Sumur Ghars merupakan salah satu dari sekian sumur yang menyimpan jejak sejarah kehidupan Nabi Muhammad SAW. Bagi umat Islam, memahami kisah Sumur Ghars bukan hanya membaca catatan sejarah, melainkan mengenang riwayat hidup, keberkahan, dan keteladanan Rasulullah SAW semasa hidupnya.
Berikut adalah jejak sejarah Sumur Ghars yang berkaitan langsung dengan Rasulullah SAW.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kepemilikan Awal dan Lokasi Sumur Ghars
Sumur Ghars terletak kurang lebih 1 kilometer di sebelah timur laut Masjid Quba', Madinah, tepatnya di bawah bangunan beratap di samping Ma'had Darul Hijrah. Tercatat dalam buku Histori 72 Masjid di Tanah Suci dalam Khazanah Sunnah Nabi karya H. Brilly El-Rasheed,
Sumur Ghars merupakan sumur milik Sa'd bin Khaitsamah. Ia adalah seorang sahabat Anshar yang memeluk Islam pada masa awal, ketika Ba'iatul Aqabah kedua. Sa'd bin Khaitsamah juga turut membantu Rasulullah SAW membangun Masjid Quba'.
Digunakan untuk Kebutuhan Sehari-hari Rasulullah SAW
Sumur Ghars atau Bir Ghars merupakan sumber air yang dijadikan air minum oleh Rasulullah SAW semasa hidupnya. Hal ini sebagaimana disebutkan dalam buku Harta Nabi: Sumber, Pembelajaran, & Wakaf oleh Dr. Abdul Fattah As-Samman, melalui hadits yang diriwayatkan oleh Ali, Rasulullah bersabda:
"Diperlihatkan kepadaku, aku berada di salah satu taman dari taman-taman surga. Maka berangkatlah kalian bersamaku." Sampai beliau tiba di Sumur Ghars, beliau bersabda, "Hendaknya kalian menimbakan air darinya untukku." Tatkala beliau mendapati airnya pekat, maka beliau meminta madu lalu menuangkannya ke dalam gelas. Beliau bersabda, "Ini adalah sumurku, dari airnya aku minum dan dari airnya aku dimandikan."
Disebutkan pula dalam buku berjudul Perempuan Bertanya, Fikih Menjawab oleh Nurul Asmayani, Sumur Ghars termasuk tujuh sumur yang airnya pernah digunakan oleh Rasulullah SAW untuk kebutuhan sehari-hari dan berwudu.
Dijadikan Air Pemeliharaan Jenazah Rasulullah SAW
Menurut buku Jejak Sejarah di Dua Tanah Haram karya Mansya Aji Putra, Rasulullah SAW meninggalkan wasiat mengenai air pemeliharaan jenazahnya kelak. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah, Rasulullah SAW bersabda:
"Jika aku meninggal, maka mandikanlah aku dengan 7 geriba dari air sumurku, Sumur Ghars." (HR Ibnu Majah)
Wasiat ini kemudian ditunaikan oleh para sahabat ketika Rasulullah SAW wafat pada 12 Rabiul Awal tahun 11 Hijriah.
Kondisi Sumur Ghars Saat Ini
Saat ini, Sumur Ghars telah dilakukan revitalisasi oleh pemerintah Arab Saudi dan dijadikan sebagai situs warisan sejarah Islam yang dijaga. Sumur yang memiliki diameter sekitar 3 meter dan kedalaman 5 meter ini juga menjadi salah satu destinasi jemaah dan peziarah di Kota Madinah.
