Nabi Adam AS adalah manusia pertama yang diciptakan Allah SWT. Menurut sejumlah riwayat, bapak seluruh umat manusia itu diciptakan dari tanah yang diambil dari berbagai penjuru bumi.
Kisah penciptaan Nabi Adam AS diceritakan dalam Al-Qur'an dan dijelaskan dalam hadits. Menurut surah Al-Hijr ayat 26-27, Nabi Adam AS diciptakan dari tanah liat kering yang berasal dari lumpur hitam. Allah SWT berfirman,
وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِّنْ حَمَاٍ مَّسْنُوْنٍۚ ٢٦ وَالْجَاۤنَّ خَلَقْنٰهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَّارِ السَّمُوْمِ ٢٧
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Artinya: "Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering dari lumpur hitam yang dibentuk. Sebelumnya Kami telah menciptakan jin dari api yang sangat panas."
Terkait ayat tersebut, dijelaskan dalam Al-Aabaa wal Abnaa fil Qur'anil Karim karya Adil Musthafa Abdul Halim terjemahan Abdul Hayyie al-Katani dan Fithriah Wardie, Fatimah pernah bertanya tentang maksud tanah liat kering dan lumpur hitam yang dibentuk. Rasulullah SAW kemudian menjawab:
"Sesungguhnya tanah basah jika dibiarkan sampai menjadi kering, akan menjadi tanah liat yang kering, yang menyerupai tembikar. Dan tembikar menjadi kering akibat dibakar dengan api. Sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWT, 'Dia menciptakan manusia dari tanah liat kering seperti tembikar (QS Ar-Rahman: 14)'."
Adapun maksud lumpur hitam (al-hama'i) adalah tanah yang warnanya berubah menjadi hitam atau berbau busuk. Sedangkan maksud "yang diberi bentuk" (masnuun) adalah tanah yang dibiarkan begitu saja dalam waktu lama.
Menurut sebuah riwayat, tanah yang digunakan untuk menciptakan Nabi Adam AS berasal dari semua jenis tanah bumi. Abu Musa al-Asy'ari RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ خَلَقَ آدَمَ مِنْ قَبْضَةٍ قَبَضَهَا مِنْ جَمِيعِ الْأَرْضِ فَجَاءَ بَنُو آدَمَ عَلَى قَدْرِ الْأَرْضِ جَاءَ مِنْهُمُ الأَحْمَرُ وَالْأَسْوَدُ وَالْأَبْيَضُ وَبَيْنَ ذَلِكَ وَالسَّهْلُ وَالْحُزْنُ وَالْخَبِيثُ وَالطَّيِّبُ )
Artinya: "Allah menciptakan Adam dari segenggam tanah yang berasal dari semua jenis tanah bumi. Oleh karena itu, keturunan Adam memiliki warna kulit yang berbeda-beda. Ada yang memiliki warna kulit merah, ada yang memiliki warna kulit hitam, ada yang memiliki warna kulit putih, dan ada yang memiliki warna kulit campuran antara itu semua. Dan yang memiliki sifat periang, penyedih, jahat, dan baik." (HR Imam Ahmad dan at-Tirmidzi)
Tanah bahan penciptaan Nabi Adam AS itu kemudian dibasahi air sampai menjadi tanah lembek. Kemudian, dibiarkan sampai menjadi lumpur hitam dan dibiarkan lagi sampai menjadi tanah liat kering sebagaimana yang difirmankan Allah SWT dalam surah Al-Hijr ayat 26.
Disebutkan dalam Tafsir Qashashi karya Syofyan Hadi, tanah untuk menciptakan bagian kepala Nabi Adam AS diambil dari tanah Ka'bah, sementara bagian tubuh lainnya dari tanah penjuru bumi. Hal ini bersandar pada riwayat dari Ibnu Abbas RA:
"Allah Ta'ala menciptakan tubuh Adam dari segala penjuru bumi. Adapun kepalanya dari debunya Ka'bah, dadanya dari segala penjuru bumi, punggungnya juga perutnya dari debunya Hindia, tangannya dari debunya tanah Masyriq dan kakinya dari debunya arah Maghrib."
Riwayat lain menyebut tanah yang digunakan untuk menciptakan Nabi Adam AS berasal dari tujuh tempat di bumi.
Disebutkan dalam Qashash al-Anbiyaa karya Ibnu Katsir, Nabi Adam AS diciptakan untuk menjadi khalifah di bumi, sebagaimana firman Allah SWT dalam surah Al-Baqarah ayat 30,
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ ٣٠
Artinya: (Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, "Aku hendak menjadikan khalifah di bumi." Mereka berkata, "Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?" Dia berfirman, "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui."
Wallahu a'lam.
