Rangkaian Peperangan Rasulullah hingga Perang Badar

Rangkaian Peperangan Rasulullah hingga Perang Badar

Aulia Retno Utami - detikHikmah
Jumat, 28 Agu 2026 05:45 WIB
Ilustrasi Perang Badar
Ilustrasi Perang Badar. Foto: ilustrasi: Fauzan Kamil/detikcom
Jakarta -

Rasulullah SAW telah menghadapi kaum Quraisy yang menyekutukan Allah SWT selama lebih dari 13 tahun tanpa melakukan peperangan. Selama itu, kaum kafir Quraisy telah menindas, mencela, bahkan menganiaya Rasulullah SAW dan kaum muslim dengan bengis.

Kaum kafir Quraisy juga memboikot dan mengisolasi kaum muslim dari masyarakat Makkah di sebuah tempat bernama Syi'ib Abu Thalib. Hingga akhirnya, Allah SWT mengutus Rasulullah SAW berperang melalui turunnya Surah Al-Hajj ayat 39. Allah SWT berfirman:

اُذِنَ لِلَّذِيْنَ يُقَاتَلُوْنَ بِاَنَّهُمْ ظُلِمُوْاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ عَلٰى نَصْرِهِمْ لَقَدِيْرٌ ۙ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Artinya: "Diizinkan (berperang) kepada orang-orang yang diperangi karena sesungguhnya mereka dizalimi. Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuasa membela mereka."

ADVERTISEMENT

Sejak turunnya ayat ini, Rasulullah SAW mulai menyusun strategi dan menyiapkan sahabat-sahabatnya untuk melakukan perang melawan kaum kafir Quraisy.

Sariyah dan Ghazwah Pra-Perang Badar

Disebutkan dalam buku Kemelut Perang di Zaman Rasulullah: Dari Perang Badar hingga Perang Nahrawan oleh A.R. Shohibul Ulum, terdapat empat sariyah dan empat ghazwah sebelum terjadinya Perang Badar. Sariyah merupakan peperangan yang dipimpin oleh sahabat Rasulullah SAW sebagai komandan perang. Sementara ghazwah adalah peperangan yang dipimpin langsung oleh Rasulullah SAW, baik beliau ikut berperang di dalamnya atau tidak.

Sariyah Hamzah bin Abdul Muthalib (Ramadan, 1 Hijriah)

Dalam perang ini, Hamzah memimpin 30 prajurit penunggang kuda yang berasal dari kaum Muhajirin. Perang ini ditujukan untuk menghadang kafilah Abu Jahal bin Hasyim yang terdiri atas 300 orang Makkah.

Setibanya di Saiful Bahr (sekitar tepian Laut Merah), kaum muslimin dan kaum Quraisy bertemu dan siap bertempur. Namun, Majdi bin 'Amr al-Juhni, sekutu Quraisy dan muslimin berjalan di tengah mereka dan menghalangi konfrontasi, sehingga kedua belah pihak pulang tanpa pertumpahan darah.

Sariyah Ubaidah bin al-Harits (Syawal, 1 Hijriah)

Rasulullah SAW mengutus Ubaidah bin al-Harits bersama dengan 60 pasukan orang Muhajirin ke Celah Marrah (Bathnu Rabigh). Berpapasan dengan kafilah Abu Sufyan bin Harb bersama 200 orang temannya, kedua belah pihak sempat seling melesatkan anak panah. Namun, perselisihan ini tidak sampai mengundang pertempuran jarak dekat.

Sariyah Sa'ad bin Abi Waqqash (Zulkaidah, 1 Hijriah)

Dipimpin oleh Sa'ad bin Abi Waqqash, Rasulullah SAW mengirimkan 8 regu yang terdiri atas 3-8 orang di setiap regu. Pasukan ini ditugaskan untuk memblokade kafilah dagang Quraisy. Setibanya di al-Kharar, sariyah tersebut kembali pulang ke Madinah lantaran kafilah Quraisy telah lewat sehari sebelumnya.

Ghazwah Waddan (Safar, 2 Hijriah)

Rasulullah SAW memimpin perang yang berkekuatan 70 orang dari Muhajirin ini secara langsung. Mengetahui orang-orang Quraisy dan Bani Dzamrah bin Bakr bin Abdi Manat bin Kinanah melewati Madinah, Rasulullah SAW mencegat mereka. Peristiwa ini tidak melibatkan kontak fisik, melainkan lahir perjanjian damai antara Rasulullah SAW dengan Makhsyi bin Amr adz-Dzamri, seorang pemimpin Bani Dzamrah.

Ghazwah Buwath (Rabiul Awal, 2 Hijriah)

Rasulullah SAW bersama dengan 200 pasukan memerangi kaum kafir Quraisy di luar Madinah. Menurut Syauqi Abu Khalil, Rasulullah SAW berniat menghadang satu kafilah Quraisy terdiri dari Umayyah Ibni Khalaf al-Jumahi dan 200 orang Quraisy yang membawa 2.500 ekor unta. Mengetahui pergerakan Rasulullah SAW, kaum Quraisy pun melewati jalan tersembunyi untuk menghindari cegatan Rasulullah SAW, sehingga peristiwa ini berakhir tanpa kontak senjata.

Ghazwah Safwan (Rabiul Awal, 2 Hijriah)

Disebut sebagai Perang Badar pertama, Rasulullah SAW beserta para sahabatnya berusaha mengejar Kurz bin jabir al-Fihr yang menyerang dan merampas hewan ternak. Rasulullah SAW mengejar sampai di sebuah lembah bernama Safwan, namun Kurz bin Jabir al-Fihr lolos dari kejaran. Rasulullah SAW pun kembali ke Madinah.

Ghazwah Dzu al-'Usyairah (Jumadil Akhir, 2 Hijriah)

Rasulullah SAW bersiap bersama 150 sampai 200 pasukan untuk menghadang kafilah Quraisy. Sesampainya di Dzu al-'Usyairah, wilayah Bani Mudlij, Yanbu', ternyata kafilah dagang itu sudah lewat, sehingga Rasulullah SAW dan pasukannya kembali pulang.

Sariyah Abdullah bin Jahsy (Rajab, 2 Hijriah)

Rasulullah SAW mengutus pasukan yang dipimpin oleh Abdullah bin Jahsy al-Asadi bersama delapan sahabat dari kaum Muhajirin untuk memata-matai pergerakan kaum Quraisy ke daerah Nakhlah. Dalam peristiwa ini, 'Amr bin al-Hadhrami berhasil terbunuh, ditawannya dua orang Quraisy, dan memperoleh seperlima dari harta rampasan.

Puncak Konflik: Perang Badar

Terbunuhnya 'Amr bin al-Hadhrami oleh pasukan Abdullah bin Jahsy al-Asadi menjadi penyebab terjadinya Perang Badar Kubra pada Jumat, 17 Ramadan tahun ke-2 Hijriah. Dikisahkan dalam buku Mulai Diizinkannya Perang dan Terjadinya Perang Badar Kubra oleh Muhammad Ridha, perang ini melibatkan sekitar 1.000 orang Quraisy. Sementara itu, Rasulullah SAW berangkat bersama 313 kaum muslimin yang terdiri dari kaum Anshar dan kaum Muhajirin.

Perang Badar diawali dengan perang tanding atau duel satu lawan satu, melibatkan tiga kaum muslimin dengan tiga panglima kaum kafir Quraisy. Melalui perang tanding ini, Hamzah berhasil membunuh Syaibah bin Rabi'ah dan Ali membunuh Al-Walid Utbah, sementara Ubaidah dibantu Hamzah dan Ali berhasil membunuh Utbah bin Rabiah.
Sebelum terjadi benturan massal, Allah SWT mengirimkan bala bantuan berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut, sebagaimana yang tertulis dalam Al-Qur'an Surah Al-Anfal ayat 9. Allah SWT berfirman:

اِذْ تَسْتَغِيْثُوْنَ رَبَّكُمْ فَاسْتَجَابَ لَكُمْ اَنِّيْ مُمِدُّكُمْ بِاَلْفٍ مِّنَ الْمَلٰۤىِٕكَةِ مُرْدِفِيْنَ

Artinya: "(Ingatlah) ketika kamu memohon pertolongan kepada Tuhanmu, lalu Dia mengabulkan(-nya) bagimu (seraya berfirman), "Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu berupa seribu malaikat yang datang berturut-turut."

Perang berakhir dengan kekalahan mutlak kaum kafir Quraisy, pasukan mereka terpecah karena tewas, ditawan, dan melarikan diri. Berita kemenangan Rasulullah SAW dalam Perang Badar tersebar luas dan menjadikan musuhnya di sekitar Madinah takut kepadanya.



(kri/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads