Tanda-tanda Sakaratul Maut Menurut Islam yang Perlu Diketahui

Tanda-tanda Sakaratul Maut Menurut Islam yang Perlu Diketahui

Lathifah Nur Awwaliyyah - detikHikmah
Senin, 07 Sep 2026 14:00 WIB
ilustrasi sakaratul maut
Ilustrasi sakaratul maut. Foto: Getty Images/iStockphoto/piranka
Jakarta -

Kematian merupakan hal pasti yang akan dialami oleh setiap makhluk yang bernyawa. Sebelum roh berpisah dengan jasad, manusia akan melewati fase transisi yang dikenal sebagai sakaratul maut.

Sakarat berasal dari bahasa Arab yang berarti kekacauan atau kebingungan. Dalam kematian, sakaratul maut menggambarkan penderitaan dan kekacauan batin serta fisik seseorang di ambang ajal. Sebagaimana hadits Nabi SAW, "Sesungguhnya kematian memiliki sakarat (penderitaan)." (HR Bukhari)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Allah SWT memberikan tingkat kesakitan dan penderitaan sakaratul maut berbeda-beda terhadap hamba-Nya. Kepada hamba-Nya yang beriman, rohnya akan keluar dengan lembut. Sebagaimana dalam hadits disebutkan, "Sesungguhnya roh orang mukmin keluar dengan mudah, seperti mengalirnya tetesan air dari mulut bejana." (HR Ahmad)

Namun, untuk hamba-Nya yang kafir dan munafik, Allah SWT akan memberikan siksaan dan penderitaan. Sebagaimana hadits Nabi SAW riwayat Hakim, "Roh orang kafir dicabut seperti cabutan dari daging yang robek dan urat-urat yang tertarik."

ADVERTISEMENT

Lantas, apa saja tanda-tanda sakaratul maut menurut Islam yang perlu diketahui?

Tanda-tanda Sakaratul Maut Menurut Islam

Mengutip buku Menuju Kepulangan: Hakikat Kematian dalam Islam karya Fahmi Hidayat, berikut adalah tahapan dan tanda-tanda sakaratul maut menurut para ulama besar klasik seperti Imam Al-Ghazali, Imam Al-Qurtubi, dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah:

  1. Berubahnya warna kulit. Kulit di ujung jari dan kaki mulai membiru atau memucat karena aliran darah mulai melambat, begitu pun dengan warna kulit di wajah yang bisa memucat atau gelap.
  2. Pandangan mata mengarah ke atas, sebagaimana hadits riwayat Muslim yang menyatakan bahwa gerakan mata akan mengikuti roh yang dicabut.
  3. Tubuh terasa dingin. Aliran darah yang melambat sampai akhirnya berhenti tidak hanya membuat warna kulit berubah, suhu pun akan ikut menurun dan lama-kelamaan tubuh menjadi dingin.
  4. Keringat dingin. Menurut hadits riwayat Ahmad, seorang mukmin meninggal dengan keringat di dahinya, sebagaimana ketika Rasulullah SAW wafat.
  5. Kesulitan berbicara. Ketika sakaratul maut, lidah menjadi kaku dan sulit mengucap. Maka perlunya seseorang yang mendampingi untuk membimbing mengucap syahadat.

Adapun tanda-tanda spiritual pada orang yang sedang menghadapi sakaratul maut terlihat pada raut wajahnya. Orang beriman sering kali nampak tenang bahkan tersenyum ketika rohnya dicabut, sebaliknya orang yang durhaka nampak takut dan gelisah. Ibnu Qayyim juga mengatakan orang yang akan sakaratul maut sering kali bisa melihat hal yang ghaib.

Fase-fase Sakaratul Maut

Imam Al-Ghazali dalam Ihya Ulumuddin dan Imam Al-Qurtubi dalam At-Tadzkirah membagi fase sakaratul maut menjadi tiga, yaitu:

  1. Fase pingsan jiwa. Pada fase ini mulai kehilangan kesadaran secara bertahap, tetapi roh masih ada dalam jasad.
  2. Fase perpisahan roh dan tubuh. Dalam fase inilah biasanya rasa sakit luar biasa akan terasa karena terjadi pergolakan ketika roh ditarik dari setiap bagian tubuh.
  3. Fase pengangkatan roh. Setelah roh tercabut, malaikat akan mengangkatnya ke langit disertai doa para malaikat.

Adapun prosesnya berbeda antara orang yang beriman dan orang kafir, antara lain:

  • Untuk hamba-Nya yang beriman akan didatangi oleh malaikat dengan wajah yang berseri dan membawa kafan wangi dari surga. Rohnya akan dicabut dengan lembut disertai dengan iringan doa, lalu ditulis dalam illiyyin atau tempat catatan orang saleh.
  • Untuk hamba-Nya yang kafir maka akan didatangi oleh malaikat dengan wajah yang menakutkan serta membawa kain kasar berbau busuk. Rohnya akan dicabut dengan paksa, lalu ditulis dalam sijjin (catatan orang durhaka).

Tanda-tanda Orang yang Husnul Khatimah

Mengutip buku Panduan Mengurus Jenazah: Sesuai Tuntunan Rasulullah karya Syaifurrahman El Fati, ada beberapa tanda dan juga keadaan orang yang dicatat meninggal dalam keadaan baik atau husnul khatimah, yaitu:

  1. Mengucapkan kalimat syahadat "La ilaha illallah" di akhir hayatnya
  2. Kening berkeringat (basah dahinya)
  3. Meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat
  4. Meninggal ketika sedang melakukan amal saleh
  5. Orang yang gugur di jalan Allah SWT (mati syahid)
  6. Meninggal karena penyakit menular
  7. Meninggal karena penyakit perut
  8. Meninggal karena tenggelam dan tertimpa reruntuhan
  9. Meninggal karena terbakar
  10. Meninggal karena penyakit TBC, paru-paru, atau saat nifas dan melahirkan
  11. Meninggal karena mempertahankan harta yang hendak dirampas

Wallahu a'lam.



(kri/kri)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads