Hari Santri 2026 Genap 10 Tahun, Kemenag Siapkan Rangkaian Acara

Hari Santri 2026 Genap 10 Tahun, Kemenag Siapkan Rangkaian Acara

Devi Setya - detikHikmah
Rabu, 16 Sep 2026 11:45 WIB
persiapan peringatan hari satri 2026
Persiapan peringatan Hari Santri 2026 Foto: Dok. Kemenag
Jakarta -

Kementerian Agama (Kemenag) mulai mematangkan persiapan peringatan Hari Santri 2026. Tahun ini menjadi momentum khusus karena Hari Santri memasuki satu dekade sejak pertama kali ditetapkan.

Logo, tema, dan rangkaian kegiatan Hari Santri 2026 dijadwalkan diluncurkan pada 22 September 2026. Tanggal tersebut dipilih tepat satu bulan sebelum puncak peringatan Hari Santri pada 22 Oktober.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dilansir dari laman resmi Kementerian Agama, Rabu (16/9/2026), Direktur Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan peluncuran tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan identitas sekaligus pesan utama Hari Santri 2026 kepada masyarakat.

"Pada tanggal 22 September, tentu kita sudah bisa mengeluarkan tema, kemudian logonya. Ini sengaja kita laksanakan tanggal 22 September. Maknanya adalah satu bulan menuju tanggal 22 Oktober 2026," ujar Basnang.

ADVERTISEMENT

Menurut Basnang, peringatan tahun ini memiliki arti penting karena genap 10 tahun sejak Hari Santri ditetapkan pada 22 Oktober 2016. Karena itu, rangkaian kegiatan yang disiapkan akan membawa pesan mengenai perkembangan dan kontribusi pesantren.

"Hari Santri 2026 ini merupakan peringatan yang kesepuluh. Jadi, ditetapkan pada 22 Oktober 2016 dan tahun ini genap 10 tahun pada 22 Oktober 2026," lanjutnya.

Rangkaian Kegiatan Hari Santri 2026

Berbagai kegiatan akan digelar untuk memeriahkan satu dekade Hari Santri. Agenda yang disiapkan antara lain Perkemahan Pramuka, Surat Santri untuk Presiden, Festival Sarung dan Peci, Multaqa Ma'had Aly, Expo Kemandirian Pesantren, Santrivision, Upacara, hingga Malam Puncak Hari Santri.

Rangkaian tersebut akan mengangkat beragam sisi kehidupan pesantren, mulai dari pendidikan dan dakwah hingga pemberdayaan masyarakat, kemandirian ekonomi, inovasi, serta digitalisasi.

Dengan rangkaian kegiatan tersebut, Hari Santri 2026 diharapkan menjadi ruang untuk memperlihatkan perkembangan pesantren sekaligus kontribusi santri kepada masyarakat dan bangsa.

Kemenag Tekankan Kesatuan Tema, Logo, dan Publikasi

Persiapan Hari Santri 2026 juga mencakup strategi komunikasi publik. Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kemenag Thobib Al Asyhar menilai tema, logo, publikasi, dan seluruh rangkaian acara perlu memiliki pesan yang selaras.

Menurutnya, logo Hari Santri bukan hanya menjadi penanda visual sebuah kegiatan. Logo juga perlu menggambarkan nilai keislaman, kebangsaan, serta kontribusi santri.

"Logo itu menjelaskan visi dan misi kita. Bukan sekadar aspek identitas atau identitas kegiatan, tetapi juga mengandung visi besar mengenai ke mana kita akan membawa kegiatan tersebut," ungkapnya.

Thobib juga mendorong agar publikasi Hari Santri 2026 lebih banyak menampilkan sosok, karya, inovasi, dan kontribusi santri dari berbagai daerah.

Pesan tersebut nantinya disampaikan melalui berbagai format digital, seperti video pendek, infografis, motion graphic, fotografi, hingga konten interaktif di sejumlah platform.

"Keberadaan logo itu untuk membangun identitas. Temanya untuk menyatukan pesan. Publikasinya untuk memperluas cerita. Rangkaian acaranya untuk menghadirkan pengalaman. Dan dampaknya untuk memperluas citra dan kontribusi santri serta Kementerian Agama secara umum," pungkas Thobib.



(dvs/inf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads