- Dalil Anjuran Menuntun Syahadat
- Tata Cara dan Adab Menuntun Orang Sakaratul Maut Mengucapkan Syahadat 1. Diucapkan Secara Lembut dan Perlahan 2. Tidak Diulang-ulang Secara Berlebihan 3. Dipandu oleh Orang yang Dicintai atau Paling Tenang 4. Boleh Menuntun Talqin dengan Kalimat Tauhid 5. Membantu Menalqinkan
- Amalan dan Hal yang Dilakukan di Dekat Orang Sakaratul Maut 1. Mengarahkan Tubuh Menghadap Kiblat 2. Membacakan Surah Yasin 3. Segera Memejamkan Mata 4. Menutup Seluruh Tubuh Mayat dan Menjaga Auratnya 5. Menyegerakan Mengurus Keperluan Jenazah 6. Membayar dan Melunasi Segala Tanggungan Mayat
Sakaratul maut merupakan fase paling kritis dalam perjalanan hidup seorang manusia. Pada detik-detik menjelang hembusan napas terakhir tersebut, setan akan berusaha keras menggoyahkan iman seorang hamba agar wafat dalam keadaan merugi.
Islam memberikan perhatian yang sangat besar melalui ajaran talqin, yaitu menuntun orang yang sedang sakaratul maut untuk mengucapkan kalimat syahadat. Lantas, bagaimana tata cara menuntunnya yang benar, serta apa saja hal yang hendaknya dilakukan oleh keluarga di dekat orang yang sedang sakaratul maut?
Dalil Anjuran Menuntun Syahadat
Mengutip pemaparan Sayyid Sabiq dalam kitab Fikih Sunnah, menuntun orang yang sedang menghadapi sakaratul maut untuk melafalkan kalimat Laa ilaaha illallah hukumnya adalah sunnah yang dianjurkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Landasan utama amalan ini berpatokan pada hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari sahabat Abu Sa'id Al-Khudri RA, bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:
لَقِّنُوا مَوْتَاكُمْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ
Artinya: "Tuntunlah (ajarilah) orang yang hampir mati di antara kamu sekalian untuk mengucapkan lafaz 'Laa ilaaha illallah'." (HR. Muslim)
Bagi hamba yang berhasil mengakhiri hidupnya dengan lisan yang membenarkan keesaan Allah mendapat ganjaran besar. Orang yang mengucapkan kalimat tauhid saat sakaratul maut termasuk dalam golongan husnul khatimah dan akan masuk surga. Rasulullah SAW bersabda, "Barang siapa yang akhir ucapannya adalah 'Laa ilaaha illallah', niscaya ia akan masuk surga." (HR. Abu Dawud)
Tata Cara dan Adab Menuntun Orang Sakaratul Maut Mengucapkan Syahadat
Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi menggarisbawahi beberapa adab penting saat menuntun orang yang sedang sakaratul maut:
1. Diucapkan Secara Lembut dan Perlahan
Bisikkan lafaz Laa ilaaha illallah di telinganya dengan suara yang jelas, tenang, dan lembut. Jangan membacanya dengan nada keras atau membentak yang dapat mengagetkan orang yang sedang berjuang melawan rasa sakit sakaratul maut.
2. Tidak Diulang-ulang Secara Berlebihan
Apabila orang yang sedang sakaratul maut tersebut sudah mampu menirukan atau mengucapkannya walau satu kali, hentikan tuntunan. Jangan terus-menerus memintanya mengulang kecuali jika ia kemudian mengucapkan kalimat atau pembicaraan keduniaan yang lain. Maksud utama talqin adalah menjadikan kalimat tauhid sebagai penutup seluruh ucapannya di dunia.
3. Dipandu oleh Orang yang Dicintai atau Paling Tenang
Hendaknya orang yang menuntun adalah anggota keluarga dan bukan orang yang mencurigakan agar si mayit tidak terganggu.
4. Boleh Menuntun Talqin dengan Kalimat Tauhid
Sebagian pendapat ulama mengatakan bahwa kalimat talqin adalah ucapan syahadat 'la ilaha illallah muhammadur rasulullah'. Sedangkan jumhur ulama mengatakan hanya sampai pada kalimat 'la ilaha illallah' saja untuk memudahkan orang yang sedang di dera rasa sakit sakaratul maut.
5. Membantu Menalqinkan
Ulama mengatakan jika orang yang sedang sakaratul maut sangat lemah dan tidak mampu mengucap kalimat tauhid, cukup orang di sebelahnya yang membantu agar orang tersebut bisa tetap mengulangnya dalam hati.
Amalan dan Hal yang Dilakukan di Dekat Orang Sakaratul Maut
Selain membimbing kalimat syahadat, terdapat beberapa hal lain yang disunnahkan untuk dilakukan oleh kerabat atau orang terdekat saat mendampingi proses sakaratul maut:
1. Mengarahkan Tubuh Menghadap Kiblat
Merekahkan posisi tubuhnya miring ke sebelah kanan menghadap kiblat. Jika tidak memungkinkan, baringkan terlentang dengan telapak kaki diarahkan menuju kiblat.
2. Membacakan Surah Yasin
Membacakan Al-Qur'an, seperti surah Yasin, di dekat orang yang sedang sakaratul maut dapat meringankan dan mempermudah keluarnya ruh atas izin Allah SWT.
3. Segera Memejamkan Mata
Begitu napasnya telah terhenti dan dipastikan meninggal dunia, usap matanya agar tertutup rapat dan mendoakannya.
4. Menutup Seluruh Tubuh Mayat dan Menjaga Auratnya
Hal ini bertujuan untuk menjaga mayat agar auratnya tidak terlihat oleh orang yang bertakziah. Adapun mencium jenazah diperbolehkan oleh para ulama karena hal ini pernah dilakukan Nabi SAW ketika Utsman bin Ma'tzum meninggal.
5. Menyegerakan Mengurus Keperluan Jenazah
Anggota keluarganya hendaklah bersegera untuk memandikan, mensalati, dan mengubur jenazah. Bila ada keluarga dekat yang ditunggu kedatangannya itu diperbolehkan, selama jasad tidak dikhawatirkan mengalami perubahan.
6. Membayar dan Melunasi Segala Tanggungan Mayat
Untuk meringankan jalan mayit dan memudahkan ruhnya di alam barzah, hendaklah bagi keluarga untuk membayarkan segala utang dan tanggung jawab milik mayit dengan harta yang dimilikinya.
