6 Syarat Sah Iktikaf di Masjid Menurut Fikih

Langkah Emas Raih Kemenangan

6 Syarat Sah Iktikaf di Masjid Menurut Fikih

Anisa Rizki Febriani - detikHikmah
Selasa, 10 Mar 2026 09:30 WIB
JAKARTA, INDONESIA - APRIL 14: Muslims fill the mosque praying while carrying out the early morning itikaf at the Istiqlal Mosque, Jakarta, Indonesia on April 14, 2023. The last 10 days of Ramadan 1444 Hijriah, the Istiqlal Mosque is open 24 hours fo
Iktikaf di dalam Masjid Istiqlal (Foto: Anadolu Agency via Getty Images/Anadolu Agency)
Jakarta -

Iktikaf sering dilakukan muslim pada 10 malam terakhir Ramadan. Amalan ini biasa dikerjakan di masjid untuk meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.

Menurut buku Fiqh Al-'Ibadat, 'Ilmiyyann 'Ala Madzhabi All-Imam Asy-Syafi'i Ma'a Mutammimat Tanasub Al-'Ashr oleh Syaikh Alauddin Za'tari terjemahan Abdul Rosyad Shiddiq, secara bahasa iktikaf artinya berdiam diri, menahan dan menjalankan sesuatu. Pengertiannya dari segi syariat berarti berdiam diri secara khusus di suatu masjid dengan niat dan tata cara tertentu.

Dari Abu Hurairah RA berkata,

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rasulullah SAW selalu iktikaf setiap bulan Ramadan selama 10 hari. Tapi pada tahun di mana beliau wafat, beliau iktikaf selama 20 hari." (HR Bukhari)

Sebelum iktikaf, ada beberapa syarat sah yang harus dipahami oleh muslim. Apa saja itu?

ADVERTISEMENT

6 Syarat Sah Iktikaf di Masjid

Dilansir dari buku Bidayatul Mujtahid wa Nihayatul Muqtashid Jilid 1 susunan Ibnu Rusyd terjemahan Al Mas'udah, berikut beberapa syarat sah iktikaf di masjid.

1. Islam

Syarat sah iktikaf di masjid yang pertama adalah beragama Islam. Artinya, tidak sah iktikaf seseorang yang bukan seorang muslim.

2. Baligh

Baligh termasuk syarat sah kedua untuk iktikaf. Ketika muslim sudah baligh, maka ia dibebani dengan kewajiban syariat.

3. Harus di Masjid

Iktikaf harus dilakukan di masjid sebagaimana disebutkan dalam surah Al Baqarah ayat 187. Allah SWT berfirman,

أُحِلَّ لَكُمْ لَيْلَةَ ٱلصِّيَامِ ٱلرَّفَثُ إِلَىٰ نِسَآئِكُمْ ۚ هُنَّ لِبَاسٌ لَّكُمْ وَأَنتُمْ لِبَاسٌ لَّهُنَّ ۗ عَلِمَ ٱللَّهُ أَنَّكُمْ كُنتُمْ تَخْتَانُونَ أَنفُسَكُمْ فَتَابَ عَلَيْكُمْ وَعَفَا عَنكُمْ ۖ فَٱلْـَٰٔنَ بَٰشِرُوهُنَّ وَٱبْتَغُوا۟ مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَكُمْ ۚ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ ٱلْخَيْطُ ٱلْأَبْيَضُ مِنَ ٱلْخَيْطِ ٱلْأَسْوَدِ مِنَ ٱلْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا۟ ٱلصِّيَامَ إِلَى ٱلَّيْلِ ۚ وَلَا تُبَٰشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَٰكِفُونَ فِى ٱلْمَسَٰجِدِ ۗ تِلْكَ حُدُودُ ٱللَّهِ فَلَا تَقْرَبُوهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ ٱللَّهُ ءَايَٰتِهِۦ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

Artinya: "Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan istri-istri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beriktikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa."

4. Berakal

Syarat sah lainnya yang harus dipahami muslim ketika beriktikaf adalah berakal. Maksud berakal di sini berarti orang tersebut tidak dalam gangguan kejiwaan seperti hilang akal atau gila.

5. Suci dari Hadats, Haid dan Nifas

Suci dari hadats, haid dan nifas jadi syarat sah yang penting dalam beribadah termasuk iktikaf. Mereka yang tidak dalam kondisi suci maka tidak sah iktikafnya.

6. Membaca Niat Iktikaf

Sebelum beriktikaf, muslim harus membaca niat. Niat harus dibaca oleh seseorang sebelum beribadah, begitu pun dengan iktikaf. Bunyi niat iktikaf sebagai berikut,

نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى

Nawaitu an'itikafa fi hadzal masjidi lillahi ta'ala.

Artinya: "Aku berniat iktikaf di masjid ini karena Allah taala."

Cara Mengerjakan Iktikaf

Berikut cara mengerjakan iktikaf seperti dikutip dari buku Panduan Muslim Kaffah Sehari-hari oleh Muh Hambali.

  1. Membaca niat iktikaf
  2. Berdiam diri di masjid dengan mengerjakan berbagai amalan seperti zikir, tafakkur, membaca tasbih, hingga tadarus Al-Qur'an
  3. Hindari perbuatan yang tidak berguna agar ibadah iktikaf tersebut menjadi momen untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT




(aeb/lus)
Panduan Iktikaf

Panduan Iktikaf

22 konten
Iktikaf artinya berdiam diri di masjid yang dilakukan pada 10 malam terakhir Ramadan. Tujuan iktikaf adalah semata-mata beribadah kepada Allah SWT, khususnya dalam meraih keutamaan Lailatul Qadar.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads