Kisah Abu Hurairah dan Setan Pencuri Zakat

Kisah Abu Hurairah dan Setan Pencuri Zakat

Devi Setya - detikHikmah
Selasa, 17 Mar 2026 05:45 WIB
Kisah Abu Hurairah dan Setan Pencuri Zakat
ilustrasi Foto: Getty Images/iStockphoto/Mohamad Faizal Bin Ramli
Jakarta -

Di antara para sahabat Nabi Muhammad SAW, terdapat satu nama yang sangat dikenal, yaitu Abu Hurairah RA. Ia dikenal sebagai sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits Nabi SAW.

Kedekatannya dengan Rasulullah SAW membuat Abu Hurairah mendapatkan banyak pelajaran langsung dari beliau, baik dalam bentuk nasihat, peristiwa, maupun pengalaman.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Abu Hurairah termasuk sahabat yang selalu berusaha mengikuti Rasulullah SAW ke mana pun beliau pergi. Karena kedekatan inilah ia menjadi salah satu sahabat yang paling banyak menyerap ilmu dari Nabi Muhammad SAW. Banyak kisah menarik yang terjadi dalam kehidupan Abu Hurairah bersama Rasulullah, salah satunya adalah kisah tentang setan yang mencuri makanan zakat.

Dirangkum dari buku Ruqyah Syar`Iyah Pembahasan Buhul Jiwa dan Jeratan Setan karya Mochamad Mujadid Al Kautsar dan buku Kiai Gokil karya Awang Surya, dikisahkan suatu ketika Rasulullah SAW memberikan tugas kepada Abu Hurairah untuk menjaga gudang penyimpanan zakat Ramadan.

ADVERTISEMENT

Abu Hurairah menjalankan tugas tersebut dengan sangat hati-hati. Ia berjaga pada malam hari untuk memastikan tidak ada orang yang mengambil makanan atau harta zakat tanpa hak.

Pada suatu malam, ketika Abu Hurairah sedang menjaga gudang zakat, ia melihat seseorang diam-diam mengambil makanan dari tempat penyimpanan tersebut. Tanpa ragu, Abu Hurairah segera menangkap orang itu.

Dengan tegas ia berkata, "Hai, pencuri! Aku akan mengadukanmu kepada rasul!"

Mendengar ancaman tersebut, orang yang tertangkap itu tampak sangat ketakutan. Ia memohon agar dilepaskan dan mulai menjelaskan keadaannya.

"Aku ini adalah orang miskin, keluargaku banyak. Sementara, aku sangat membutuhkan makanan."

Mendengar alasan itu, hati Abu Hurairah menjadi iba. Ia pun akhirnya melepaskan orang tersebut karena merasa kasihan dengan kondisi yang disampaikan.

Keesokan harinya, Abu Hurairah menghadap Rasulullah SAW untuk menceritakan kejadian yang dialaminya.

Rasulullah kemudian bertanya, "Apa yang kamu lakukan terhadap orang itu, wahai Abu Hurairah?"

Abu Hurairah menjawab, "Ya Rasulullah, dia itu orang miskin, keluarganya banyak, dan sangat membutuhkan makanan. Maka, aku pun melepaskannya."

Namun Rasulullah SAW memberikan jawaban yang mengejutkan. "Orang itu telah berbohong," kata Rasulullah SAW. "Nanti malam, dia akan datang lagi!"

Perkataan Rasulullah tersebut membuat Abu Hurairah terkejut. Namun ia tetap bersiap untuk berjaga kembali pada malam berikutnya.

Benar saja, pada malam berikutnya orang yang sama kembali datang untuk mengambil makanan zakat.

Abu Hurairah yang sudah waspada segera menangkapnya kembali. Ia hampir saja membawanya kepada Rasulullah SAW. Namun seperti sebelumnya, orang itu kembali memohon dengan alasan yang sama.

Karena merasa kasihan, Abu Hurairah akhirnya kembali melepaskannya.

Pada pagi hari, Abu Hurairah kembali melaporkan kejadian tersebut kepada Rasulullah SAW. Namun Nabi SAW kembali menegaskan, "Pencuri itu sesungguhnya berbohong! Nanti malam, dia pasti akan kembali lagi."

Malam ketiga, Abu Hurairah berjaga dengan lebih serius. Ia tidak ingin kejadian yang sama terulang lagi.

Beberapa saat kemudian, muncul bayangan seseorang yang mendekati gudang zakat. Orang itu kembali mencoba mengambil makanan seperti sebelumnya.

Abu Hurairah segera menangkapnya. "Kali ini, engkau pasti kuadukan kepada Rasulullah SAW. Sudah dua kali engkau berjanji tidak akan datang lagi. Tetapi, ternyata engkau mengingkari perkataanmu dengan kembali lagi untuk mencuri makanan ini."

Pencuri itu tampak sangat panik. Ia memohon agar dilepaskan sekali lagi.

"Lepaskan aku!" teriaknya.

Namun kali ini Abu Hurairah tidak mudah percaya.

Melihat keadaan itu, pencuri tersebut mencoba cara lain. Ia berkata, "Lepaskan aku. Kalau Tuan bersedia melepaskanku, aku akan mengajari Tuan beberapa kalimat yang sangat berguna."

Abu Hurairah yang penasaran pun bertanya, "Kalimat-kalimat apakah itu?"

Pencuri itu kemudian berkata, "Jika Tuan hendak tidur, bacalah Ayat Kursi. Maka, Tuan akan selalu dipelihara oleh Allah dan tidak akan ada setan yang berani mendekati Tuan sampai pagi."

Mendengar perkataan tersebut, Abu Hurairah akhirnya kembali melepaskan pencuri itu.

Keesokan paginya, Abu Hurairah kembali menemui Rasulullah SAW untuk melaporkan kejadian yang baru saja ia alami.

Setelah mendengarkan cerita Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda, "Pencuri itu telah berkata benar sekalipun dia tetap pembohong."

Kemudian Rasulullah bertanya, "Tahukah engkau, siapa sebenarnya pencuri kecil yang bertemu denganmu setiap malam?"

Abu Hurairah menjawab, "Tidak tahu."

Rasulullah SAW kemudian menjelaskan, "Ia adalah setan!"

Ternyata sosok yang selama tiga malam datang mencuri makanan zakat itu bukan manusia biasa, melainkan setan yang menyamar.

Mengutip buku Jangan Hidup Jika Tak Memberi Manfaat karya Muhammad Yasir, melalui peristiwa tersebut, Rasulullah SAW membenarkan satu hal yang disampaikan oleh setan tersebut, yaitu keutamaan membaca Ayat Kursi sebelum tidur.

Dalam sebuah hadits disebutkan,

إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِىِّ لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ ، وَلاَ يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ

Artinya: "Bila engkau akan menuju ke tempat tidurmu maka bacalah Ayat Kursi karena sesungguhnya ia (dapat menjadikanmu) senantiasa mendapatkan penjagaan dari Allah SWT dan setan tidak akan mendekatimu hingga pagi hari." (HR Bukhari)




(dvs/kri)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads