Mahasiswa Indonesia Bisa Raih 2 Ijazah lewat Double Degree Kemenag-Al-Azhar

Mahasiswa Indonesia Bisa Raih 2 Ijazah lewat Double Degree Kemenag-Al-Azhar

Indah Fitrah Yani - detikHikmah
Rabu, 14 Okt 2026 14:45 WIB
Graduation hat with degree paper on a stack of book against blurred background
Mahasiswa Indonesia Bisa Raih 2 Ijazah lewat Double Degree Kemenag-Al-Azhar. Foto: Getty Images/iStockphoto/leolintang
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) dan Universitas Al-Azhar Asy-Syarif, Mesir, menyepakati kerja sama pendidikan melalui program gelar ganda (double degree), kuliah daring, riset bersama, dan pertukaran tenaga pendidik.

Kesepakatan tersebut tertuang dalam nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani Menteri Agama Nasaruddin Umar dan Wakil Al-Azhar Asy-Syarif, Asy-Syekh Ayman Abdul Ghani, secara hybrid dari Kantor Kemenag, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Kerja sama ini menindaklanjuti pertemuan bilateral Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Mesir Abdel Fattah el-Sisi yang turut membahas sektor pendidikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Menag, program double degree ini memungkinkan mahasiswa menempuh dua tahun perkuliahan di Indonesia dan dua tahun di Al-Azhar untuk memperoleh dua ijazah.

"Dimungkinkan untuk melakukan twinning program atau double degree. Mahasiswa dapat menempuh pendidikan dua tahun di sini (Indonesia) dan dua tahun di Al-Azhar Mesir, kemudian nanti mendapatkan dua ijazah," jelas Menag, dikutip dari laman resmi Kemenag, Rabu (14/10/2026)

ADVERTISEMENT

Selain program tersebut, Kemenag menjajaki kedatangan sekitar 1.000 ulama Mesir yang mampu berbahasa Indonesia untuk mengajar di perguruan tinggi dan pondok pesantren di Tanah Air. Kerja sama ini juga membuka kesempatan bagi tenaga pendidik Indonesia untuk mengikuti program spesialisasi di Mesir.

"Diberi kesempatan (mengirimkan) imam-imam, ustaz-ustaz, dan dosen-dosen bahasa Arab dan Dirasah Islamiyah untuk berangkat ke Mesir, guna selanjutnya mengikuti program takhasus (spesialisasi)," ujar Menag.

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag, Amin Suyitno, menyebut penyusunan MoU ini telah melewati proses panjang hingga empat periode kepemimpinan Menteri Agama. Kesepakatan tersebut diharapkan memberi ruang bagi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) untuk mengembangkan program pendidikan yang lebih efisien, salah satunya melalui perkuliahan daring.

"Salah satunya adalah bagaimana kita bisa melakukan kuliah online, sehingga nanti mengurangi mahasiswa-mahasiswa kita yang datang ke Mesir, sehingga suasana yang sangat crowded (padat) beserta eksesnya bisa dikurangi," ujar Amin.



(inf/lus)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads