Presiden Prabowo Subianto menyebut lagu Syubbanul Wathan saat memberikan sambutan dalam pembukaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Jombang, Jawa Timur, Kamis (27/8/2026).
Prabowo menyoroti lagu tersebut sebagai salah satu simbol kecintaan terhadap tanah air. Ia juga mengaitkannya dengan peran ulama NU dalam menanamkan semangat nasionalisme jauh sebelum Indonesia merdeka.
"Syubbanul wathon yang sekarang menjadi lagu nasionalis, lagu yang dibuat oleh kelompok religius tapi semangatnya adalah semangat cinta tanah air dan semangat nasionalisme yang luar biasa bagi kita semua terutama generasi muda. Yang menarik adalah bahwa lagu ini diciptakan oleh Kyai Haji Abdul Wahab Chasbullah, 8 tahun sebelum proklamasi kemerdekaan," kata Prabowo.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengenal Syubbanul Wathan
Syubbanul Wathan atau Ya Lal Wathan merupakan lagu yang sangat lekat dengan tradisi Nahdlatul Ulama. Lagu ini diciptakan KH Abdul Wahab Chasbullah dan berisi pesan tentang kecintaan kepada tanah air, semangat kebangsaan, serta ajakan untuk membela dan menjaga bangsa.
Nama Ya Lal Wathan diambil dari bagian pembuka syairnya. Salah satu penggalan yang paling dikenal adalah "Ya Lal Wathon, Ya Lal Wathon".
Lagu tersebut kemudian menjadi salah satu mars yang kerap dinyanyikan dalam berbagai kegiatan NU, termasuk acara pesantren dan peringatan Hari Santri.
Lirik Syubbanul Wathan Arab dan Latin
Dikutip dari laman resmi Nahdlatul Ulama, berikut lirik lengkap Syubbanul Wathan lengkap dalam tulisan Arab, latin dan juga artinya.
يَا لَلْوَطَن يَا لَلْوَطَن يَا لَلْوَطَن
Yaa Lal Wathon Yaa lal Wathon Yaa lal Wathon
حُبُّ الْوَطَن مِنَ الْإِيْمَان
Hubbul Wathon Minal Iman
وَلَا تَكُنْ مِنَ الْحِرْمَان
Wa Laa Takumminal Khirmaan
اِنْهَضُوْا أَهْلَ الْوَطَن
Inhadluu Ahlal Wathon
إِنْدُونَيْسيَا بِيْلَادِيْ
Indunesiya Biilaadii
أَنْتَ عُنْوَانُ الْفَخَامَا
Anta 'Unwaanul Fakhoomaa
كُلُّ مَنْ يَأْتِيْكَ يَوْمَا
Kullu Mayya'tiika Yaumaa
طَامِحًا يَلْقَ حِمَامَ
Thomikhayyalqo Khimaama
Arti Lirik Syubbanul Wathan
Pusaka hati wahai tanah airku
Cintamu dalam imanku
Jangan halangkan nasibmu
Bangkitlah, hai bangsaku!
Indonesia negeriku
Engkau Panji Martabatku
Siapa datang mengancammu
'Kan binasa dibawah dulimu!
