Memasuki bulan baru menjadi pertanda bahwa semakin dekat dengan puasa Ramadan 2027. Karena menggunakan penanggalan Hijriah, siklus Ramadan akan maju sekitar 11 hari setiap tahunnya.
Penetapan awal puasa Ramadan umumnya menggunakan metode hisab dan rukyat. Pemerintah Indonesia sendiri menggunakan metode gabungan sebagaimana amanat Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penetapan Awal Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.
Baca juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh September 2026 |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Puasa 2027 Tinggal 5 Bulan Lagi
Puasa 2027 bertepatan dengan Ramadan 1448 H. Berdasarkan perhitungan sejumlah kalender Hijriah, puasa Ramadan 1448 H akan dimulai pada awal Februari 2027. Artinya, puasa 2027 akan tiba dalam lima bulan lagi dari sekarang.
Perkiraan Awal Ramadan 1448 H/2027 M
Mengacu pada Kalender Islam Hijriah Tahun 2027 M berdasarkan kemungkinan rukyatul hilal global yang diterbitkan Alhabib, 1 Ramadan 1448 H jatuh pada Senin, 8 Februari 2027. Dengan ini, malam pertama Ramadan yang disambut dengan pelaksanaan salat Tarawih diperkirakan berlangsung pada Minggu, 7 Februari 2027 malam.
Berikut perkiraan jadwal penting Ramadan 1448 H:
- Salat Tarawih pertama: Minggu malam, 7 Februari 2027
- Puasa pertama Ramadan 1448 H: Senin, 8 Februari 2027
- Nuzulul Qur'an: Rabu, 24 Februari 2027
- Idul Fitri 1448 H: Rabu, 10 Maret 2027
Adapun Idul Fitri 1 Syawal 1448 H menurut Kalender Hijriah Global Tunggal terbitan Muhammadiyah jatuh pada Selasa, 9 Maret 2027.
Kendati demikian, tanggal-tanggal di atas merupakan perhitungan berdasarkan hasil hisab. Penetapan mengenai awal Ramadan dan Idul Fitri di Indonesia menunggu keputusan sidang isbat Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Putusan Kemenag sebagai Rujukan Bersama
Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kemenag Arsad Hidayat menjelaskan keberagaman metode fikih adalah keniscayaan di Indonesia. Namun dalam konteks kehidupan bernegara, kehadiran keputusan resmi pemerintah sangat penting sebagai payung rujukan bersama.
"Dalam konteks bernegara tetap harus ada satu panduan yang kita pegang bersama. Ini yang harus nanti diberikan penjelasan ke publik juga. Jadi kenapa harus ada sidang isbat, kenapa harus Menteri Agama mengumumkan, karena kepentingannya untuk kepentingan administrasi dan banyak hal," ujar Arsad dalam Syariah Insight Room Seri 7, Jumat (21/8/2026), dikutip dari situs Kemenag.
Arsad menekankan putusan Kemenag berpijak pada kaidah fikih hukmul hakim yarfa'ul khilaf atau keputusan pemerintah dalam menghilangkan perbedaan yang berpotensi mengganggu kemaslahatan publik.
Sementara itu, Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Ismail Fahmi menjelaskan proses penetapan awal bulan Hijriah menggunakan pendekatan hisab dan rukyat secara terpadu. Hisab merupakan proses perhitungan astronomis, sedangkan rukyat bagian dari proses verifikasi terhadap hasil perhitungan tersebut.
Proses penyusunan kalender Hijriah Indonesia, kata Ismail, melibatkan berbagai unsur, mulai dari organisasi kemasyarakatan Islam, pakar astronomi Islam atau ilmu falak, perguruan tinggi, hingga sejumlah instansi terkait yang bertujuan memastikan susunan penanggalan tepat secara ilmiah sekaligus menjawab kebutuhan umat.
(kri/kri)
