Kisah Nabi Muhammad SAW yang Suka Bergurau dan Bercanda

Kisah Nabi Muhammad SAW yang Suka Bergurau dan Bercanda

Indah Fitrah - detikHikmah
Jumat, 29 Agu 2025 05:00 WIB
Ilustrasi kisah Nabi
Ilustrasi kisah Nabi. Foto: Getty Images/REIMUSS
Jakarta -

Setiap manusia membutuhkan canda dan tawa. Senyum dan gurauan ringan dapat menghadirkan kehangatan, mempererat hubungan, dan membuat suasana lebih nyaman. Rasulullah SAW, sebagai teladan utama umat Islam, menunjukkan bahwa humor yang baik adalah bagian dari akhlak mulia. Beliau mampu membuat orang lain bahagia dengan gurauan, namun tetap menjaga agar ucapannya selalu benar dan jauh dari dusta.

Allah SWT menggambarkan kelembutan sikap Rasulullah dalam Al-Qur'an surah Ali Imran ayat 159,

ΩΩŽΨ¨ΩΩ…ΩŽΨ§ Ψ±ΩŽΨ­Ω’Ω…ΩŽΨ©Ω Ω…Ω‘ΩΩ†ΩŽ اللّٰهِ لِنْΨͺَ Ω„ΩŽΩ‡ΩΩ…Ω’ ۚ ΩˆΩŽΩ„ΩŽΩˆΩ’ كُنْΨͺَ ΩΩŽΨΈΩ‘Ω‹Ψ§ ΨΊΩŽΩ„ΩΩŠΩ’ΨΈΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ω‚ΩŽΩ„Ω’Ψ¨Ω Ω„ΩŽΨ§Ω†Ω’ΩΩŽΨΆΩ‘ΩΩˆΩ’Ψ§ مِنْ Ψ­ΩŽΩˆΩ’Ω„ΩΩƒΩŽ Ϋ– ΩΩŽΨ§ΨΉΩ’ΩΩ ΨΉΩŽΩ†Ω’Ω‡ΩΩ…Ω’ ΩˆΩŽΨ§Ψ³Ω’ΨͺΩŽΨΊΩ’ΩΩΨ±Ω’ Ω„ΩŽΩ‡ΩΩ…Ω’ ΩˆΩŽΨ΄ΩŽΨ§ΩˆΩΨ±Ω’Ω‡ΩΩ…Ω’ فِى Ψ§Ω„Ω’Ψ§ΩŽΩ…Ω’Ψ±ΩΫš فَاِذَا ΨΉΩŽΨ²ΩŽΩ…Ω’Ψͺَ فَΨͺΩŽΩˆΩŽΩƒΩ‘ΩŽΩ„Ω’ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ اللّٰهِ Ϋ— Ψ§ΩΩ†Ω‘ΩŽ Ψ§Ω„Ω„Ω‘Ω°Ω‡ΩŽ ΩŠΩΨ­ΩΨ¨Ω‘Ω الْمُΨͺΩŽΩˆΩŽΩƒΩ‘ΩΩ„ΩΩŠΩ’Ω†ΩŽ

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arab latin: Fabimā raαΈ₯matim minallāhi linta lahum, wa lau kunta faαΊ“αΊ“an galΔ«αΊ“al-qalbi lanfaḍḍū min αΈ₯aulik(a), fa'fu 'anhum wastagfir lahum wa syāwirhum fil-amr(i), fa iżā 'azamta fa tawakkal 'alallāh(i), innallāha yuαΈ₯ibbul-mutawakkilΔ«n(a).

Artinya: Maka, berkat rahmat Allah engkau (Nabi Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka. Seandainya engkau bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka akan menjauh dari sekitarmu. Oleh karena itu, maafkanlah mereka, mohonkanlah ampunan untuk mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam segala urusan (penting). Kemudian, apabila engkau telah membulatkan tekad, bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertawakal.

ADVERTISEMENT

Kisah Nabi Muhammad SAW yang Suka Bergurau

Kisah tentang Rasulullah SAW yang suka bergurau berikut dikutip dalam buku Kumpulan Kisah Teladan susunan Prof. Dr. HM Hasballah Thaib, MA dan H. Zamakhsyari Hasballah, Lc, MA, Ph.D., dengan merujuk pada kitab Qashash wa Ma'ani karya Ala' Sadiq.

Rasulullah SAW dikenal sebagai sosok yang hangat. Beliau berinteraksi dengan semua kalangan, baik hamba, orang buta, maupun anak-anak. Kehadiran beliau membawa rasa aman dan gembira. Rasulullah tidak segan bercanda dengan anak kecil, bermain bersama mereka, serta bersenda gurau dengan orang tua. Meski begitu, setiap perkataan yang beliau ucapkan selalu benar dan jauh dari dusta.

Salah satu kisah yang terkenal adalah ketika seorang perempuan datang dengan permintaan sederhana.

Ia berkata, "Ya Rasulullah! Naikkan saya ke atas unta."

Rasulullah menjawab sambil tersenyum, "Aku akan naikkan engkau ke atas anak unta."

Perempuan itu merasa bingung, lalu berkata, "Ia tidak mampu."

Rasulullah tetap menjawab, "Tidak, aku akan naikkan engkau ke atas anak unta."

Perempuan itu kembali menolak, "Ia tidak mampu."

Saat itu, para sahabat yang hadir pun menimpali sambil tersenyum, "Bukankah unta itu juga anak unta?" Candaan ini membuat suasana menjadi hangat sekaligus mengajarkan kecerdasan dalam berbahasa.

Pada kesempatan lain, seorang perempuan mendatangi Rasulullah SAW dengan penuh harap.

Ia berkata, "Ya Rasulullah, suamiku jatuh sakit. Dia memanggilmu."

Rasulullah menjawab dengan gurauan, "Semoga suamimu yang dalam matanya putih."

Perempuan itu segera kembali ke rumahnya dengan cemas. Ia lalu membuka mata suaminya, mencoba memastikan maksud ucapan Rasulullah. Sang suami merasa heran dan bertanya, "Kenapa kamu ini?"

Istrinya menjelaskan, "Rasulullah memberitahu bahwa dalam matamu putih."
Sang suami pun tersenyum, lalu menjawab dengan tenang, "Bukankah semua mata ada warna putih?" Gurauan yang sederhana ini ternyata membawa senyum di tengah keadaan sakit.

Ada juga kisah lain ketika seorang perempuan berkata kepada Rasulullah SAW,

"Ya Rasulullah, doakanlah kepada Allah agar aku dimasukkan ke dalam surga."
Rasulullah menjawab, "Wahai ummi fulan, surga tidak dimasuki oleh orang tua."
Mendengar jawaban itu, perempuan tersebut menangis karena mengira doanya ditolak. Namun Rasulullah segera meluruskan maksud ucapannya dengan menjelaskan firman Allah:

"Tidakkah kamu membaca firman Allah ini, 'Serta Kami telah menciptakan isteri-isteri mereka dengan ciptaan istimewa, serta Kami jadikan mereka senantiasa perawan (yang tidak pernah disentuh), yang tetap mencintai jodohnya, serta yang sebaya umurnya.'"

Melalui gurauan ini, Rasulullah ingin menghibur sekaligus memberikan kabar gembira bahwa setiap orang di surga akan kembali muda dan dalam keadaan terbaik.

Para sahabat pun meneladani keceriaan Rasulullah SAW. Mereka dikenal suka tertawa, namun iman di dalam hati mereka tetap teguh bagaikan gunung. Di antara mereka, ada seorang sahabat bernama Na'im yang paling suka bergurau dan membuat orang tertawa. Ketika Rasulullah mendengar kata-kata atau melihat tingkahnya, beliau ikut tersenyum.




(inf/lus)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads