Dalam perjalanan ibadah haji atau umrah, setiap kelompok jemaah biasanya didampingi pemandu. Pemandu haji atau umrah ini dikenal dengan istilah muthawif.
Muthawif merupakan salah satu unsur penting dalam perjalanan ibadah ke Tanah Suci. Perannya bukan sekadar menemani jemaah selama berada di Makkah dan Madinah, tetapi juga membantu memastikan rangkaian ibadah dapat dilaksanakan sesuai ketentuan syariat serta kondisi jemaah.
Apa Itu Pemandu Haji dan Umrah?
Mengutip buku Melangkah Mandiri Menuju Baitullah (Panduan Lengkap Umrah Mandiri) karya Jiyu Arkanadya, muthawif adalah pendamping ibadah yang membimbing jemaah saat tawaf, sai hingga amalan-amalan lain dalam rangkaian ibadah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perannya adalah membantu jemaah memahami tata cara ibadah dengan benar serta memberikan arahan praktis agar seluruh rangkaian berjalan lancar dan tertib.
Muthawif yang amanah bukan sekedar tahu jalan, tetapi juga paham fikih ibadah haji dan umrah. Penting bagi muthawif memiliki pemahaman keagamaan yang memadai sekaligus kemampuan berkomunikasi dan mengelola jemaah.
Dikutip dari Buku Pintar Calon Haji karya Fahmi Amhar, muthawif jemaah Indonesia rata-rata adalah mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di Makkah, Madinah atau Al-Azhar (Kairo). Muthawif ini biasanya masih muda namun memiliki pengalaman yang kaya dan fasih berbahasa Arab.
Tugas Pemandu Haji dan Umrah
Tugas pemandu haji dan umrah tidak hanya berkaitan dengan bimbingan ibadah. Pemandu juga berperan mendampingi jemaah, mengatur perjalanan rombongan, hingga membantu ketika jemaah menghadapi kendala selama berada di Tanah Suci.
Berikut lima tugas utama pemandu haji dan umrah.
1. Memberikan Bimbingan Manasik
Muthawif membantu jemaah memahami tata cara pelaksanaan haji dan umrah, mulai dari ihram, niat, tawaf, sai, tahallul, hingga berbagai ketentuan mengenai rukun, wajib dan sunnah ibadah.
2. Mendampingi Jemaah Selama di Tanah Suci
Muthawif bertugas mendampingi jemaah selama berada di Arab Saudi, baik saat menjalankan ibadah maupun mengikuti agenda perjalanan. Muthawif membantu mengarahkan jemaah menuju lokasi yang ditentukan serta memastikan mereka mengetahui jadwal dan kegiatan rombongan.
3. Menjelaskan Tempat dan Rangkaian Perjalanan
Muthawif dapat memberikan informasi mengenai berbagai tempat yang dikunjungi jemaah selama di Tanah Suci, termasuk lokasi yang memiliki kaitan dengan sejarah Islam maupun rangkaian ibadah.
Penjelasan tersebut membantu jemaah memahami latar belakang tempat yang dikunjungi dan kaitannya dengan perjalanan ibadah, sehingga kegiatan tidak hanya sebatas mengikuti agenda kunjungan.
4. Membantu Memahami Ketentuan Ibadah
Jemaah dapat menghadapi kondisi yang berbeda selama melaksanakan haji dan umrah, terutama mereka yang lanjut usia atau memiliki keterbatasan fisik. Muthawif membantu memberikan arahan mengenai hal-hal yang dapat dilakukan sesuai kondisi jemaah dan ketentuan ibadah.
5. Mengatur Rombongan dan Membantu Mengatasi Kendala
Muthawif membantu mengatur rombongan, mulai dari menyampaikan jadwal, menentukan titik kumpul hingga mengarahkan jemaah selama perjalanan. Muthawif juga dapat membantu ketika jemaah menghadapi kendala seperti tersesat, tertinggal rombongan atau kesulitan berkomunikasi.

Komentar Terbanyak
Prabowo Teriak 'Free Palestine', Dubes Palestina Lari Kalungkan Keffiyeh
Mufti Besar Saudi Serukan Pasukan Siap Korbankan Nyawa Hadapi Houthi
Bechi Bebas Bersyarat, MUI Minta Tak Diberi Akses ke Pesantren