanamkan rasa takut di dalam hati mereka sehingga mereka menghancurkan rumah-rumahnya dengan tangannya sendiri dan tangan orang-orang mukmin. Maka, ambillah pelajaran (dari kejadian itu), wahai orang-orang yang mempunyai penglihatan (mata hati)."

Melalui ayat ini, Allah SWT hendak memperingatkan setiap hamba-Nya untuk mengambil pelajaran dari peristiwa tersebut. Berikut adalah beberapa hikmah yang dapat dipetik dari peristiwa Bani Nadhir:

1. Amanah terhadap Janji

Peristiwa ini dipicu pengkhianatan Bani Nadhir terhadap perjanjian mereka dengan Rasulullah SAW yang menghantarkan pada kehancurannya sendiri. Bentuk pelanggaran Bani Nadhir berupa merencanakan pembunuhan Rasulullah SAW, tidak membayar diyat, dan bersekutu dengan orang munafik.

2. Yakin terhadap Pertolongan Allah

Kisah Allah SAW mengutus Malaikat Jibril untuk memberi tahu Rasulullah SAW mengenai rencana pembunuhan dari Bani Nadhir dan kemenangan pasukan muslim atas pengepungan Bani Nadhir menjadi pertanda bahwa Allah SWT senantiasa mencurahkan pertolongan kepada hamba-hamba-Nya yang benar.

3. Keadilan Harus Ditegakkan

Sikap Rasulullah SAW yang memberikan perintah agar Bani Nadhir meninggalkan Madinah merupakan salah satu upaya penegakan keadilan atas berbagai pelanggaran yang telah dilakukan Bani Nadhir.

4. Waspada terhadap Muslihat

Pengkhianatan yang dilakukan orang munafik terhadap Bani Nadhir menunjukkan bahwa tipu muslihat akan mendatangkan seseorang pada kehancuran.



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads