Rasulullah SAW tidak hidup dalam kemewahan meski memiliki harta yang cukup. Beliau memilih jalan kesederhanaan. Hal ini terlihat dari kondisi rumah dan perabot sehari-hari yang beliau gunakan.
Rumah Rasulullah SAW berukuran kecil dengan dinding dari tanah liat serta batu bata dan atap dari daun kurma yang dikeringkan. Kondisi tempat tinggal Rasulullah SAW ini menyajikan gambaran sosok pemimpin yang lebih memilih kesederhanaan daripada kemewahan duniawi.
Bagian Dalam Rumah Rasulullah yang Sangat Sederhana
Tak banyak isi dalam rumah Rasulullah SAW. Berikut adalah benda yang mengisi rumah sederhana Rasulullah SAW sebagaimana dihimpun dari buku Rumah Cinta Rasul karya Dewi Ambarsari dan buku Wealth Management (Manajemen Harta) Rasulullah SAW tulisan Dodik Siswantoro.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Ranjang Beralaskan Kulit Berisi Serabut
Rasulullah SAW tidur dengan ranjang yang terbuat dari kulit binatang yang berisi serabut kurma. Dari Sayyidah Aisyah RA, ia berkata, "Tempat tidur Rasulullah SAW terbuat dari kulit yang berisi jerami (serabut)." (HR Ibnu Majah)
2. Gelas dari Batang Pohon Kurma
Perabot rumah Rasulullah SAW juga sangat sederhana, seperti gelas atau cawan yang terbuat dari batang pohon kurma. Dari Anas bin Malik RA, ia berkata, "Ummu Sulaim mempunyai gelas yang terbuat dari 'Aidan (batang pohon kurma), ia berkata, 'Aku pernah memberi minuman kepada Rasulullah SAW dengan gelas itu, baik air, madu, susu atau perasan nabidz." (HR an-Nasa'i)
3. Bantal dan Selimut Rasulullah
Bantal yang digunakan Rasulullah SAW sama dengan alas tidur yang beliau yang terbuat dari kulit berisi serabut kurma. Sementara itu, dikisahkan bahwa Rasulullah SAW tidak tidur sendiri dalam satu selimut, melainkan berbagi selimut dengan Sayyidah Aisyah RA.
Dalam hadits yang diriwayatkan Hudzaifah bin al-Yaman, ia menyebut saat menginap di rumah Rasulullah SAW, dilihatnya beliau berselubung ujung selimut, sedangkan Sayyidah Aisyah RA pun berselubung ujung selimut lainnya.
4. Kursi Rasulullah
Menurut hadits yang diriwayatkan oleh Humaid bin Hilal yang bersumber pada Abu Rifa'ah RA, saat itu Abu Rifa'ah RA bertamu ke rumah Rasulullah SAW saat beliau sedang berkhotbah. Lalu, Rasulullah SAW menghentikan khotbahnya sejenak dan mendatangi Abu Rifa'ah RA dan mengambil kursi. Abu Rifa'ah RA menduga kaki-kaki kursi tersebut terbuat dari besi.
Kisah Umar bin Khattab Menangis Melihat Rumah Rasulullah
Dikisahkan dalam buku 33 Kisah Teladan Rasulullah Pembentuk Akhlak oleh Ririn Dwi Utami, suatu ketika Umar bin Khattab RA mendengar Rasulullah SAW menyimpan banyak perabot di rumahnya. Akhirnya ia datang untuk membuktikannya, hanya untuk menjumpai kondisi rumah Rasulullah SAW yang sama seperti dulu. Rumah kecil dan sederhana yang dindingnya terbuat dari tanah liat dan batu bata dan atapnya terbuat dari daun kurma yang dikeringkan.
Disebutkan dalam buku Sehari di Rumah Rasulullah karya Abdul Malik Al-Qasim, Umar meneteskan air matanya saat melihat ada bekas anyaman tikar kasar pada sisi kanan perut Rasulullah SAW yang tengah berbaring. Rasulullah SAW pun bertanya, "Apa yang membuatmu menangis, wahai Umar?" Kemudian Umar menjawab, "Demi Allah, saya tahu bahwa Anda makhluk paling mulia, lebih mulia di mata Allah dari pada Kisra dan Kaisar. Mereka berdua bermain-main dengan dunia dan hidup dalam kemewahan, sedangkan Anda wahai Rasulullah, tidur di tempat seperti ini?"
Rasulullah SAW menjawab, "Bukankah engkau rela mereka memperoleh dunia sedangkan kita memperoleh akhirat?" "Ya," jawab Umar. "Itulah yang sebenarnya (sedang) terjadi," kata Rasulullah SAW. (HR Ahmad)
