Pelaksanaan ibadah haji 1448 H/2027 M akan berlangsung sekitar 6 bulan lagi. Calon jemaah diminta melakukan persiapan mandiri dari sekarang agar tidak tergantung pada Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU).
Hal tersebut disampaikan Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan_ saat membuka Kick Off Manasik Haji Akbar Nasional Tahun 2026 di Stadion Wilis, Kota Madiun, Jumat (25/9/2026). Dia menegaskan pentingnya membangun kemandirian jemaah selama manasik haji.
"Kita ingin semua calon jemaah haji memahami wajib, rukun, dan sunah haji. Yang kedua, kami ingin jemaah kita mandiri dan tidak bergantung kepada KBIHU ketika sudah berada di Tanah Suci," ujar ujar Gus Irfan dalam sambutan dikutip dari keterangan persnya, Sabtu (26/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gus Irfan minta KBIHU memaksimalkan masa manasik untuk memberikan pemahaman secara rinci kepada jemaah. Menurutnya, keberhasilan pembimbingan justru terlihat ketika jemaah mampu menjalankan rangkaian ibadah secara mandiri serta memahami apa yang harus dilakukan dalam setiap tahapan haji.
Pemahaman materi dasar ibadah yang kuat sejak di Tanah Air, menurut Gus Irfan, penting agar jemaah tidak bingung saat menemukan perbedaan dalam praktik ibadah. Menurutnya, jemaah perlu mendapat penjelasan lengkap dalam manasik agar bisa memahami persoalan fikih ibadah dan bisa saling menghormati selama ibadah.
"Kita ingin semua rukun dan wajibnya dipahami dari sini. Kalau memang ada perbedaan, harus dipahami sejak awal sehingga ketika di sana tidak perlu saling berbantah-bantahan. Jemaah sudah saling memahami dan saling menghargai," katanya.
Gus Irfan juga minta skema layanan seperti tanazul dan murur masuk dalam manasik agar jemaah memahami kebijakan operasional selama di Arab Saudi.
Selain persiapan ibadah, calon jemaah haji 2027 juga diminta persiapan fisik dari sekarang. Gus Irfan menegaskan aspek kesehatan harus menjadi perhatian utama calon jemaah mengingat rangkaian ibadah dengan aktivitas tinggi, mobilitas yang padat, serta kondisi cuaca yang berbeda dengan Indonesia.
"Kesehatan ini tidak kalah penting. Ibadah haji memerlukan fisik yang prima. Karena masih ada waktu sekitar enam sampai tujuh bulan, saya berharap mulai sekarang jemaah sudah mempersiapkan kesehatan dan kondisi fisiknya," ujar Gus Irfan.
Ia mengajak calon jemaah mulai membiasakan diri berolahraga, khususnya berjalan kaki secara rutin. Latihan fisik sejak dini dinilai penting agar tubuh lebih siap menjalani rangkaian ibadah di Arab Saudi.
"Mulai hari ini latihan fisik. Setiap hari bisa dibiasakan berjalan kaki. Kita harus mempersiapkan diri karena kondisi di Arab Saudi juga membutuhkan ketahanan fisik yang baik," katanya.
Gus Irfan mengingatkan kesehatan menjadi salah satu faktor yang menentukan keberangkatan jemaah. Berkaca pada pelaksanaan haji sebelumnya, sekitar 345 calon jemaah terpaksa harus dipulangkan dari asrama haji embarkasi karena dinyatakan tidak istithaah setelah pemeriksaan lanjutan.
"Kami tidak ingin Bapak dan Ibu mengalami hal seperti itu. Sudah melakukan persiapan, sudah sampai asrama haji, tetapi kemudian tidak dapat melanjutkan keberangkatan karena kondisi kesehatan. Karena itu persiapannya harus dimulai sejak sekarang," tegasnya.
